Senin, 04 Januari 2016

DUKUNGAN TERHADAP KERAJAAN ARAB SAUDI dalam MEMERANGI TERORISME, KHAWARIJ, DAN SYI'AH



Keputusan eksekusi terhadap 47 teroris, sebagai Penegakan Keadilan dan Mewujudkan Misi Islam Rahmatan lil 'Alamin

al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullah
~~~~~~~~~~~~~

Muhadharah di Masjid Mahad as-Salafy Jember | Senin Malam,  24 Rabi'ul Awwal 1437 H / 4 Januari 2016 H

Durasi (41:42) = 7,16 MB Versi Box DownLoad Disini

•••••••••••••••••

Majmu'ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

Minggu, 03 Januari 2016

Rekaman Kajian Indahnya Sunnah Nabi


AUDIO REKAMAN Kajian Ilmiyyah Sumpiuh Masjid Al-Furqon , Mahad Al-Ittiba Dukuh ,Jum'at, 20 Robiul Awal 1437 H / 1 Januari 2016



Bersama al Ustadz Muhammad Umar Assewed Hafizhahullah


1.Khutbah Jumat http://bit.ly/1RisKyV



2.Pembukaan Kajian Ust Ali Mahdi http://bit.ly/1PFks4h

3.Kajian Indahnya Sunnah Nabi Sesi 1 http://bit.ly/1OCcfJ0

4.Kajian Indahnya Sunnah Nabi Sesi 2 http://bit.ly/1RXOK3O


Selengkapnya kunjungi ...http://ittibaussalaf.com

Semoga bermanfaat...

Fatwa-fatwa ‘Ulama Besar Tentang Ikhwanul Muslimin


Oleh Al-Ustadz Qomar ZA, Lc :

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Beliau ditanya:

“Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu. Hadits Nabi Shalallahu 'alaihi wa Salam dalam hal perpecahan umat: ‘…Akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semua di neraka kecuali satu… dan seterusnya.’ Apakah Jamaah Tabligh dengan kesyirikan dan bid’ah yang mereka miliki, juga jamaah Ikhwanul Muslimin dengan kekelompokan mereka dan ketidaktaatan kepada penguasa… Apakah dua kelompok ini masuk ke dalam kelompok-kelompok yang binasa?”

Jawab:

“Masuk ke dalam kelompok yang 72 (tujuhpuluh dua). Dan siapa saja yang menyelisihi aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah maka masuk yang 72 kelompok. Yang dimaksud dengan kata ‘umatku’ adalah umat ijabah, yakni umat yang menyambut seruan Allah Ta'ala dan menampakkan diri bahwa mereka mengikuti Nabi Shalallahu 'alaihi wa Salam. Mereka ada 73 golongan. Yang selamat adalah yang mengikuti beliau Shalallahu 'alaihi wa Salam dan istiqamah di atas agamanya. Sedangkan yang 72 golongan, di antara mereka ada yang kafir, ada yang ahli maksiat, ada yang ahli bid’ah, bermacam-macam.”

Penanya: “Yakni, dua kelompok ini termasuk dari 72 golongan itu?”

Jawab: “Ya, termasuk dari 72 golongan itu.”

(diambil dari salah satu rekaman pelajaran Al-Muntaqa di kota Tha‘if, 2 tahun sebelum wafat beliau)
~~~~~

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah

Beliau rahimahullah berkata:

“Tidak benar bila dikatakan bahwa Ikhwanul Muslimin termasuk Ahlus Sunnah, karena mereka memerangi As-Sunnah.”

(diambil dari kaset Fatwa Para Ulama seputar Jamaah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin, studio Minhajus Sunnah, Riyadh)
~~~~~

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah

Beliau ditanya:

“Apakah ada nash-nash dari Al-Qur`an dan Sunnah Nabi n yang memperbolehkan berbilangnya kelompok-kelompok atau ikhwan?

Jawab:

“Dalam Al-Qur`an maupun As-Sunnah tidak ada sesuatu yang membolehkan berbilangnya kelompok-kelompok dan jamaah-jamaah. Bahkan yang ada, Al-Qur`an maupun As-Sunnah mencela hal itu. Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Al-An’am: 159)

Dan Allah Ta'ala berfirman:

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

“Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Rum: 32)

Tidak diragukan bahwa kelompok-kelompok ini bertolak belakang dengan apa yang Allah perintahkan, bahkan apa yang Allah anjurkan dalam firman-Nya:

وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (Al-Mu`minun: 52)

Adapun ucapan sebagian orang bahwa tidak mungkin dakwah akan kuat kecuali jika berada di bawah kelompok/organisasi, maka kami katakan: Ini tidak benar. Bahkan dakwah akan semakin kuat setiap kali seseorang semakin bernaung di bawah Al-Qur‘an dan Sunnah Nabi Shalallahu 'alaihi wa Salam serta mengikuti jejak Nabi dan para Al-Khulafa‘ Ar-Rasyidin.”
(diambil dari kitab Jama’atun Wa-hidah la Jama’at, karya Asy-Syaikh Rabi’)
~~~~~~

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah

Beliau ditanya:

“Apakah jamaah-jamaah yang ada masuk dalam 72 golongan yang binasa?”

Jawab:

“Ya, semua yang menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jamaah berupa kelompok-kelompok yang mengatas-namakan Islam, (menyelisihi) dalam hal dakwah atau dalam hal aqidah, atau sesuatu dari pokok-pokok iman, maka ia masuk ke dalam 72 kelompok. Dan ia masuk dalam ancaman dan terkena celaan serta hukuman sesuai kadar penyelewengannya.”

Beliau juga ditanya:

“Apa
hukum keberadaan kelompok-kelompok seperti Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan lain-lain di negeri muslimin secara umum?”

Jawab:

“Jamaah-jamaah pendatang ini wajib untuk tidak kita terima, Karena mereka ingin menyelewengkan kita dan memecah-belah kita. Menjadikan yang ini ikut jamaah Tabligh, yang ini ikut Ikhwanul Muslimin, yang ini begini… Kenapa berpecah seperti ini? Ini termasuk kufur terhadap nikmat Allah Ta'aIa. Kita berada di atas satu jamaah dan agama kita jelas. Kenapa kita menjadikan yang rendah sebagai ganti yang baik?”
(diambil dari buku Al-Ajwi-bah Al-Mufidah)
~~~~~

Asy-Syaikh Shalih Al-Luhaidan hafizhahullah

Beliau berkata:

“Ikhwanul Muslimin dan Jamaah Tabligh bukan termasuk orang-orang yang berada di atas manhaj yang benar. Sesungguhnya seluruh jamaah dengan penamaan-penamaannya semacam itu tidak punya sandaran pada pendahulu umat ini.”
💡(Diambil dari rekaman kaset Fatwa Para Ulama tentang Jamaah-jamaah dan Pengaruhnya di Negeri Al-Haramain, Studio Minhajus Sunnah, Riyadh)

http://asysyariah.com/fatwa-fatwa-ulama-besar-tentang-ikhwanul-muslimin/

Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata

Sabtu, 02 Januari 2016

SYUKUR DAN DUKUNGAN TERHADAP KERAJAAN ISLAM SAUDI ARABIA Atas Ditegakkannya Hukum Had terhadap 47 teroris dan penjelasan atas sikap Iran yang beraksi negatif


Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang sebaik-baiknya kepada Kerajaan Arab Saudi,  atas tindakan menegakkan hukum had syar'i kepada orang berhak

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه،
أما بعد:

Setiap muslim yang merasa mulia dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya — shallallahu alaihi wa sallam — dan sunnah para Khulafaur Rasyidin — radhiyallahu 'anhum — pasti bergembira atas amal yang ditegakkan oleh Kerajaan Islam Saudi Arabia,  yaitu menegakkan hukum Allah terhadap sejumlah teroris.
 
Bertolak — di antaranya — dari Firman Allah Ta'ala :

(إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ) [المائدة: 33].

"Hanyalah balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, serta melakukan perusakan di muka bumi,  adalah : dibunuh,  disalib,  atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau dilenyapkan dari muka bumi.  Itulah HUKUMAN di dunia,  dan untuk mereka   adzab yang pedih di akhirat."  (al-Maidah : 33)
dan dari Sabda Rasul yang mulia — shallallahu alaihi wa sallam —

(حد يعمل في الأرض خير لأهل الأرض من أن يمطروا أربعين صباحا)

"Satu hukum had yang ditegakkan di muka bumi LEBIH BAIK daripada mereka diberi hujan selama empat puluh hari." (HR. Ahmad, an-Nasa'i,  Ibnu Majah,  dan lainnya dari shahabat Abu Hurairah. Dihasankan oleh al-Albani)

Semoga Allah terus menambahkan kepada Kerajaan Islam Saudi Arabia kekokohan dan semangat berpegang teguh kepada agama Allah yang haq. Juga memberikan teman-teman dekat yang shalih,  yang senantiasa mendorong dan memberikan semangat untuk berpegang kepada kebenaran dan keadilan, serta berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya — shallallahu alaihi wa sallam —

Semoga Allah hancurkan makar musuh-musuhnya,  terkhusus kaum Rafidhah,  yang mereka itu sangat marah terhadap sikap berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya — shallallahu alaihi wa sallam — , merasa tersakiti dengan penegakan hukum had. Karena mereka TIDAK BERIMAN kepada al-Qur'an dan as-Sunnah yang diemban dan disampaikan oleh para shahabat yang mulia, baik aqidah,  manhaj, maupun jihad dalam rangka meninggikan kalimat Allah Tabaraka wa Ta'ala, serta menegakkan hukum-hukum syar'i berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, demi menegakkan keadilan yang akan mengantarkan kepada terjaganya agama Allah,  terjaga pula jiwa dan harta,  serta mengantarkan kepada keamanan dan ketenangan.
Kaum Syiah Rafidhah Iran, yang mengaku diri mereka sebagai pemerintah Islam, marah besar dan mengingkari, padahal Islam BERLEPAS DIRI dari mereka,  dan mereka lepas dari Islam
Demikian juga Syiah Libanon yang menamakan diri mereka sebagai "Hizbullah",  padahal mereka adalah Hizbusy Syaithan.
Demikian juga Kaum Hutsi yang menamakan diri mereka sebagai "Ansharullah", padahal mereka adalah Anshar Syaithan.
Mereka semua marah dan mengingkari penegakan hukum syar'i oleh Kerajaan Saudi Arabia yang berasaskan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya — shallallahu alaihi wa sallam —

Sikap-sikap negatif mereka itu menunjukkan bahwa ISLAM yang mereka dakwahkan hanyalah "Islam" bikinan yang diletakkan oleh musuh-musuh Allah untuk mereka,  yaitu oleh Abdullah bin Saba si Yahudi dan para penerusnya dari kalangan orang-orang mulhid,  yang mereka itu lebih keras permusuhannya terhadap Islam dan muslimin, terutama terhadap manusia-manusia terbaik setelah para nabi (yakni para shahabat,  pen)
Inilah Islam versi Rafidhah, yang menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Sepanjang sejarah hingga hari ini,  mereka terus berada di atas prinsip yang menghancurkan tersebut.

Di antara buktinya : Syiah menumpahkan darah kaum muslimin di Yaman,  Iraq,  Suriah,  puluhan ribu jiwa menjadi korban,  di samping jutaan yang diusir dari negerinya.
  
Karena kaum Rafidhah, setelah berbagai sikap-sikap negatif di atas,  mereka adalah SUMBER TEROR terhadap jiwa dan terhadap pemikiran.
  
Ikut pula dalam paham teror tersebut,  kelompok-kelompok Khawarij Takfiri yang terpengaruh dengan Sayyid Quthb dan lainnya dari para gembong paham takfir masa ini.
ditulis oleh Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali 22 Rabi'ul Awwal 1437 H / 4 Januari 2016 M
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=156474

••••••••••••••••••
 Majmu'ah Manhajul Anbiya Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
________________________________________________________________________


SYI'AH RAFIDHAH IRAN MENJARAH & MEMBAKAR KEDUTAAN SAUDI ARABIA DI TEHERAN

Menyusul eksekusi mati terhadap 47 orang jaringan teroris takfiri  di Saudi Arabia termasuk seorang dedengkot Syi'ah (bersama para pelaku jaringan teroris Khawarij Al Qaeda, ISIS) yang mendalangi gerakan demonstrasi anti-pemerintah di Saudi Arabia, terbakarlah kemarahan Syiah,  merekapun melakukan penjarahan dan pembakaran terhadap kedutaan Saudi Arabia di Teheran Iran.

Berikut gambar bukti dan video yang dilansir oleh akun militer Saudi Arabia (Saudi Army) tentang kejadian tersebut.
https://facebook.com/SaudiArmy/

Semoga segenap kaum muslimin dimanapun berada selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu wahai Ta'ala dari makar pengkhianatan kaum Syiah Rafidhah dukungan Iran. Amin.

Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata

Audio Rekaman Kajian Islam Cilacap


Tema : Meniti Jejak As-Salafush Sholih

Tinjauan Islam terhadap Radikalisme, Syi’ah dan Liberalisme

Pemateri Al-Ustadz Muhammad bin ‘Umar As-Sewed حفظه الله

di Masjid al-Jihad Komplek MTQ Al-Manshuroh Cilacap

pada hari Sabtu, 22 Robi’ul Awwal 1437H / 2 Januari 2016

Versi MP3 Mono
32 kbps 44,1 Khz

Pembukaan
Durasi : 27:13
Ukuran : 6,3MB

Sesi Pertama
Durasi : 58:50
Ukuran : 13,5MB

Sesi Kedua
Durasi : 59:26
Ukuran :  13,7MB

©Sumber:
http://www.almanshurohcilacap.com/audio/audio-tinjauan-islam-terhadap-radikalisme-syiah-dan-liberalisme/

http://kajiansalafy.net/rekaman-kajian/muhadharah-tinjauan-islam-terhadap-radikalisme-syiah-dan-liberalisme/

ISLAM RAHMATAN LIL 'ALAMIN Menumpas Angkara Murka Kejahatan dan Para Perusak di muka bumi Terorisme, al-Qaeda, ISIS, Khawarij , Syi'ah ❗


Allahu Akbar ....

Inilah salah satu upaya nyata Kerajaan Arab Saudi dalam memerangi terorisme yang banyak dipraktekkan oleh kaum Khawarij dan Syi'ah.

Pedang rahmat dan keadilan telah mengeksekusi 47 teroris : Rafidhah, Khawarij,  Zindiq ....
 
Di antaranya :
Tokoh Syiah Internasional : Namir an-Namir.


Tokoh Khawarij : Faris Alu Syuwail
dan sekian nama lainnya.

Allah Ta'ala telah memberikan taufiq yang besar kepada negeri tauhid UNTUK BERBUAT NYATA demi Islam dan Muslimin,  ....  Ini merupakan sekian upaya nyata darimu wahai Raja Salman bin 'Abdul Aziz....

Setelah sebelumnya...

Koalisi dan Operasi Militer "Asifatul Hazm" menyambut permintaan Pemerintah Yaman,  yang meminta tolong mengentaskan negeri tersebut dari Krisis Kemanusiaan akibat kejahatan kaum Pemberontak Syiah Hutsi yang bengis dan jahat.

Koalisi Militer Islami untuk pemberantasan terorisme
Sekarang eksekusi mati para teroris,  para perusak di muka bumi...
di samping berbagai langkah nyata lainnya.

Sungguh kita sebagai kaum yang beriman benar bersyukur kepada Allah, dan memberikan dukungan kepada Kerajaan Saudi Arabia. Karena negara tersebut berjalan di atas prinsip al-Qur'an dan as-Sunnah berdasarkan prinsip para salafus shalih.

➡️ Jangan pedulikan tanggapan negatif corong Syiah internasional, Iran.

Hai'ah Kibarul Ulama di Kerajaan Arab Saudi menegaskan :
"Eksekusi atas keputusan pengadilan ini merupakan upaya mendapatkan ridha Allah Taala dengan cara menerapkan Syari'at-Nya."
(sumber : ArabNews)

Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia
"Pelaksanaan hukum-hukum syar'i merupakan rahmat dan kemashlahatan bagi umat manusia. Sekaligus melindungi mereka dari kejelekan dan mencegah terjadinya berbagai kekacauan di tengah-tengah mereka."
(sumber : ArabNews)

❌ Tindakan Pemerintah Arab Saudi ini bukanlah tindakan politik istana kerajaan terhadap para oposisi yang dinilai membahyakan politiknya, sebagaimana dituduhkan oleh sebagian pihak. Namun ini adalah TINDAKAN DEMI MENJALANKAN KEWAJIBAN HUKUM SYAR'I

••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

MUKMIN YANG CERDAS


Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata :

Yang wajib atas seorang mukmin adalah menjadi orang yang pandai lagi cerdas, sebagaimana sabda Nabi  shallallahu 'alaihi wa sallam:

" Orang mukmin itu adalah orang yang pandai lagi cerdas."

Dan sabda Beliau:

"Orang Mukmin tidak boleh disengat binatang berbisa dua kali dari satu lubang yang sama."

Maka orang mukmin itu tidak akan tergesa-gesa menerima ucapan, madzhab, atau manhaj hingga memeriksanya dengan teliti.

Lalu bagaimana cara memeriksanya?
Hendaknya dia cocokkan dengan al-Qur'an dan sunnah, jika dia mengetahuinya, namun jika tidak mengetahuinya, hendaknya dia bertanya kepada orang yang berilmu dan orang yang memiliki hujjah tentangnya sampai mereka membedakan untuknya perkara yang benar dan yang batil.

Hal ini wajib atas kita seluruhnya untuk tidak tertipu dengan propaganda yang dipoles, disamarkan, dan dibungkus dengan sesuatu yang membuatnya bagus hingga kita selidiki kejelekannya dan kita ketahui hakekat perkaranya, apabila kita mampu melakukan itu--falhamdu lillah---.

Namun jika tidak mampu, maka kita tanyakan kepada orang yang berilmu dan orang yang memiliki hujjah, yang mereka bisa membedakan yang hak dan yang batil.
I'anatul Mustafid

http://bayenahsalaf.com/vb/showthread.php?p=57928

Al-UKHUWWAH

http://telegram me./ukhwh

، والواجب على المؤمن أن يكون كَيِّساً فطناً كما قال النبي صلى الله عليه وسلم: "المؤمن كَيِّسٌ فطن" ويقول صلى الله عليه وسلم: "لا يلدغ المؤمن من جحر مرتين"، فالمؤمن لا يتسرع بقبول الأقوال أو المذاهب أو المناهج حتى يفحصها تماماً، وكيف يفحصها؟، يعرضها على الكتاب والسنّة إن كان يعرف، وإن كان لا يعرف يسأل عنها أهل العلم وأهل البصيرة، حتى يميزوا له الصحيح من السقيم، هذا واجب علينا جميعاً أننا لا ننخدع بالدعايات المُزَوَّقَة والمستورة والمغلّفة بشيء من المحسّنات حتى نَسْبُرَ غَوْرَها، وَنَخْبُرَ ما بداخلها إن كنا نستطيع ذلك فالحمد لله، وإلاَّ فإننا نسأل أهل العلم وأهل البصيرة الذين يميّزون بين الحق والباطل.

Kamis, 31 Desember 2015

Telah Terbit Buletin Saku YUK NGAJI Edisi Perdana Dengan Judul " SAUDI ARABIA Sebagai Pelayan HAJI & UMROH "


Bismillaahi Walhamdulillah ...

Dengan Pertolongan Allahu Ta 'Ala Semata Telah Terbit Buletin Saku YUK NGAJI Edisi Perdana Dengan Judul " SAUDI ARABIA Sebagai Pelayan HAJI & UMROH "

Tak Lupa Kami Ucapkan Jazakumullohu Khoiron Kepada Asatidzah Yang Telah Memberikan Motivasi Atas Terbitnya Salah Satu Sarana Media Dakwah Untuk Mengenalkan Manhaj Salaf Kepada Seluruh Kaum Muslimin Secara Umum.

Adapun Judul Pada Edisi Mendatang Masih Menunggu Koreksi Dari Al Ustadz Muhammad Isnadi Kendal Hafizhahullahu.

Dan Tentunya Kami Sangat Mengharapkan  Ta'awun Antum Semua, Ikhwah Yang Berada Di Semarang & Sekitarnya Dalam Penyebaran Belutin Saku Tersebut.

Adapun Harga Belutin Sebagai Berikut :

Edisi Perdana Dengan Harga Rp 1000/Exp
Pada Edisi Selanjutnya Dengan Harga Rp 1500/Exp

Untuk Luar Kota/Pulau Pemesanan Minimal 50 Exp { Belum Termasuk Biaya Ongkos Kirim }

Kalau Antum Berminat Bisa Menghubungi Abu Nafisah Hasan 085 712 445 355

Belutin Saku Ini Diterbitkan Oleh :

Majelis Ta'lim Al-I'tishom Jalan Tambakboyo Lor No 6 Tlogosari Kulon Semarang

-----------------------------

NB : Ukuran Buletin Saku 10×14 Cm , Cover kertas Cts Full Color

TurutAndil MenShare : www.AhlussunnahSemarang.com

SEMOGA ALLAH MENJAGA NEGERI TAUHID



Manakala mayoritas manusia di berbagai belahan bumi merayakan malam Tahun Baru Masehi. Termasuk banyak dari kaum muslimin di negaranya masing-masing juga ikut-ikutan merayakan malam tersebut, semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka.

Di segenap penjuru dunia, suasana langit malam itu "dimeriahkan" oleh kilatan warna-warni kembang api dan suara dentumannya yang mengganggu ketenangan.

Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khathab radhiyallahu 'anhu telah memperingatkan umat Islam agar menjauhi perayaan-perayaan orang-orang kafir,  karena pada saat itu murka Allah turun kepada orang-orang kafir tersebut.
......................................................

Namun Allah menjaga hamba-hamba pilihan-Nya....

Allah memberikan taufiq kepada Negeri Tauhid,  Kerajaan Arab Saudi untuk tegar dan kokoh di atas prinsip syari'at Islamiyyah. Negeri inilah satu-satunya yang mengarahkan dan membimbing warganya untuk TIDAK IKUT-IKUTAN MERAYAKAN MALAM TAHUN BARU MASEHI.
Suasana pada malam itu di negara Arab Saudi tetap tenang,  tidak ada hingar bingar kembang api atau yang lainnya.

Para ulama sunnah di negeri Arab Saudi sangat gigih dalam menegakkan dakwah Tauhid dan Sunnah,  yang disambut dengan baik oleh pemerintahnya. Sehingga tidak ada di muka bumi ini yang menerapkan Syari'at Islamiyyah sebagaimana Negeri Arab Saudi.

Semoga Allah senantiasa memuliakan dan menjaga negeri Tauhid dan Sunnah, serta memberikan barakah kepadanya.
Semoga Allah memperbaiki kondisi kaum muslimin di berbagai tempat, dan mengembalikan mereka kepada bimbingan al-Qur'an dan as-Sunnah, di atas manhaj Salafush Shalih.

•••••••••••••••••••••
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
Majmu'ah Manhajul Anbiya

Rabu, 30 Desember 2015

KAMI ADALAH SALAFIYYIN BUKAN GOLONGAN SEMPALAN



Sebagian ahlul bid'ah pada hari ini memberi julukan kepada Salafiyun sebagai Al-Madakhilah (pengikut Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali, pen.), semoga Allah menjelekkan mereka atas apa yang mereka tetapkan. Sebelumnya mereka menjuluki kita dengan Al-Albaniyyin (pengikut Asy-Syaikh Al-Albani, pen.) dan Al-Jamiyah (pengikut Syaikh Muhammad Aman Al-Jami, pen.).

Demikianlah keadaan ahlul ahwa wal bida' dalam mencela muhaddits dunia Al-Imam Al-Albani rahimahullah dan Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad Aman Al-Jami rahimahullah. Demikian juga (ketika mencela) mawar masa ini yakni Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah kemudian ulama-ulama kita, syaikh-syaikh kita, dan para penuntut ilmu yang berjalan di jalan mereka.

Dan sungguh (ahlul bid'ah) telah memberi julukan ahlus sunnah dari salafush shalih kita dengan Al-Hasyawiyah, An-Nashibah, Al-Musyabbihah, Zawamilul Asfar, dan selain dari itu dari julukan-julukan yang menunjukkan isi hati mereka (ahlul bid'ah). Dan salafush shalih kita tidaklah memilih julukan-julukan ini dan juga tidak meridhainya.

و تلك شكاة ظاهر عنك عارها

"Dan itu adalah aib yang kamu tuduhkan, padahal sangat jelas bagimu bahwa itu adalah kebanggaan yang nyata"

Demikian pula para pengikut Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dijuluki dengan Al-Wahhabiyyah.

Berkata penulis tulisan "Al-Wahhabiyyah dan pemimpinnya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab":

"Sesungguhnya julukan Al-Wahhabiyyah bukanlah julukan yang dipilih oleh para pengikut dakwah tersebut untuk diri mereka, juga tidak diterima penetapan julukan tersebut atas mereka, akan tetapi yang menetapkan itu sebelumnya adalah musuh-musuh mereka -dalam keadaan penyelisihan mereka- dalam rangka membuat orang lari dari mereka. Dan demikian pula bagi yang mendengar (dituduhkan kepada mereka) bahwa mereka datang dengan madzhab kelima yang menyelisihi madzhab-madzhab Islam yang empat yang besar. Adapun julukan yang mereka ridhai dan mereka menamakan diri dengannya adalah "As-Salafiyun" (Salafy) dan dakwah mereka adalah "dakwah As-Salafiyah"."

Dan ini semua termasuk ke dalam perbuatan menghalangi dakwah Salafiyah dan membuat (manusia) lari darinya, serta masuk ke dalam perbuatan memanggil dengan julukan/gelaran (yang mengandung ejekan).

Allah Ta'ala berfirman, "Dan jangan memanggil dengan julukan/gelaran (yang mengandung ejekan). Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang zhalim".

Dan demikianlah keadaan ahlul bid'ah wal ahwa` di setiap masa dan tempat.

Dan kita As-Salafiyyun adalah orang-orang yang muttabi'un/ittiba' (mengikuti Nabi) dan bukan orang-orang yang mubtadi'un/ibtida' (mengada-adakan bid'ah). Jika sekiranya kita harus taqlid maka niscaya kita akan bertaqlid kepada imam yang empat atau kepada yang lebih utama dari mereka dari kalangan para shahabat yang mulia radhiyallahu 'anhum.

Dan sang pencerah abad ini (yakni Asy-Syaikh Rabi', pen.) hafizhahullah melarang dan memerangi taqlid dan ta'ashub (fanatisme golongan) dan beliau memiliki tulisan/buku dengan judul "At-Ta'shshub Adz-Dzamim" (Ta'ashub yang Buruk), demikian juga sebelum beliau, Al-Imam Al-Albani dan Al-'Allamah Muhammad Aman Al-Jami semoga Allah merahmati keduanya. Dan upaya mereka berdua memerangi taqlid dan ta'ashub juga telah masyhur dan diketahui.

Dan sebagai penutup, saya katakan kepada mereka-mereka:

Jika (julukan) Madkhali adalah penolong dien kita, maka saksikanlah wahai bangsa jin dan manusia bahwa saya adalah seorang Madkhali.

Ditulis oleh: 'Izzuddin bin Salim bin Ash-Shadiq

Sumber: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=60444

Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

***

 FSI || http://forumsalafy.net/?p=13726
 Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TIDAK ADA YANG BISA MENYATUKAN UMAT INI KECUALI AQIDAH YANG SHAHIH


MEWUJUDKAN PERSATUAN UMAT

 Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,

 "Kaum muslimin tidak akan bisa bersatu kecuali di atas aqidah yang shahih (benar). Aqidah-lah yang telah menyatukan para shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam setelah sebelumnya mereka terpecah belah. Sebagaimana firman Allah,
"Ingatlah kalian terhadap nikmat Allah atas kalian, ketika sebelumnya kalian adalah saling bermusuhan, maka Allah satukan antara hati – hati kalian." (Ali 'Imran : 103) ….
☀ TIDAK ADA YANG BISA MENYATUKAN UMAT INI KECUALI AQIDAH YANG SHAHIH. Adapun apabila kondisi umat masih berselisih, berbeda-beda dalam aqidah dan keyakinan maka tidak akan bisa bersatu selamanya!!

… apabila mereka (yaitu orang yang menyatakan diri sebagai da'i, ingin memperbaiki umat, pen) memang menginginkan persatuan kaum muslimin, maka hendaknya PERTAMA KALI YAN MEREKA LAKUKAN ADALAH MEMBENAHI/MELURUSKAN AQIDAH. Urusan aqidah inilah, yang dulu para rasul – sejak rasul pertama hingga rasul terakhir – semuanya sangat mementingkannya, dan memulai dakwah dengannya. MAKA PERTAMA KALI, WAJIB ATAS MEREKA UNTUK MENYATUKAN AQIDAH UMAT TERLEBIH DAHULU. Apabila aqidah telah disatukan, maka umat akan bersatu. Ini kalau mereka serius dan jujur dalam dakwah mereka (yakni mereka mengaku ingin melakukan perbaikan umat, pen). Namun kenyataannya mereka justru mengejek para da'i yang menjelaskan tentang aqidah, berdakwah kepada aqidah yang benar, dengan mengatakan, "dai ini mengkafirkan umat, ini ingin memecah belah kaum muslimin, … ."

ℹ Kita katakan kepada mereka, "Kalian tidak akan bisa menyatukan umat tanpa aqidah yang benar. Kalau aqidah ini sudah satu, niscaya umat pun akan bisa disatukan dengan sangat mudah.

Allah Ta'ala berfirman, "Dia – lah (Allah) yang telah menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan kaum muslimin. Dan Allah-lah yang menyatukan hati-hati kalian. Kalau kamu menginfakkah seluruh yang ada di bumi semuanya (untuk menyatukan mereka) niscaya kamu tidak akan bisa menyatukan hati mereka. Tapi Allah-lah yang menyatukan antar mereka. sesungguhnya Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana." (al-Anfal : 62-63) …

Umat tidak akan bersatu kecuali di atas prinsip ibadah kepada Rabb yang satu (yakni Tauhid), yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala. …

Inilah cara untuk menyatukan kaum muslimin. Kalau mereka jujur, maka hendaknya mereka memperbaiki aqidah kaum muslimin, membersihkan darinya berbagai penyimpangan dan dari berbagai yang disusupkan padanya. Supaya aqidah tersebut kondisi menjadi murni sebagaimana aqidah yang dibawa oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, supaya kaum muslimin bisa bersatu di atasnya."

[ Muqaddimah Syarh terhadap kitab Syarhus Sunnah al-Barbahari ]

•••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

PERINGATAN DARI ACARA MALAM TAHUN BARU DAN HARI - HARI LIBUR TAHUN BARU MASEHI


Nashoro merayakan :

➡ Hari kelahiran 'Isaa عليه السلام
➡ Hari kenaikan 'Isaa عليه السﻻم
➡ Tahun baru masehi

Kaum muslimin pun ikut2an bikin acara :

➡ Maulid , memperingati kelahiran رسول الله صلى الله عليه وسلم
➡ Isro mi'roj , memperingati naiknya rasulullah صلى الله عليه وسلم ke sidhrotulmuntahaa
➡ Memperingati tahun baru hijriyah

Hal ini merupakan bentuk tasyaabuh bilkuffar yg dilarang dalam islam !!

Benarlah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

لتتبعن سنن من  قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع ، حتى لو أنهم دخلوا جحر ضب لاتبعتموه
(رواه البخاري و مسلم )

Benar-benar  kalian akan mengikuti cara orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal , sehasta demi sehasta sampai2 mereka masuk ke lubang dhob(sejenis kadal/biawak) kalian pun mengikutinya .
( Hr.Bukhori-Muslim )

* Pencari AlHaq


 Nasrani menggunakan lonceng untuk memanggil jama'ahnya ketika beribadah..

Yahudi menggunakan terompet untuk memanggil jama'ahnya ketika beribadah..

Majusi menggunakan api untuk memanggil jama'ahnya ketika beribadah..

⭐Dan pada jam 00.00 WIB malam tahun baru, sebagian umat Islam menggunakan ketiganya dalam satu waktu..⭐

Lonceng berbunyi,
Terompet berbunyi,
Kembang api dinyalakan..

Maka benarlah apa yg telah disabdakan Rasulullah 14 abad tahun yg lalu,

Dari Abu Sa‘id Al Khudri,ia berkata:
Rasululah bersabda,

Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk (mengikuti) ke dalamnya.
Mereka (para sahabat) bertanya:
Wahai Rasulullah, apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani.?
Lalu beliau berkata,
Siapa lagi kalau bukan mereka.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan,

tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara.
(Majmu’ Al Fatawa, 27:286)

Sadarkah kita.?
siapa yg pertama kali merayakan tahun baru.?
Orang-orang kafir atau Orang-orang muslim.
Silahkan temukan jawabannya dalam hati masing-masing

Dan ingatlah bahwa Rasulullah telah memberi peringatan kpd orang2 yg menyerupai orang2 kafir

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
(HR.Ahmad 2:50 dan Abu Daud no.4031)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami
(HR.Tirmidzi no.2695 Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Semoga bermanfaat dan menjadi
pelajaran🔑

 http://bit.ly/AkhwatSalafiyatBerbagiFaedah

~~~~~~~~~~~~~~~~

Turut Menyebarkan
◾SALAFIYYAAT BALIKPAPAN◾
 http://salafiyyaatbpp.blogspot.com


PERINGATAN DARI ACARA MALAM TAHUN BARU DAN HARI - HARI LIBUR TAHUN BARU MASEHI

Disampaikan oleh:
Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed Hafidzahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Dhiya'us Sunnah - Cirebon)


 .....maka sekali lagi saya ingatkan untuk kita kerjasama..

Di pondok kita jaga mereka....dirumah... tentunya orang tua yang menjaga....

INI MASA HURA - HURA...

 Orang - Orang yang tidak dekat dengan agama....maka mereka memiliki segala macam acara maksiat

✨ Apakah panggung gembira...
Acara ini...acara bergadang
Acara segala macam..

 SEHINGGA ANAK - ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DIMALAM TAHUN BARU....

 ✈DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA - MANA

↩↪Ramainya jalan GAK MASUK AKAL.

MEREKA SEAKAN - AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA....

⌚Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda !

 Waktunya sama 24 jam...

 Setiap jamnya sama 60 menit...

 Dibilang malam panjang....
Dibilang malam...
Sama saja...!!

✋ GAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN

❌ GAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG, DALAM BENTUK HARINYA GA ADA PERBEDAAN.....

Bahkan yang berbeda adalah umurmu bertambah satu tahun

Dan itu na'udzu billah...mendekatkan diri kepada KEMATIAN...

BUKAN SENANG HARUSNYA...

Berarti umur saya berkurang lagi...
Kemarin baru sekian...
Ikhwani fiddiin a'azzakumullah...

Apakah itu patut dirayakan...???

SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA...

GA ADA ATURANNYA...

LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI'LISH SHAHABAH, WA LAA TABI'IN, WA LAA TABI'IT TABI'IN, WA LA AIMMAH....

Itupun kalau tahunnya tahun baru islam...

✂ APALAGI INI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASEHI, DENGAN AGAMA NASRANI

KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA

Tahun hijriyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan

❗GAK ADA SUNNAHNYA

Apalagi tahun baru masehi...namanya masehi...

Ikhwani fiddin a'azzakumullah.....

✅ Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan wa thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al 'izzah..

⚠ INI PERKARA YANG BETUL - BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI

YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA

قوا انفسكم و اهليكم نارا

Sumber Audio:
Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon

Link audio:
https://goo.gl/o9sUI3
(417KB) - durasi [03:33]

˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙
DakwahSalafiyahMajalengka
Channel Telegram: http://bit.ly/DakwahSalafiyahMajalengka