Minggu, 25 Januari 2015

Berikut Ini Rekaman Kajian Ilmiyah Salafiyyah yang di Adakan di beberapa Tempat di Indonesia




1. DEPOK 
1. Al Ustadz Muhammad as Seweed

a) Sesi Satu Lamudduril Mantsur Download di Sini
b) Sesi Tanya Jawab Download di Sini 
2. Al Ustadz Abu Bakar Ambon Muhadharah Umum Download di Sini
—————————–
2. SLIPI 
1. Al Ustadz Abdurrahman Mubarak Kitabut Tauhid Download di Sini
2. Al Ustadz Muhammad as Seweed Jadilah Seorang Salafy Sejati
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Dua + TJ Download di Sini
——————————-
3. SITUBONDO
Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy hafizhahullah
1. Khutbah Jum’at Bersegera Beribadah di Masa Fitah Download di Sini
2. Sikap Seorang Muslimah dalam Menghadapi Problematika Hidup
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Tanya Jawab Download di Sini
3. Sebab-Sebab Istiqamah
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Dua Download di Sini
4. Sikap Hikmah Salafush Shalih di Masa Fitnah
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Dua Download di Sini
c) Sesi TJ Download di Sini
5. Kokoh di Atas Manhaj Salaf Download di Sini
——————————–
4. SEMARANG 
Al Ustadz Abdush Shomad Bawazir hafizhahullah
1. Pentingnya Ilmu Syar’i Download di Sini
2. Terpujinya Sifat Jujur Download di Sini
Al Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin hafizhahullah
1. Lum’atul I’tiqad Download di Sini
2. Sujud Sahwi Download di Sini
——————————————
5. BONTANG
Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah
1. Tuntunan Islam dalam Bermuamalah dengan Pemerintah
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Dua Download di Sini
2. Kokoh di Atas Manhaj
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Tanya Jawab Download di Sini
3. Bagaimana Membentengi diri dari Syubhat dan Syahwat
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Dua Download di Sini  (Afwan untuk Sesi Dua Kami tidak Mendapatkan Filenya)
——————————–
6. BANDUNG
Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
1. Iqtidha Shirathal Mustaqiim Perintah Untuk Menyelisihi Yahudi dan Nashrani sekalipun dalam Penampilan Download di Sini
2. Siapa Ulama yang Harus di Hormati & Bagaimana cara Menghormati Ulama Download Di Sini
3. Khutbah Jum’at Pentingnya Menuntut Ilmu Download di Sini
——————————
7. JOMBANG
Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy Hafizhahullah
1. Sesi Satu Dakwah Salafiyyah Antara Hadadiyyah & Mumayyiah Download di Sini
2. Sesi Dua +TJ Dakwah Salafiyyah Antara Hadadiyyah & Mumayyiah Download di Sini
——————————–
8. Banjar Baru 
Al Ustadz Abdurrahman Lombok hafizhahullah
1. Esensi Ibadah dan Syarat diterimanya : Download di Sini
2. Agama ini adalah Nasehat dan Mahalnya Sebuah Hidayah
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Dua TJ Download di Sini
3. Meneladani Generasi Terbaik Download di Sini
4. Nasehat untuk Ikhwah dan Akhawat Salafiyyah Download di Sini
5. Kajian Umum Download di Sini
6. Sebab-sebab Kokoh di atas Kebenaran
a) Pertemuan Satu Download di Sini
b) Pertemuan Dua Download di Sini
c) Pertemuan Tiga Download di Sini
d) Pertemuan Empat Download di Sini
e) Pertemuan Lima Download di Sini
f) Sesi Tanya Jawab Download di Sini
7. Hak-hak yang Harus ditunaikan Wanita Muslimah Download di Sini
———————————-
9. WONOGIRI
1. Al Ustadz Abu Yahya Muadz hafizhahullah  Tanbihul Afham Download di Sini
2. Al Ustadz Abu Hafs Marwan hafizhahullah Makaarimul akhlaaq Download di Sini
——————————–
10. BOJONEGORO
Al Ustadz Ahmad Khadim hafizhahullah
1. Kebahagiaan Hakiki Kebahagiaan di Atas Ilmu Syar’i Download di Sini
2. Tausiyah Ba’da Dzuhur Download di Sini
3. Tausiyah Ba’da Ashar Download di Sini
————————-
11 POSO
Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizhahullah
1. Tausiyah Ba’da Shubuh Download di Sini
2. Bahaya ISIS dan penyimpangannya Download di Sini
3. Penghalang-Penghalang Seorang Hamba dari Mendapatkan al Haq
a) Sesi Satu Download di Sini
b) Sesi Dua Download di Sini
c) Sesi Tiga Download di Sini
d) Sesi Empat Download di Sini
e) Sesi Lima Download di Sini
f) Sesi Tanya Jawab Download di Sini
——————————————
*SUMBER AUDIO : WA Admin Radio Streaming Indonesia & Dari Berbagai Sumber Lainnya (Jazaahumullahu Khairaa)
** Dipersilahkan Untuk Menyebarkan Rekaman Kajian yang terdapat di Website ini, dengan catatan untuk Kepentingan Dakwah bukan untuk tujuan Komersil

Rabu, 21 Januari 2015

TAUJIHAT SALAFIYYAH


Taushiyyah Asatidzah Ahlus Sunnah untuk Thalabatul Ilmi Yang Baru Pulang dari Yaman


 Senin, 28 Rabi'ulawwal 1436H - 19/01/2015M
 Masjid Ibnu Taimiyyah Solo
---------------------------------

  TAUSHIYYAH UMUM, bersama :

  Al-Ustadz Luqman Ba'abduh حفظه الله
  (44:52) - http://bit.ly/15uD97e
 
  Al-Ustadz Muhammad As-Sewed  حفظه الله
  (06:20) - http://bit.ly/15uBVZy

  Al-Ustadz Usamah bin Faishal Mahriحفظه الله
  (25:29) - http://bit.ly/15uBWg1

  Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawyحفظه الله
  (22:40) - http://bit.ly/15uBWww

  Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askary  حفظه الله
  (26:09) - http://bit.ly/15uBTku

DIALOG INTERAKTIF

(tentang berbagai masail manhajiyyah dan da'wiyyah)
(01:02:47) - http://bit.ly/15uBTAO

WhatsApp Manhajul Anbiya [sumber audio : Panitia Pelaksana]

[Audio] Tausiyah Ilmiyyah
|| Majelis Ta'lim Ahlussunnah Waljama'ah Sangatta
 
Bersama:
Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok hafizhahullah
(Pengasuh PonPes Al-Imam Asy-Syafi'i Lombok, NTB)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
BERPEGANG TEGUH DENGAN AL-HAQ DAN SENANTIASA MENJAGANYA
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Masjid Abu Hurairah || Senin malam Selasa, 29 Rabi'ul Awwal 1436 H - 19/01/15M

- http://bit.ly/1J0Vw1G

Sumber WSI

Senin, 19 Januari 2015

Minggu, 18 Januari 2015

Minggu, 11 Januari 2015

Minggu, 04 Januari 2015

Jumat, 02 Januari 2015

SIAPAKAH SAHABAT SEJATI ITU ?



 🔗Manusia mana di dunia yang fana ini yang tidak mempunyai Sahabat
,dengan persahabatan itu terkadang seseorang akan menjadi baik dan dengan persahabatan itulah terkadang seseorang akan menjadi jelek.

🔖Siapakah sejatinya Sahabat sejati Itu ❓

🔸Didalam kitab nikmatul Ukhuwah disebutkan kriteria seorang yang layak di jadikan Sahabat diantaranya :

🔸Berakhlaq mulia

🔸Bukan termasuk Ahlul bid'ah

🔸Tidak mempunyai akhlak yang jelek

🔸Tidak Berambisi kepada dunia

🔸Bukan Pelaku kemaksiatan
……………………………
👉 Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz:
☝Temanmu....👇

✅Adalah orang yang MENASEHATIMU, MENGINGATKANMU, MEMBERI PERINGATAN KEPADAMU

♨Bukan orang yang melalaikanmu, bukan orang yang lari dan berpaling darimu, bukan pula yang HANYA BERSIKAP BAIK KEPADAMU.

↪Tetapi,,,,,,


Teman yang sejati, teman yang sebenarnya adalah teman yang menasehatimu, memberi wejangan kepadamu, menunjukkan jalan jalan  keselamatan hingga kamu menempuhnya,


👍Memberi peringatan kepadamu dari jalan-jalan kebinasaan serta menjelaskan JELEKNYA jalan kebinasaan, hingga engkau menjauhi jalan tersebut.
_______________________
♻Lalu bagaimana dengan teman disekitar kita❓

➰Apakah mereka benar-benar teman bagi kita?

🔗Atau mereka hanya orang2 yang berbuat baik dihadapan kita?


👉❗Ingat SAHABAT SEJATI bukanlah yang mendiamkan kesalahan saudaranya tapi yang selalu bersegera menasehatinya tatkala terjerumus dalam
kemaksiatan dan kesalahan.


🍄Sungkan, tidak enak bukan menjadi alasan untuk menasehati saudaramu,dusta pengakuanmu jika kamu mencintai saudaramu tapi membiarkan dia dalam kesalahan

📌Alloh Azza wajala berfirman :
ﺍﻷﺧﻼﺀ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻟﺒﻌﺾ ﻋﺪﻭ ﺇﻻ ﺍﻟﻤﺘﻘﻴﻦ

" teman-teman karib pada hari itu (hari kiamat ) saling bermusuhan satu sama lainya kecuali orang-orang yang bertaqwa " ( QS.Az -Zukhruf 67 )
🔗Selektiflah dalam memilih teman tidak harus semua orang dijadikan sahabat karib.

✒ Abu Hamzah Rizqi (Kra)

🌋Forum Ilmiyah KarangAnyar

Kamis, 01 Januari 2015

Minggu, 28 Desember 2014

Sabtu, 27 Desember 2014

HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU



 🎉 Tahun Baru Masehi akan datang sebentar lagi
, yang mana kita lihat manusia sibuk mempersiapkan diri dalam menyambutnya, baik dengan perayaan, liburan dan yang lainnya.

💼 Kita lihat sebagian kaum muslimin sibuk juga untuk berpartisipasi dalam menyambut tahun baru Masehi ini, baik dengan perayaan, liburan, saling kirim kartu ucapan selamat tahun baru ataupun yang lainnya.

⚡ Sebagian kaum muslimin jatuh dalam penyerupaan mereka dengan orang-orang kafir dalam memperingati hari raya mereka atau mengucapkan selamat hari raya kepada mereka. Maka sekarang merupakan waktu yang tepat untuk kita membahas tentang hukum permasalahan tersebut, semoga Allah selalu menolong kita.

🔊 Berkata Asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah:
Mengucapkan selamat hari raya NATAL atau yang selainnya dari hari-hari raya keagamaan kepada orang-orang kafir adalah HARAM dengan kesepakatan (para Ulama), hal ini sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Ahkam Ahlidz Dzimmah”, dimana beliau mengatakan: “Adapun mengucapkan selamat hari raya siyar-siyar khusus orang-orang kafir adalah haram dengan kesepakatan (para ulama), misalnya mengucapkan selamat hari raya atau puasa mereka, “HARI RAYA PENUH KEBERKAHAN ATAS KALIAN” atau ucapan yang semisal hal tersebut. Meskipun orang yang mengucapkan hal tersebut selamat dari kekufuran, namun hal ini merupakan perbuatan yang haram, ucapan dia ini sederajat dengan yang memberi ucapan selamat atas sujud mereka terhadap salib, bahkan lebih besar dosanya dari hal tersebut disisi Allah. Perbuatan tersebut lebih dibenci daripada memberi ucapan selamat karena minum khamer (arak), membunuh jiwa, melakukan zina dan yang semisalnya.

Dan kebanyakan orang-orang yang jatuh didalam hal itu adalah orang-orang yang tidak memiliki penghargaan terhadap agamanya, tidak tahu buruknya apa yang dia perbuat. Maka barangsiapa mengucapkan selamat kepada pelaku kemaksiatan, kebid’ahan atau kekufuran maka sungguh dia menentang kebencian dan kemurkaan Allah.” Selesai perkataan beliau.

Mengucapkan selamat hari raya keagamaan kepada orang kafir adalah haram, dan kedudukannya sederajat dengan apa yang disebutkan Ibnul Qayyim, hal tersebut karena padanya ikrar terhadap siyar-siyar kekufuran yang ada pada mereka, dia ridha kepadanya, meskipun dia (sebenarnya) tidak ridha kepada kekufuran. Namun meskipun demikian haram bagi seorang muslim meridhai siyar-siyar orang-orang kafir atau memberikan ucapan selamat kepada mereka, karena Allah Ta’ala tidak ridha dengan hal itu, sebagaimana hal ini Dia firmankan:

{إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ}

"Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu.” [QS. Az-Zumar: 7]

{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا}

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [QS. Al-Maidah: 3]

Memberikan ucapan selamat hari raya kepada mereka adalah haram, baik mengucapkannya bersama-sama dalam satu wadah ataupun tidak.

Jika mereka mengajak mengucapkan selamat hari raya mereka, maka kita tidak boleh menjawabnya, karena itu bukan hari raya kita dan bukan pula hari raya yang Allah ridhai, dan juga karena hal itu adalah hari raya yang dibuat-buat dalam agama mereka ataupun hari raya tersebut yang memang disyariatkan, akan tetapi telah terhapus syariat tersebut dengan datangnya agama Islam yang mana Allah mengutus Nabi Muhamad Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada seluruh makhluk. Allah berfirman:

(وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِين)

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [QS. Ali Imran: 85]

Haram bagi seorang muslim memenuhi undangan mereka dalam perayaan tersebut, karena hal tersebut lebih besar dosanya daripada dosa orang yang sekedar mengucapkan selamat hari raya, karena dia bergabung dalam perayaan tersebut.

Demikian pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang-orang kafir dengan memperingati perayaan yang semisal mereka, atau saling tukar hadiah, berbagi kue, makanan, meliburkan diri dari pekerjaan atau yang semisal dengan hal tersebut. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:
(مَنْ تشبّه بقوم فهو منهم)

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dalam golongan mereka.”

🔊 Berkata Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitabnya “Iqtidha Ash Shirathil Mustaqim Mukhalafah Ashhabil Jahim”:
“Menyerupai dalam sebagian perayaan Ied mereka akan melahirkan kebahagiaan hati terhadap perayaan mereka yang padanya terdapat kebatilan, terkadang malah membuat semangat kepada orang-orang kafir dalam memamfaatkan moment tersebut dan merendahkan orang-orang yang tidak mampu.” Selesai perkataan beliau.

Barangsiapa melakukan hal tersebut maka sungguh dia telah berdosa, baik dia melakukannya dalam rangka beramah-tamah dengan mereka, saling mencintai, malu ataupun karena sebab yang lainnya. Hal ini haram karena padanya penipuan terhadap agama Allah dan ini justru membuat kuat hati-hati mereka (diatas kekufuran) serta membuat mereka bangga dengan agama mereka.

Kita mohon kepada Allah agar kaum muslimin diberikan kemluyaan dalam agamanya dan memberikan rizqi kekokohan diatas agamanya. Semoga Allah menolong mereka dari (makar) musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi Maha Mulia.

🔊 Asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah juga berkata:
“Memberi ucapan selamat tahun baru tidak pernah dikenal disisi para Salaf. Oleh karena itu lebih utama hal tersebut ditinggalkan. Akan tetapi apabila seseorang memberi ucapan tersebut kepada orang lain dengan dasar bahwa pada tahun yang lalu telah dia habiskan dengan ketaatan kepada Allah, dia berikan ucapan selamat atas panjangnya umurnya dalam ketaatan kepada Allah, maka jika seperti ini tidaklah mengapa, karena sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan bersamaan itu pula baik amalannya. Akan tetapi memberi ucapan selamat ini pada awal tahun Hijriyah. Adapun pada tahun baru Masehi maka tidak boleh kita memberikan ucapan selamat, karena dia (tahun masehi) bukan tahun yang syar’i, bahkan jika dia memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir pada perayaan hari raya mereka, maka orang tersebut berada dalam bahaya yang besar, karena memberikan ucapan selamat hari raya kepada orang-orang kafir merupakan bentuk keridhoan dan penghargaan terhadap hari raya mereka. Ridha dengan hari raya kekufuran terkadang bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam, sebagaimana yang disebutkan Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Ahkam Ahlidz Dzimmah”.

🚪Kesimpulan dari pembicaraan ini: Sesungguhnya memberi ucapan selamat diawal tahun Hijriyah lebih baik ditinggalkan, tanpa ada keraguan lagi, karena hal tersebut tidak pernah ada di zaman para Salaf, namun jika dilakukan maka tidak berdosa. Adapun memberi ucapan selamat tahun baru Masehi maka tidak boleh.

📩 Sumber: Liqa Babil Maftuh (112).

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
📥 Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta 2 aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
📚 WA. FORUM KIS 🎓

Jumat, 26 Desember 2014

BANTAHAN SYUBHAT PENDUKUNG RODJA


SYUBHAT

Ana pernah membaca tulisan seorang ikhwan yang mendukung Rodja:
“Kenapa kalian melarang manusia untuk mendengarkan Rodja karena salah satu alasannya ada Al Halaby. Sedangkan kalian tidak melarang manusia untuk membaca kitab-kitabnya Iman Nawawi dan Ibnu Hajar Asqolani yang sudah dijelaskan bahwa mereka berdua beraqidah Murji’ah”

Pertanyaannya:

Apakah Shahih penjelasan bahwa Imam Nawawi dan Ibnu Hajar beraqidah Murji’ah. Dan jika benar bagaimana menjawab pertanyaan diatas!

BANTAHAN:

Simak penjelasan al ustadz abdul haq hafizhahullah yang bisa didownload di link berikut:

Unduh audio



atau download di sini


 TIS