Sabtu, 19 Desember 2015

NASEHAT EMAS ASY-SYAIKH FAWWAZ BIN ALY AL-MADKHALY HAFIZHAHULLAH


Mungkin sebagian orang menilaimu sebagai orang yang bertakwa,
Mungkin yang lainnya menilaimu sebagai orang yang banyak berbuat dosa,
Sedangkan yang lainnya mungkin menilaimu demikian atau demikian...

Tetapi...
Engkau lebih mengetahui keadaan dirimu.
Rahasia satu-satunya yang tidak mengetahuinya kecuali dirimu adalah hubungan rahasiamu dengan Rabbmu.

Maka janganlah engkau tertipu dengan orang-orang yang memuji...
Dan orang-orang yang mencelamu tidak akan merugikanmu...

Allah Ta'ala berfirman:

ﺑَﻞِ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﺑَﺼِﻴﺮَﺓٌ.

"Bahkan seseorang itu sangat mengetahui keadaan dirinya."
(QS. Al-Qiyamah: 14)

Termasuk bahaya yang selalu mengancam dalam kehidupan ini yang selalu mengiringi ketaatan dan kemaksiatan, engkau tidak tahu manakah dari keduanya itu yang akan menjadi penutup bagi kehidupanmu.

Maka lakukanlah ketaatan karena ikhlash, bukan karena sekedar ingin melepaskan diri dari kewajiban.

Dan jagalah amalan nafilah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, bukan karena ingin menampakkan sikap pemurah.

Jadi demi Allah, engkau yang paling membutuhkan ketaatan, sementara Rabbmu -Subhanah- sama sekali tidak membutuhkannya.

Jangan engkau menjadikan keinginanmu untuk mengharapkan pujian manusia kepadamu, karena hati mereka berbolak-bolik. Mungkin saja hari ini mereka mencintaimu, namun besok mereka membencimu.

Hendaknya tujuanmu adalah bagaimana agar Rabb manusia dan Rabbmu mencintaimu, karena sungguh jika Allah telah mencintaimu, pasti Dia akan menjadikan hati-hati manusia mencintaimu.

Sesuatu yang haram tetaplah haram hukumnya, walaupun semua orang melakukannya.

Engkau sekali-kali jangan mengalah dengan meninggalkan prinsip-prinsipmu, dan jangan mempedulikan manusia, karena kelak engkau akan dihisab sendirian.

Oleh karena inilah maka hendaknya engkau tetap istiqamah sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, bukan sebagaimana yang engkau mau.

Jadikanlah untuk dirimu simpanan dan rahasia (amal shalih) yang tidak diketahui kecuali oleh Allah...

Karena sebagaimana dosa-dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu membinasakan...

Demikian juga kebaikan-kebaikan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu akan menyelamatkan...

 WhatsApp Salafy Indonesia

Jumat, 18 Desember 2015

INILAH PENYIMPANGAN KELOMPOK IKHWANUL MUSLIMIN ( IM )


Berikut ini 50 "KRITIK" terhadap Firqah/Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM)
1. Sikap tasahul (meremehkan) mereka dalam bidang aqidah.
2. Lemah di dalam prinsip al wala' wal bara'.
3. Masuk ke dalam berbagai bentuk kebid'ahan.
4. Bid'ah tahazzub (fanatik golongan).
5. Mengkritik pemerintah kaum muslimin.
6. Sirriyyah (gerakan rahasia/bawah tanah) yang berjalan di atasnya manhaj Ikhwanul Muslimin.
7. Sikap ta'ashshub (fanatik buta) mereka kepada para tokoh/pembesar Ikhwanul Muslimin.
8. Sikap ta'ashshub terhadap buku-buku Ikhwanul Muslimin.
9. Sikap ta'ashshub terhadap muhadharah-muhadharah (kajian-kajian) Ikhwanul Muslimin.
10. Kerjasama di antara anggota mereka demi kemajuan manhaj Ikhwanul Muslimin.

11. Mereka mentahdzir dengan keras pihak-pihak yang merendahkan Ikhwanul Muslimin.

12. Mereka mentahdzir kitab-kitab yang berisi tahdziran terhadap Ikhwanul Muslimin.

13. Sikap tasahul (meremehkan) menuntut ilmu syar'i.

14. Menyebarkan kaset-kaset yang dilarang untuk disebarkan.

15. Membolehkan untuk mengangkat seorang amir/pemimpin (selain pemerintah kaum muslimin yang sah di wilayah tersebut, pen) walaupun dalam keadaan mukim (tidak safar).

16. Menyebarkan kitab-kitab yang mengandung pemahaman-pemahaman sesat.

17. Bernaungnya mereka di bawah manhaj taqiyyah dan bersumpah dengan dusta.

18. Mengancam siapa saja yang meninggalkan manhaj mereka dan beralih kepada manhaj salaf.

19. Membuat tingkatan-tingkatan (level-level) yang mereka buat-buat sendiri antara sesama anggota mereka.

20. Menerapkan prinsip menyimpang : muwazanah di dalam melakukan membantah

21. Melakukan unjukrasa/demonstrasi di jalan-jalan.

22. Memprovokasi para pemuda untuk melakukan penggulingan kekuasaan.

23. Berdakwah dengan tujuan utama untuk mendirikan kekhilafahan.

24. Bergaul dengan "murdan" (para pemuda yang belum tumbuh jenggotnya dan menyerupai wanita,pen).

25. Gemar berkumpul dan duduk bersama para pemimpin organisasi Ikhwanul Muslimin.

26. Gemar mendengarkan nasyid-nasyid bid'ah.

27. Membolehkan untuk bermain drama.

28. Gemar mengadakan renungan malam di berbagai tempat yang jauh jaraknya.

29. Memberikan bantuan dana dengan nominal tertentu kepada setiap anggotanya demi kemajuan organisasi.

30. Sangat bersemangat untuk mengumpulkan para pemuda di bawah kaidah-kaidah batil mereka.

31. Mereka berkeyakinan bahwa kelompok/organisasi merekalah yang paling utama di antara seluruh kelompok yang ada.

32. Mereka mengklaim bahwasanya ikhtilaf yang terjadi antara mereka dan salafiyyun hanya sebatas ikhtilaf tanawwu'.

33. Mereka menganggap bahwasanya dakwah tidak akan bisa berhasil kecuali dengan bergabung bersama mereka.

34. Menyibukkan diri dengan membaca majalah-majalah dan koran-koran.

35. Mengorganisir berbagai pembunuhan berencana.

36. Sangat bersemangat menarik para pemuda dewasa untuk bergabung bersama mereka.

37. Memanfaatkan beberapa lembaga resmi negara untuk kepentingan organisasi mereka.

38. Menyanjung-nyanjung para tokoh mereka dan berlebihan di dalam memujinya.

39. Bekerjasama dengan kelompok-kelompok sesat yang lain.

40. Sangat memperhatikan kesejahteraan para pemimpin organisasi mereka untuk kepentingan organisasi itu sendiri.

41. Mempengaruhi/menghasut para pemuda untuk masuk ke dalam organisasi Ikhwani.

42. Mengadakan bai'at bathil ala manhaj Ikhwani.

43. Permusuhan mereka terhadap para muwahhidin salafiyyin.

44. Lebih memperhatikan amalan-amalan yang bersifat furu' daripada permasalahan akidah.

45. Memanfaatkan musim haji dan umroh untuk mencuci otak para pemuda dan mendoktrinkan pemikiran ikhwani kepada mereka.

46. Seringkali mengadakan rekreasi/tamasya untuk menarik para pemuda.

47. Memilih orang-orang yang cerdas untuk menjadi sasaran doktrin mereka.

48. Mewajibkan untuk memboikot produk-produk buatan orang-orang kafir.

49. Mengambil fatwa-fatwa ulama yang mencocoki hawa nafsu mereka.

50. Sangat bermudah-mudahan di dalam permasalahan gambar makhluk bernyawa.

               - ( SELESAI ) -

 Dari Risalah yang sangat bagus, "Jam'u asy-Syattaat fima Kutiba 'an al-Ikhwan al-Muslimin"
✏ asy-Syaikh Abdullah an-Najmi hafizhahullah
 Taqdim : al-'Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmi hafizhahullah

••••••••••••••••

 Majmu'ah Manhajul Anbiya
 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

Kamis, 17 Desember 2015

TAHDZIR adalah NASEHAT


 Tahdzir merupakan aplikasi dari Amar Ma'ruf Nahi Munkar, bahkan termasuk NASEHAT TERHADAP UMAT
 Nasihat agar menjauhi kebatilan dan pengusungnya, sekaligus sebagai nasehati terhadap orang yang ditahdzir agar mengintropeksi diri dan tersadar dari penyimpangannya.

 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
"Jika penyampaian nasehat wajib dilakukan demi kemashlahatan agama, baik yang bersifat khusus maupun umum, seperti yang terkait para perawi hadits yang melakukan kesalahan dalam periwayatannya atau berdusta. Sebagaimana yang dikatan oleh Yahya bin Sa'id, "Aku bertanya kepada Malik, Sufyan, ats-Tsauri, al-Laits bin Sa'ad – tampaknya al-Auza'i juga – tentang seseorang yang diduga berdusta dalam periwayatan hadits atau tidak hafal?"

Mereka berkata, "JELASKANLAH KEADAANNYA!!"

 Sebagian orang ada yang berkata kepada al-Imam Ahmad rahimahullah, "Sungguh berat bagiku memvonis si fulan demikian dan si fulan demikian!"
 Al-Imam Ahmad menjawab, "Jika kamu diam dan aku pun diam, kapankah seorang yang jahil (bodoh/tidak mengerti) dapat membedakan antara hadits yang shahih dengan hadits yang lemah?!"

 Seperti itu pula kondisi para pengusung bid'ah yang mempunyai berbagai statemen atau badah yang menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Jadi, menjelaskan keadaan mereka dan memperingatkan umat dari mereka adalah KEWAJIBAN sebagaimana kesepakatan kaum muslimin." (Majmu' Fatawa 28/231)

 Asy-Syaikh al-'Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata, "Manakala pengusung kebenaran (ahlul haq) berdiam diri, tidak menjelaskan kesalahan-kesalahan (baca : penyimpangan) orang-orang yang bersalah dan kekeliruan-kekeliruan orang yang keliru, niscaya tidak akan terwujud dakwah kepada kebaikan dan amar ma'ruf nahi munkar yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada mereka.

Merupakan sesuatu yang maklum, sebab tergoresnya sebuah dosa ialah sikap diam terhadap kemungkaran, membiarkan orang yang menyimpang di atas penyimpangannya, dan orang yang menyelisihi kebenaran di atas keselahannya. Sikap diam tersebut tentu bertentangan degnan apa yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu nasehat, tolong-menolong di atas kebaikan, dan amar ma'ruf nahi munkar. Wallahul Muwaffiq.
 (Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah 3/69)

Bisa jadi, di antara pembaca ada yang bergumam, "Justru dengan sebab tahdzir itulah, terjadi berbagai kekacauan dan perpecahan di tengah umat."

Menanggapi hal ini, asy-Syaikh al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
 "Mentahdzir manhaj-manhaj yang menyimpang dari manhaj salaf justru MEMPERSATUKAN KALIMAT UMAT ISLAM, tidak memecah belah barisan mereka. Manhaj-manhaj yang menyimpang itulah yang sebenarnya memecah belah barisan umat Islam."

(al-Ajwibah al-Mufidah, hal. 157)

Dinukil dari Majalah asy-Syari'ah edisi 107 (vol. IX/1436 H/2015 M), tulisan "KETIKA TAHDZIR DIPERSOALKAN" oleh al-Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, hal.8-9

••••••••••••••••
 Majmu'ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya


APAKAH TAHDZIR dari Bahaya Ahlul Bid’ah juga DISAMPAIKAN UNTUK ORANG AWAM?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 Pertanyaan :
Bagaimana pendapat anda tentang seseorang yang tidak suka/meninggalkan untuk mendengar rudud (bantahan para ‘ulama sunnah terhadap kebatilan dan para pengusungnya, pen). Ketika dia ditanya tentang sebab kenapa dia bersikap demikian, dia menjawab: karena yang bertanya kepadaku adalah orang awam, bacaan al-Qur`an masih belum bagus.
Bagaimana penjelasan anda, barakallahufikum?

 Jawab :
Apabila dia (orang yang bertanya itu) adalah orang awam, maka perlu DIAJARI aqidah dan DIPERINGATKAN dari BAHAYA BID'AH.
 Banyak orang awam sekarang yang justru menjadi bala tentaranya para ahlul bid’ah.
 Maka mereka (orang-orang awam itu) harus diperingatkan …

Katakan kepadanya, “Fulan itu ada kebid’ahannya ini dan itu, apabila kamu mendengarkan (ucapan-ucapan dan ceramah-ceramahnya) maka akan memBAHAYAkanmu.

JANGANLAH kamu membaca (buku-bukunya),
 
Jangan mendengar kaset-kasetnya, dan

hendaknya WASPADA dari ucapan-ucapannya.”

Yakni orang AWAM perlu ada yang MEMPERINGATKANNYA. Ingatkanlah dia dengan kaidah, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”

 Sekarang ini, orang-orang awam dijadikan sebagai sasaran empuk oleh para ahlul bid’ah, dengan tidak membiarkan mereka (orang-orang awam itu) membaca kitab-kitab rudud. Kata mereka, ini menghabiskan waktu orang-orang awam.

[ Majmu’ Kutub wa Rasa’il wa Fatawa asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali XIV/273 ]

sumber http://manhajul-anbiya.net

••••••••••••••••••••••

Majmu'ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya


 BANTAHAN TERHADAP AHLI BID’AH TERMASUK DARI KETAKWAAN DAN JIHAD TERBESAR

 Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi rahimahullah

Pertanyaan: “Sebagian manusia jika melihat kami mentahdzir ahli bid’ah dan para pengekor hawa nafsu, mereka mengatakan pada kami, ‘Bertakwalah kepada Allah, wajib bagi kalian untuk menuntut ilmu dan tinggalkan bantahan-bantahan!’, Apakah termasuk dari ketakwaan kepada Allah menyebarkan bantahan dan tahdzir terhadap ahli bid’ah?”

 Jawaban: “Bantahan terhadap ahli bid’ah termasuk dari ketakwaan terbesar dan jihad terbesar di jalan Allah. Dan yang mengatakan perkataan itu, bisa jadi orang-orang bodoh atau para pengekor hawa nafsu

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

Rabu, 16 Desember 2015

TANGISAN ASY SYAIKH IBNU BAZ RAHIMAHULLAH, MEMPRIHATINKAN ACARA BID'AH MAULID NABI YANG BANYAK DILAKUKAN KAUM MUSLIMIN


Berkata Syaikh Abdul Aziz Bin Baz Rahimahullah :


"Ahlussunnah mengimani bahwasannya Ar Rasul shallallahu 'alaihi wasallam lebih mereka cintai dari segala sesuatu setelah Allah. Maka yang paling dicintai oleh Ahlussunnah adalah Allah Jalla Wa'ala semata kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliaulah manusia yang paling mereka cintai melebihi kecintaan terhadap diri sendiri, harta dan anak. Kemudian para Nabi setelah beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Dan kami diatas (keyakinan) itu, kami diatas jalan mereka.


Kami bersaksi kepada Allah.. kami bersaksi kepada Allah, bahwasannya beliau (shallallahu alaihi wasallam) lebih kami cintai dari segala sesuatu setelah Allah.
 
Kami bersaksi kepada Allah, bahwasannya beliau (shallallahu alaihi wasallam) lebih kami cintai dari jiwa-jiwa kami, harta dan anak-anak kami, dan segala sesuatu.

Demi Allah, seandainya beliau (shallallahu alaihi wasallam) mensyariatkan perkara itu (yakni; acara maulid Nabi) untuk kami, niscaya kami akan bergegas mengamalkannya dan mengajak kepada (ajaran) beliau (shallallahu alaihi wasallam).

Demi Allah, seandainya beliau (shallallahu alaihi wasallam) mensyariatkan perkara itu niscaya kami akan mendakwahkannya, kami akan bergegas mengamalkannya, dan kami akan tulis kitab-kitab tentang (disyariatkannya) perkara itu.

Akan tetapi beliau (shallallahu alaihi wasallam) tidak mensyariatkan untuk kita, beliau tidak melakukannya, tidak pula dilakukan para sahabat beliau.

Namun pada hari ini, (orang menilai bahwa) musuh manusia adalah orang yang melarang dari kebiasaan-kebiasaan mereka."

~~~~~~~~~~~~~~~~~

✏Alih Bahasa » Abu Salim ibnu Shalih Al Jawy
Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/2015/12/tangisan-asy-syaikh-ibnu-baz.html

PENTINGNYA TAHDZIR (PERINGATAN KERAS) WALAUPUN MASALAH KESEHATAN.


Ditulis Oleh al Ustadz Amr Bin Suroif :

Tersebarnya Herbal herbal BKO (bahan kimia Obat )
di tengah masyarakat sekarang ini sangatlah berbahaya terhadap kesehatan.

HERBAL yang di campurkan bahan kimia akan menipu mayarakat, sehingga menyangka ini baik untuk kesehatan , padahal kerusakannya lebih besar.
Akan merusak organ tubuh lainnya. Seperti oedema, ginjal, jantung dan organ tubuh lainnya.

Sehingga bagi kaum muslimin agar berhati hati dari herbal yang di campurkan bahan kimia.

Di dalam masalah kesehatan saja harus berhati hati.
Terlebih lagi masalah Agama. Yang masalah nya adalah sangatlah besar di sisi Allah azzawajalla.

Taruhannya adalah antara SURGA atau NERAKA.

Janganlah tertipu dengan HERBAL yang di campurkan racun. Demikian pula, janganlah tertipu dengan ahlulbid'ah yang membacakan ayat ayat Allah azzawajalla di campurkan syubhat2, kebid'ahan sehingga tersamarkan di kalangan kaum muslimin.

Bertanyalah kepada ahlinya di dalam setiap permasalahan.
Allah azzawajalla berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِيۤ إِلَيْهِمْ فَٱسْأَلُواْ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنْتُم لاَ تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (QS An-Nahl:43)

Asy Syaikh Zaid Al-Madkhali rahimahullah
Berkata :

"Suatu fenomena yang jelas dan terang dari para salaf dan ‘ulama yang mengikuti mereka, yaitu benar-benar para penuntut ilmu di setiap tempat dan zaman sangat membutuhkan untuk mengetahui kitab-kitab rudud (bantahan) terhadap ahlul ahwa’ dan ahlul bid’ah, juga untuk mengenal kitab-kitab al-Jarh wa at-Ta’dil.

Agar mereka waspada tidak tertipu dengan orang-orang majruhin (yang telah dijarh/dicela/dicerca oleh para ‘ulama), dan agar mereka selamat dari kejelekan para ahlul bid’ah. Berikutnya, agar mereka menjadi para penjaga aqidah yang selamat, dan para pembela Sunnah Shahihah yang lurus."

 Al-Ajwibah as-Sadidah ‘an al-As’ilah ar-Rasyidah II/324-325

Allahu'alam bishowab

Senin, 14 Desember 2015

Tuntunan Salaf Dalam Mengambil Ilmu


Audio Muhadhoroh Purbalingga , di Masjid Agung Daarussalam Purbalingga ,pada hari Malam Sabtu, 30 Shofar 1437 H / Jum’at, 11 Desember 2015
1. “Sesi 1 - Tuntunan Salaf Dalam Mengambil Ilmu”

LINK DOWNLOAD : http://bit.ly/1TM4sMX

2. “Sesi 2 - Tuntunan Salaf Dalam Mengambil Ilmu”

LINK DOWNLOAD : http://bit.ly/1TM4AvQ

KAJIAN DISAMPAIKAN OLEH :

AL USTADZ MUHAMMAD RIJAL, LC ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ

Sumber : kajiansalafy.net/rekaman-kajian/audio-muhadhoroh-purbalingga-tuntunan-salaf-dalam-mengambil-ilmu/

TurutAndil MenShare : yukngajisemarang.blogspot.com

MACAM-MACAM KEZHALIMAN

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata :
1⃣Macam yang pertama: Kezhaliman yang paling besar adalah kesyirikan (menyekutukan Allah ta'ala), sebagaimana firman Allah ta'ala:

{إن الشرك لظلم عظيم}

"Sesungguhnya kesyrikan itu adalah benar-benar kezhaliman yang besar."

2⃣Macam yang kedua: kezhaliman seorang hamba terhadap dirinya dengan berbagai maksiat, karena dia telah menyerahkan dirinya untuk disiksa.

3⃣Macam ketiga: kezhaliman seorang hamba terhadap manusia dengan

-mengambil harta mereka,
-menggunjing mereka,
-mengadu domba,
-mencuri harta mereka,
-menganiaya kehormatan mereka dengan gunjingan, adu domba, fitnah, umpatan, celaan dan sebagainya dari bentuk pengurangan hak,
-atau pada darah mereka dengan membunuh orang yang bersih dari tuduhan tanpa alasan yang benar, atau dengan memukul, melukai, menghina tanpa alasan yang benar. Maka hal-hal ini terhitung sebagai kezhaliman terhadap manusia.

I'anatul Mustafid

WA AL-UKHUWWAH



( أنواع الظلم)

النوع الأول: - وهو أعظمها -: ظلم الشرك، قال تعالى: ((إن الشرك لظلم عظيم)).

النوع الثاني: ظلم العبد نفسه بالمعاصي، لأنه عرض نفسه للعقوبة.

النوع الثالث: ظلم العبد للناس، بأخذ أموالهم، أو غيبتهم، أو نميمتهم، أو سرقة أموالهم، أو التعدي عليهم في أعراضهم بالغيبة والنميمة والقذف والهمز واللمز وغير ذلك من التنقص، أو في دمائهم بقتل الأبرياء بغير حق، أو بالضرب و الجرح والإهانة بغير حق، فهذا تعد على الناس.

[1/57] بتصرف

PENGAKUAN MANTAN MUBALLIGH (Pentolan) LDII


INILAH POIN-POIN KESESATAN
Aqidah LDII ( Lembaga Dakwah Islam Indinesia )

1⃣ TIDAK SAH sholat dibelakang Imam SELAIN Islam Jamaah.

✖Apabila terpaksa supaya diniati munfarid/sholat sendiri.
✖Apabila orang LDII berjumlah 2 orang / lebih,supaya membuat IMAM SHOLAT BAYANGAN yaitu salah satu dari orang LDII tersebut dijadikan Imam sholatnya.(makmum yg dijadikan Imam sholat pada saat sholat berjamaah).

2⃣ Ilmu Al-Quran dan Al- Hadist yg benar hanyalah ilmu yg di MANQUL kan / di ajarkan dari Nurhasan Al ubaidah,karna satu2nya orang yg punya SANAD didunia ini hanyalah Dia.

TIDAK BENAR  dan TIDAK SAH ilmu yg di ambil selain dari Dia.

3⃣ Semua orang yg tidak mau BERAMIR dan BERBAI'AT kepada NURHASAN UBAIDAH hukumnya KAFIR.
Adapun orang yg keluar dr Islam Jamaah /LDII hukumnya MURTAD /KELUAR DARI ISLAM.

4⃣ Menikah harus sesama Islam Jamaah / LDII

Tidak sah nikah seseorang kalao tdk dinikahkan oleh Amir LDII atau Wakil2nya.

5⃣ Tidak boleh mensholati MAYIT yg bukan anggota Islam Jamaah.
Apabila terpaksa mensholati supaya TIDAK USAH WUDHU.

6⃣ Apabila mati tidak boleh mewarisi harta peninggalannya walaupun yg mewarisi Orang tuanya (hukum waris tidak berlaku apabila ada anggota keluarga yg tidak ikut LDII)

7⃣ Tidak mengakui presiden Indonesia sebagai WALIYUL AMRI yg sah.

8⃣ HALAL berbohong kepada selain golongannya maupun kpd pemerintah untuk kemaslahatan dakwahnya.

9⃣ TIAP BULAN WAJIB  mengeluarkan Shodaqoh yg diserahkan kepada Amir sebesar 2,5% atau 5% atau 7,5% atau 10%  dari PENGHASILAN TIAP BULAN.
Perincian untuk menentukan prosentase adalah sebagai berikut:

A)-Apabila harta kekayaannya 7 jt s/d 15 jt maka tiap bulan wajib setor 2,5%.

B)-Apabila harta kekayaannya 15 jt s/d 22  jt maka tiap bulan wajib setor 5%.

C)-Apabila harta kekayaannya 22 jt s/d 30 jt maka tiap bulan wajib setor 7,5%.

D)-Apabila harta kekayaannya 30 jt keatas maka tiap bulan wajib setor 10%.

Adapun Jamaah yg kekayaannya dibawah 7 jt tetap wajib setor  namun bebas dari ketentuan tsb diatas.

 Apabila Jamaah bersalah Wajib menulis SURAT TAUBAT untuk disaksikan kepada Amir.

Serta Harus membayar KAFAROH sejumlah uang,sesuai kadar kesalahannya untuk diserahkan kepada Amir.

1⃣1⃣ Mewajibkan semua orang untuk BAIAT kepada AMIR  Islam Jamaah.

Adapun orang yg mati belum berbaiat maka matinya mati JAHILIYAH / KAFIR.

1⃣2⃣ Tidak boleh membaca buku / kitab yg tidak dimanqulkan oleh AMIR nya.

Adapun yg sudah dimanqulkan Amirnya adalah  Al-Quran dan Kitabussitah.

1⃣3⃣ Amir mempunyai IJTIHAD yg wajib untuk ditaati.

Apabila Jamaah Mentaati Ijtihad2 Amir maka wajib masuk surga dan barang siapa yg tidak mentaatinya akan masuk kedalam Neraka.

Antara lain:
A....SHODAQOH  /  INFAQ  % AN tiap bulan.
B....Menulis surat taubat bagi yg bersalah.
C....menetapi  progam 5 bab dalam ilmu dan amal.yaitu:...
1) mengaji
2) mengamal
3) membela
4) sambung Jamaah.
5) Taat Alloh ,Rosul dan Amir.

D...apabila pergi ketempat Jamaah  harus membawa surat sambung....dll

⤴In sya Alloh bersambung...

..Zamroni Muh.Wahid Mantan Mubaligh LDII
===========

Di Persaksikan ketsiqohanNya Oleh:
Abu Zaid Taufiq Temanggung:

 In sya Alloh yang memposting tentang POIN² KESESATAN AQIDAH LDII di atas yaitu Pak Zamroni lebih Tsiqoh, karena beliau sudah ngaji di Salafy dan beliau di LDII sudah lama selama ±40 tahun, dan beliau salah satu MANTAN MuballighNya LDII.
Wallohu a'lam bishshowaab....
_____________________

Notefoot
~~~~~~
Berdasarkan hadits Hudzaifah ibnul yaman radhiyallahu anhu : ( Dahulu para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallahu a'laihi was salam tentang kebaikan ,
Tapi saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu a'laihi was salam tentang kejelekan
Khawatir/takut kejelekan tersebut menimpaku.
(Riwayat Muslim)
~~~~~~~~~~~

Di Nukil Dari Group:
مجموعة أخبار مكة والمدينة
__________________

Penanggung jawab penyebaran

Admin Group:
» Fawaid ilmiyah wad durus || www.fawaidilmiyahwaldurus.blogspot.co.id

Minggu, 13 Desember 2015

WAHAI ORANG-ORANG YANG BERPALING DARI MENUNTUT ILMU…APA UDZUR KALIAN DI SISI ALLAH



 Diantara perkataan Fadhilatu al-‘Allamah al-Mufassir Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di -semoga Allah merahmati beliau-
... Beliau berkata:

“Wahai orang-orang yang berpaling dari menuntut ilmu.. Apa ‘udzur ( alasan) kalian di sisi Allah, Sedangkan kalian dalam keadaan  sehat wal’afiat dan bersenang-senang..!?

 Apa yang menghalangi kalian darinya( dari menuntut ilmu agama)…, padahal kalian dalam keadaan diberi rizki oleh Rabb kalian (sehingga) kalian bisa menggembala(binatang ternak kalian)…

 Apakah kalian rela atas diri-diri kalian untuk ( disamakan) menjadi seperti binatang ternak yang digembalakan bebas..!?
Apakah kalian lebih memilih hawa nafsu daripada petunjuk.., padahal hati-hati kalian dalam keadaan lalai dan bingung..
Apakah kalian hendak menempuh jalan-jalan kebodohan, padahal itu adalah jalan yang lemah..
Sedangkan kalian meletakkan jalan-jalan petunjuk, padahal itu adalah jalan yang terang lagi bermanfaat..

 Apakah engkau rela jika dikatakan kepadamu:
❓❓ Siapa Rabbmu,  apa agamamu, dan siapa Nabimu..,  engkau tidak mampu menjawab..

 Dan jika dikatakan :
❓❓ Bagaimana tata cara sholat dan beribadah, engkau menjawab dengan jawaban yang tidak benar…

 Juga bagaimana engkau akan berjual-beli dan bermuamalah,
sedangkan engkau tidak mengerti yang halal dari yang haram..

 Demi Allah, sesungguhnya tidak akan ada yang rela dengan keadaan ini melainkan hanya orang-orang yang serupa dengan binatang ternak..

 Maka -semoga Allah merahmati kalian- hendaknya kalian menjadi orang-orang yang mempelajari ilmu

 Jika kalian tidak mampu melakukannya, maka hadirlah di majlis ilmu sebagai mustami’ (orang yang menyimak) dan mengambil faidah darinya. Serta bertanyalah kepada ahli ilmu agar kalian memperoleh petunjuk dan keterangan yang jelas.

 Namun, jika kalian tidak mau melakukannya dan berpaling dari ilmu secara keseluruhan, maka sungguh kalian telah binasa dan termasuk ke dalam orang-orang yang merugi

 Tidakkah kalian telah mengetahui, bahwa menyibukkan diri dengan ilmu adalah termasuk dari ibadah yang paling mulia, termasuk dari ketaatan dan bentuk pendekatan diri (kepada Allah -pent) yang paling afdhol, serta akan beroleh keridhoan Rabb bumi dan langit (Allah).

... Sedangkan majlis ilmu, engkau duduk di sana lebih baik daripada dunia dan seisinya. Serta faidah yang engkau petik darinya dan kemanfaatan yang engkau peroleh dengannya, tidak ada suatu apapun yang dapat mengimbangi dan menyamainya.

 Maka bertakwalah wahai hamba Allah. Sibukkanlah diri kalian dengan apa-apa yang menjadi tujuan penciptaan kalian dari mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya.

 Serta mintalah kepada Rabb kalian agar Allah memberikan taufik, perlindungan, dan penjagaan-Nya kepada kalian.

.. Allah berfirman: Ataukah orang yang beribadah di waktu malam dalam keadaan sujud dan berdiri, ia takut akan akhirat dan mengharap rahmat dari Rabbnya. Katakanlah : apakah sama antara orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu? Hanyalah orang-orang yang berakal yang mau mengingat.

 Sumber : Kitab “al-Fawakihusy Syahiyyah fil Khuthobil minbariyyah” : (no. 66)

(Pengirim artikel), Yang mencintai kalian: Abu Bakr bin Yusuf asy-Syarif

Sumber : http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=42232&goto=newpost

Wallahu’alam bishowab

Alih Bahasa: Syabab Forum Salafy

 WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
 Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

Rekaman Audio Kajian Radio Al I'tishom 12-13 Desember 2015


1⃣ Adab Menggunakan HP
Sesi 1 http://bit.ly/1NO1OpM
Sesi 2 http://bit.ly/1TJWoMu

2⃣ Menunaikan Amanah
http://bit.ly/1Rja3fT

 Al-Ustadz Rifa'i حفظه الله

 Wahai Anakku, Jika Sudah Terputus Amalku...
http://bit.ly/1YdvU7p

Al Ustadz Ayip Syafruddin

 Sabtu - Ahad, 12-13 Desember 2015 M

Radio Al I'tishom Semarang

 salafysemarang.com
---------------------------
 WA Radio Al I'tishom

Sabtu, 12 Desember 2015

Senyumanmu di hadapan saudaramu merupakan shadaqah


BERCANDA ANTARA BERLEBIHAN DAN MEREMEHKAN
... Adz-Dzahaby –rahimahullah– berkata:  “Tertawa ringan dan tersenyum lebih utama. Adapun sebagian orang-orang yang berilmu yang meninggalkannya maka hal itu terbagi menjadi dua:

 Pertama: menjadi sesuatu yang utama bagi orang yang meninggalkannya karena menjaga adab, takut kepada Allah, dan sedih terhadap keadaan dirinya.

 Kedua: tercela bagi orang meninggalkannya karena pemarah, sombong dan dibuat-buat.

 Namun orang yang banyak tertawa dia akan diremehkan oleh manusia. Dan tidak diragukan lagi bahwa tertawa pada pemuda lebih ringan urusannya dan lebih dimaklumi dibandingkan pada orang yang sudah tua.

 Adapun tersenyum dan berwajah ceria maka jelas lebih mulia dibandingkan itu semua. Karena Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِيْ وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ.

“Senyumanmu di hadapan saudaramu merupakan shadaqah.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 353 –pent)

.., Jarir (bin Abdillah Al-Bajaly –pent) radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi was sallam tidak pernah melihat diriku kecuali beliau selalu tersenyum.” (Al-Bukhary no. 6089 dan Muslim no. 2475)

 Inilah akhlak Islam.  Jadi yang paling utama adalah orang yang banyak menangis di malam hari, namun banyak tersenyum di siang hari…

 Tinggal di sini ada sedikit yang perlu diperhatikan: bagi siapa yang terlalu banyak tertawa dan tersenyum, hendaknya dia menguranginya dan mencela dirinya agar manusia tidak muak kepadanya. Sedangkan bagi yang suka cemberut dan bermuka masam hendaknya dia tersenyum, memperbaiki akhlaknya serta mencela dirinya atas keburukan akhlaknya. Segala sesuatu yang menyimpang dari sikap pertengahan maka hal itu tercela. Dan jiwa membutuhkan perjuangan dan latihan.”

(Siyar A’lamin Nubalaa’, terbitan Muassasah Ar-Risalah, 10/140-141)

WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
Channel Telegram : http://bit.ly/forumsalafy

Bersihkan Masjid & Mushalla Kita dari Paham Radikalisme ISIS & SYIAH


Jum'at & Sabtu, 22-23 Shafar 1437H ~ 04-05.12.2015M | Ma'had Riyadhul Jannah As-Salafy, Wonogiri | Bersama Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askary hafizhahullah
-- Download audio | Mp3 versi 24 Kbps --

[ Khutbah Jum'at ]

Berinfaq di Jalan Allah عز وجل
01. Download Audio di sini



[ Kajian Tematik ]

Kiat Islamy Menggapai Rumah Tangga Idaman
02. Download Audio di sini


Bersihkan Masjid & Mushalla Kita dari Paham Radikalisme ISIS & SYIAH
03. Sesi 1 Download Audio di sini

04. Sesi 2 Download Audio di sini


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: ARS | Panitia Kajian Islam Ilmiyyah Ma'had Riyadhul Jannah As-Salafy

Dipublikasikan oleh: WA Forum Berbagi Faidah & AlFawaaid•Net