Sabtu, 13 Agustus 2016

ANTARA TAHDZIR DAN MENASEHATI



Ada sebagian pihak yang menuduh salafiyin mencari-cari kesalahan dan tidak melakukan upaya nasihat terhadap orang-orang yang terjatuh dalam kesalahan dan penyimpangan, padahal penyimpangan tersebut mereka sebarkan di dunia maya.


️Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi hafizhahullah juga pernah ditanya tentang permasalahan ini.


Beliau menjawab,

“KITA SEDANG DIUJI DENGAN TIPE ORANG SEPERTI INI.

Engkau dapati seseorang
▪️menyebarluaskan kebatilan,
▪️kedustaan,
▪️dan tuduhan terhadap orang lain.

Terkadang dia lakukan secara khusus dan terkadang secara umum.

APABILA ENGKAU MENEGUR ATAU MENGKRITIKNYA, dia menyatakan,
‘Mengapa mereka mentahdzir saya?
Mengapa mereka tidak menasihati saya?
Mengapa mereka tidak menjelaskan kepada saya?’

▶️(Ini semua) adalah alasan-alasan yang rusak. Kami menuntut mereka bertobat kepada Allah ‘azza wa jalla dan kembali kepada kebenaran dengan penuh adab dan tawadhu’ serta meninggalkan alasan alasan semacam ini.


Anggaplah orang tersebut salah, tidak berbicara dan menasihatimu. Akan tetapi, engkau kembalilah (terlebih dahulu) kepada kebenaran lalu tegurlah kesalahannya.


️Akan tetapi jika engkau sebar luaskan kepada semua orang sementara engkau tetap di atas kebatilan dan kesalahanmu lantas engkau berkata,
‘Mereka belum berbuat begini,
mereka telah berbuat begitu,’
ini omong kosong.

Seorang mukmin harus kembali kepada Allah dan menerima nasihat yang tersembunyi ataupun yang terang terangan. Adapun engkau menyebarkan kesalahan-kesalahanmu di dalam kitab-kitab, kaset-kaset dan… dan…

kalau seandainya engkau sembunyikan kesalahan-kesalahanmu dan engkau lakukan dalam kegelapan antara kamu dan Allah ‘azza wa jalla (yang tahu),

lantas ada orang yang tahu, dia harus menasihatimu secara tersembunyi (antara engkau dan dia saja).


Adapun engkau menyebarkan ucapan-ucapan dan perbuatanmu di seluruh dunia,

kemudian ada seorang muslim menyebarkan bantahan terhadapmu, tindakan seperti ini tidak masalah. Tinggalkan alasan-alasan seperti itu yang (muncul) dari kebanyakan pengusung kebatilan yang bersikukuh di atas kebatilan dan penentangannya.”


[Majmu’ Kutub wa Rasail 14/271-272]

.................
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
Majalah Asy Syariah
Ashhaabus Sunnah
http://bit.ly/ashhabussunnah
www.ittibaus-sunnah.net

🕋•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•🕋
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Tahdzir #Nasehat

KEBENARAN HANYA DIKETAHUI DENGAN ILMU



Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:

" Sesungguhnya Anda tidak akan bisa membedakan antara orang yang mengikuti kebenaran dan orang yang mengikuti kebathilan kecuali dengan media ilmu yang bermanfaat (ilmu agama) ..

Dan kami telah menyaksikan orang-orang yang bertindak ngawur karena merasa tidak butuh dan meremehkan ilmu yang bermanfaat ..

Dan mereka pun menjadi pengikut setiap orang yang berteriak (bicara tanpa ilmu). "

Qam'ul Mu'anid, jilid 2 hlm. 550

Sumber || https://twitter.com/muqbelWadi/status/763693167124312064

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy


JADILAH SEORANG SALAFY SEJATI, BUKAN SALAFY IMITASI !!



️Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata:

“Salafiyyun bukanlah seorang yang makshum (tidak terjatuh dalam kesalahan).
Namun mereka adalah orang-orang yang berpegang pada kebenaran (ahlul haq), orang-orang yang berpegang dengan As-Sunnah (ahlus-sunnah). Mereka adalah sebaik-baik manusia dalam aqidah, manhaj, agama, akhlak, adab dan ilmu.”

️[Majmu’ Fatawa, 10/115]



️Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah berkata:

“Seorang sunni (pengikut sunnah) yang sebenarnya adalah seorang yang tidak marah jika ada seseorang yang menyebutkan pelaku kebidahan lalu mencelanya dan memperingatkan (manusia) darinya. Seorang sunni seharusnya merasa senang dengan hal tersebut, ia tidak merasa marah. Namun jika ia marah, maka ketahuilah bahwa ia bukan seorang sunni, bahkan ia adalah seorang pendusta.

️Inilah yang kami berlakukan padanya hingga hari ini. Ketulusan mereka (terhadap manhaj ahlus sunnah) diuji dengan hal ini, yang telah disebutkan pada kalian. Maka inilah jalannya para ulama sunnah, dan inilah jalannya para ulama salaf. Barangsiapa yang berjalan di atasnya maka ia seorang sunni salafi, dan barangsiapa menyelisihinya maka iaorg seorang khalafi (orang-orang baru) yang muncul, siapapun dia.”



Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

“As-Salafiyyah adalah mengikuti manhaj nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Nabi dan sahabat adalah salaf kita dan orang-orang yang mendahului kita, orang-orang yang mengikuti mereka adalah as-salafiyyah (salafy sejati).”

[Liqa' Al-Baab Al-Maftuuh kaset no. 57]



️Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Kesimpulannya, ia (al-ghuraba’/salafy sejati) adalah seorang yang asing dalam urusan dunia dan akhiratnya. Ia tidak memiliki penolong dan pembela dari orang-orang awam. Ia adalah seorang berilmu di tengah-tengah orang bodoh. Ia adalah ahlus-sunnah yang berdakwah menyeru kepada Allah dan rasul-Nya ditengah-tengah ahlul-bid’ah dan para da’i yang menyeru kepada kesesatan dan bid’ah. Ia memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran di tengah-tengah masyarakat yang menganggap sesuatu yang ma’ruf sebagai kemungkaran dan menganggap kemungkaran sebagai sesuatu yang ma’ruf.”

[Madarijus Salikin, 3/200]

[ URL ] http://www.alfawaaid.net/2016/07/artikel-jadilah-seorang-salafy-sejati.html

Rujukan: Dari Situs ForumSalafy.Net / Channel Telegram Ashhaabus Sunnah @ashhabussunnah

 Judul dari Admin
🕋•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•🕋
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
 http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #salafy #tidak_maksum #pengikut_kebenaran #salafy_sejati #salafy_imitasi

KEUTAMAAN ILMU ATAS HARTA



Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah:

Keutamaan ilmu atas harta bisa diketahui dari beberapa sisi diantaranya:

Ilmu merupakan warisan para Nabi, dan harta merupakan warisan para raja dan hartawan.

Ilmu menjaga pemiliknya, dan pemilik harta menjaga hartanya.

Harta berkurang dengan pemberian, dan ilmu bertambah dengan pemberian.

Pemilik harta kalau meninggal dunia berpisah dengan hartanya, dan ilmu masuk ke kuburan bersama pemiliknya.

Ilmu menghakimi harta, dan harta tidak bisa menghakimi ilmu.

Harta ada pada orang yang beriman dan kafir, orang baik dan buruk, sedangkan ilmu yang bermanfaat tidak ada kecuali pada orang yang beriman.

Pemilik ilmu membutuhkannya para raja dan orang-orang yang di bawahnya, dan pemilik harta tak lain membutuhkannya orang-orang yang tidak punya dan tidak mampu saja.

Jiwa menjadi mulia dan suci dengan mengumpulkan ilmu -hal ini dikarenakan kesempurnaan dan kemuliyaan ilmu- , adapun harta tidak menyucikannya, tidak menyempurnakannya, tidak pula menambah sifat kesempurnaan, bahkan jiwa menjadi rendah, kotor, dan bakhil dengan mengumpulkannya dan tamak padanya, maka ketamakan terhadap ilmu adalah kesempurnaan ilmu itu sendiri dan ketamakan terhadap harta merupakan kekurangan harta itu sendiri.

Harta menyeru ke perbuatan melampaui batas, berbangga-bangga dan bermegah-megahan, sedangkan  ilmu menyeru ke perbuatan merendahkan diri dan penghambaan, dan harta menyeru ke sifat para raja sedangkan ilmu menyeru ke sifat para hamba.

Ilmu menarik dan menghantarkan makhluk ke kebahagiaan yang dia diciptakan karenanya, dan harta menghalangi makhluk dari kebahagiaannya.

Cinta ilmu dan penuntutannya asal dari semua ketaatan, dan cinta dunia dan harta serta penuntutannya asal dari semua kejelekan.

Harga diri orang yang kaya dinilai dari hartanya, dan dia tegak dengan hartanya, maka jika hilang hartanya hilang pula harga dirinya, sedangkan harga diri orang yang berilmu dinilai dari ilmunya dan selalu ada, bahkan bertambah dengan berlipat ganda.

Tidaklah seseorangpun mentaati Allah kecuali dengan ilmu, dan kebanyakan yang memaksiati Allah, tak lain memaksiati-Nya dengan harta.

Orang yang berilmu menyeru manusia kepada Allah dengan ilmunya dan keadaannya, dan orang yang berharta menyeru manusia ke dunia dengan keadaannya dan hartanya.

Kaya harta kebanyakannya merupakan sebab kebinasaan pemiliknya, dan sesungguhnya itu perkara yang dicintai jiwa, maka jika jiwa melihat orang yang mengutamakan perkara yang dicintai dari dirinya, maka dia akan mengusahakan dalam kebinasaannya, seperti kenyataan yang ada. Adapun kaya ilmu sebab kehidupan seseorang dan kehidupan  selainnya, dan manusia jika melihat orang yang menuntut dan mengutamakan ilmu atas mereka, maka mereka mencintainya, melayaninya dan memuliyakannya.

Harta akan dipuji pemiliknya dengan mengosongkan dan mengeluarkannya, dan ilmu dipuji dengan berhias dan bersifat dengannya.

Orang yang kaya harta harus berpisah dengan kekayaannya, maka dia tersiksa dan tersakiti ketika berpisah dengannya, orang yang kaya ilmu tidak akan sirna ilmu itu darinya, sehingga dia tidak tersiksa dan tersakiti, maka kelezatan kaya harta terputus, sirna dan berakibat kepedihan, sedangkan kelezatan kaya ilmu tetap ada, terus menerus dan tidak berakibat kepedihan.

(Miftah Daris Sa’adah 1/418-421)
Kunjungi || http://forumsalafy.net/keutamaan-ilmu-atas-harta/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Jumat, 12 Agustus 2016

JAGA SIKAP KALIAN WAHAI AHLUSSUNNAH !



Mutiara Salaf

Berkata asy-Syaikh Usamah bin Sa'ud al-'Amri حفظه الله :

Berhati-hatilah wahai penuntut ilmu... Karena manusia memperhatikanmu.

Jadilah engkau orang yang berakhlaq dengan akhlaq Ahlul 'ilmy baik secara zhahir maupun bathin..

فالعيب في الجاهل المغمور مغمور
وعيب ذي الشرف المذكور مذكور

Karena aib orang yang bodoh dan tidak dikenal, tak akan dikenang..

Sedangkan aib orang yang mulia lagi terkenal, akan selalu diingat..

Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) | Muraja'ah: Al-Ustadz Abu 'Utsman Kharisman حفظه الله

ـــــــــــــــــــــــــــــ
Arabic
‏انتبه ياطالب العلم..
فالناس ينظرون اليك
فكن متخلقا بأخلاق أهل العلم ظاهراوباطنا
فالعيب في الجاهل المغمور مغمور
وعيب ذي الشرف المذكور مذكور


Lihat Tweet @OsamaAlamri99: https://twitter.com/OsamaAlamri99/status/758597762728493056?s=09

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــوائد
Channel Telegram: tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF] www.alfawaaid.net

Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
Channel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah

Kamis, 11 Agustus 2016

HUKUM SUMBANGAN ACARA PERAYAAN AGUSTUSAN




Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafidzahullah ta'ala-


Biasanya dalam bulan Agustus para pamong desa meminta dana Agustusan di masyarakat untuk mensukseskan beragam agenda acara yang mereka buat, seringnya disebutkan minimalnya.

Bila kita memahami apa yang telah diuraikan di atas, maka kita akan tahu bahwa penarikan dana ini tidak sesuai syar'i dengan alasan sebagai berikut :


1. Termasuk membantu acara yang tidak ada bimibinganya dalam agama Islam. Allah Subhaanahu wa ta'ala  berfirman :

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." [QS. Al Maidah 2].



2. Penarikan dana tersebut tidak berdasar pada sebuah Perda sedikitpun bahkan terkesan memaksa, terbukti mereka marah bila ada yang tidak menyumbang.


Ketahuilah! Semoga Allah Ta'ala menambahkan umur kepada kita, bahwa harta seorang muslim adalah haram untuk diambil kecuali dengan izin dan kerelaannya, maka menarik pungutan tanpa dasar syar'i termasuk memakan harta orang lain dengan kebatilan. Allah Ta'ala menyatakan :

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Dan janganlah sebahagian kalian memakan harta sebahagian yang lain di antara kalian dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kalian membawa (urusan) harta itu kepada Hakim, supaya kalian dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kalian Mengetahui."  [QS. Al Baqarah 188]



3. Uang tersebut dipergunakan untuk acara yang sia-sia, hanya bersenang-senang dan berfoya-foya. Walaupun ada sedikit unsur olah raga namun kemadlorotannya lebih banyak, di antaranya :

Menghambur-hamburkan uang untuk perkara yang sia-sia,
Bercampurnya lelaki dan wanita,
Alunan musik yang bertalu-talu,
Keluarnya wanita dengan bersolek dan dandanan yang sengaja dipertunjukkan,
Adanya sikap fanatisme terhadap desanya masing-masing karena diperlombakan,
Tidak jarang terjadi tindakan anarkis antar anak desa,
Melalaikan sholat jama'ah pada waktunya, seringkali kita melihat mereka tidak mengubris panggilan adzan untuk menghadap Allah dan masih banyak lagi kerusakan yang lainnya.

Allah telah mengecam tindakan tabdzir (sia-sia) dan pelakunya tergolong saudara syaithon, FirmanNya :

ِوَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaihon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Robbnya." [QS. Al Israa' 26-27]

Dan ini adalah tindakan yang sangat dibenci oleh Allah , Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّه َكَـــــــرِهَ لَــــكُمْ ثَلاَثًا ... وَإِضــــــَاعَةِ الْمــــَالِ

"Sesungguhnya Allah Ta'ala membenci tiag perkara dari kalian …. dan menyia-nyiakan harta." [HR. Muslim 1715]


 _____________________________________
Bagaimana mungkin kita bisa bergembira bila tindakan tadi dibenci dan dikecam oleh Allah Ta'ala?
Siapa yang mau digolongkan dengan saudara-saudara syaithon?  Orang yang berakal sehat tentu akan menghindar dari hal-hal demikian.

Seharusnya kita berpikir jernih, bukankah dahulu para pejuang kita membebaskan bumi pertiwi ini dari kungkungan penjajah dengan tetesan darah dan air mata?
Mengorbankan jiwa raga, harta benda, sabar dalam berjuang dan menanggung penderitaan demi penderitaan..

Akankah kita generasi masa kini membalas budi bakti mereka dengan tindakan sia-sia, foya-foya, senang-senang yang dibenci oleh Allah Ta'ala bergembira di atas penderitaan orang lain?
Apakah kita tidak melihat bahwa bangsa ini sedang terjajah justru oleh anak-anak bangsa sendiri?


Dapatkan hati kita lapang ketika di saat yang sama kita menyaksikan anak-anak bangsa dirundung duka dengan bencana yang menimpa mereka?
Sekali lagi, akankah kita bisa tenang berbahagia di saat anak-anak bangsa sendiri menderita?

_____________________________________


Coba kita pikirkan, kalau seandainya dana tersebut dikumpulkan, anggaplah satu desa bisa mengumpulkan satu juta, berapa ribu desa yang ada ditanah air dari Sabang sampai Merauke?

Niscaya, akan terkumpul uang milyaran bahkan triliyunan rupiah, coba kalau uang itu dialokasikan ke anak bangsa yang dirundung musibah, tentunya akan sangat membantu dan menyenangkan hati mereka, pikirkanlah hal ini baik – baik wahai anak bangsa !!!.


Sumber:
http://bit.ly/2aIbFyG
_____________________
 مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
Channel Telegram:
tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah| www.alfawaaid.net

HUKUM MEMASANG BENDERA SAAT HUT RI 17 AGUSTUS


Dijawab Oleh:
Al-Ustadz Abu Muawiyah Asykari  -hafidzahullah-


P E R T A N Y A A N:

Mohon dijelaskan tentang hukum memasang bendera. Pinginnya nggak masang, tapi biasanya ada edaran dari RT untuk pasang.

Kalau nggak pasang takutnya dipersulit urusan sama mereka. Ada yang bilang tergantung sikon, bisa mubah, bisa haram, mohon penjelasannya.

Baarokallohufiik...


J A W A B A N:

Tentang hukum memasang bendera, ana pernah bertanya langsung kepada Syaikh 'Ubaid hafizhahullah tentang perihal memasang bendera berkaitan dengan 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia, dan Beliau menjawab tentang bolehnya dengan alasan bahwa bendera hanya merupakan tanda bagi sebuah negara yang memiliki kekuasaan di negeri tersebut.


Tanya jawab ini terjadi sudah beberapa tahun silam di Bontang ketika ana mengisi daurah, dan di sela-sela daurah kami menelpon Syaikh Ubaid.


Namun rekaman yang ada di ana belum ketemu, ana gak tahu mungkin ikhwan Bontang ada yang bisa bantu menemukannya..


Namun kami disini memang belum pernah melakukannya, hingga saat-saat sekarang dengan timbulnya fitnah ISIS yang dapat menyebabkan adanya tuduhan yang dikhawatirkan kepada kami, barulah kami melakukannya, dengan niat  BUKAN karena merayakan kemerdekaan, namun sekedar untuk menampakkan bahwa kami adalah BAGIAN dari bangsa Indonesia.


Wallahu A'lam

 مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد

WA Forum Berbagi Faidah [FBF] Dikutip dari WS Semarang | www.alfawaaid.net


'' Jangan Sampai Akhlakmu Yang Jelek Menjadikan Orang Lari Dari Dakwah Tauhid "



 NASEHAT & WASIAT UNTUK PARA PENUNTUT 'ILMU

Oleh: Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi Azh Zhafiri hafidzahullah

Disampaikan pada Penutup Dars Kitab Al-Qoulus Sadiid di Masjid Ma'had Al-Anshar, Yogyakarta | Rabu, 7 Dzulqa'dah 1437 H/ 10 Agustus 2016


1. Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan bersungguh-sungguh serta bersemangat dalam menuntut ilmu.

Ilmu tidak sekedar dipelajari ketika dauroh saja. Ilmu butuh kepada muroja'ah(mengulang), dirosah(mempelajari), dan kitabah(menulis).
K
Ilmu butuh kepada menghadiri berbagai halaqoh dan sabar serta memanfaatkan seluruh waktu yang dimiliki.

_''Ilmu itu jika kamu berikan seluruh waktumu untuknya, ia akan memberimu sebahagian saja.''_

Sebagaimana ungkapan,

تتعلم من المحبرة الى المقبرة

_"Belajar sejak dari buaian sampai ke kuburan (datangnya ajal).''_


2. Lemahnya penguasaan Bahasa Arab kalian sehingga kalian butuh usaha yang lebih dan lebih banyak untuk mempelajarinya.

Jadikan percakapan antara kalian di lingkungan dan pondok-pondok dengan berbahasa Arab sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa. Bahasa Arab adalah modal ilmu yang tidak akan bisa membaca dan mempelajari ilmu syar'i tanpanya.

Namun demikian janganlah pelajaran Bahasa Arab tersebut melalaikan dari mempelajari ilmu tauhid, akidah, fikih, tafsir dll. Baca ilmu tentang itu semua dengan terus mempelajari bahasa Arab.


3. Tidaklah ilmu dan kitab para Salaf sampai kepada kita kecuali dengan semangat dalam menuntut ilmu. Bahkan mereka hampir tidak meluangkan waktu untuk makan.

Sebagaimana kisah Ibnu Abi Hatim yang membeli seekor ikan namun tidak sempat memasaknya karena sibuk menuntut ilmu sampai berlalu tiga hari. Akhirnya mereka memakan ikan tersebut mentah-mentah..

Dengan meluangkan waktu sepenuhnya untuk ilmu maka seseorang akan meraih kedudukan dan martabat.

Namun disayangkan didapati sebahagian penuntut ilmu yang berpuas diri dengan apa yang telah ia raih. Semangatnya melemah dalam menghadiri durus, talaqqi,...seakan-akan ia telah merasa cukup dan sudah mendapatkan ghanimah sehingga tidak menginginkan tambahan ilmu.

Padahal kebalikannya, seseorang yang sudah meluas ilmunya dan menceburkan diri dalam lautan ilmu semakin merasa bahwa dirinya jahil. Dan ia menyadari bahwa tidak ada yang bisa menghapus kejahilannya itu kecuali dengan menuntut ilmu.


4. Hendaknya kalian bersatu di atas Sunnah dan Manhaj Salafus Shalih dan tidak berpecah-belah serta saling menasihati dan mengasihi satu dengan lainnya dan hikmah dalam berdakwah.

Saling berkunjung satu dengan lainnya. Dengan bersatu menjadi sebab dakwah akan kokoh, tersebar tauhid dan sunnah.


5. Berakhlak dan bermuamalah yang baik dengan manusia, bersabar dan hikmah. Hal itu adalah salahsatu media terbaik untuk mendakwahkan tauhid.



{ لا تصدوا الناس عن دعوة التوحيد بسوء خلقك!! }

''Jangan sampai akhlakmu yang jelek menjadikan orang lari dari dakwah tauhid.''

(Sejarah membuktikan) bahwa tersebarnya dakwah Islam di negeri ini diantaranya karena muamalah dan akhlak yang baik dari kaum muslimin pendatang di negeri ini.


6. Selalu berhubungan dan terikat dengan Ulama Kibar yang mereka terkenal memahami sunnah, Manhaj yang lurus dan akidah yang shahihah

Semisal Asy-Syaikh Ibnu Baaz, Asy-Syaikh Al-'Utsaimin, Asy-Syaikh al-Albaniy, Asy-Syaikh al-Luhaidan, Asy-Syaikh Robi', Asy-Syaikh 'Ubaid, Syaikh Muhammad bin Hadi dan dari para Ulama Ahlussunnah yang  lainnya.

Jangan mengambil ilmu dari juhala, Ahlul ahwa` wal Bid'ah. Tekad kita seluruhnya untuk mengambil ilmu hanya dari Ulama Sunnah Salafy..




Ket: Diterjemahkan secara ringkas.
__________________
 مجموعــــــة توزيع الفــــوائد
Channel Telegram :
tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
 www.alfawaaid.net

Rabu, 03 Agustus 2016

BAROMETER BAGI PARA PENCELA TOKOH SUNNAH



(Sebuah catatan kecil untuk Firanda dan semisalnya)

Penjelasan disela pembahasan Shahih Bukhari:

Al Ustadz  Abu Muawiyah Askary hafizhahullah

————–

Diriwayatkan dari Nu’aim bin hammad rahimahullahu ta’ala, beliau mengatakan;

إذا رأيت العراقي يتكلم في أحمد بن حنبل فاتهمه في دينه  وإذا رأيت الخراساني يتكلم في إسحاق بن راهويه فاتهمه في دينه وإذا رأيت البصري يتكلم في وهب بن جرير فاتهمه في دينه ( تاريخ بغداد ( 6 / 348 )  وتاريخ دمشق ( 8 / 132 )

Apabila engkau melihat orang Iraq itu menjelekkan, membicarakan, mengkritik Ahmad bin Hambal, maka tuduh agamanya dia. Kenapa? Karena al imam Ahmad adalah imam as sunnah, pembela sunnah pada masanya. Siapa yang membenci imam Ahmad, ini orang dipertanyakan, tuduh agamanya. Ada kemungkinan dia ini dari kalangan ahlul bid’ah.

Apabila engkau melihat seorang dari Khurasan menjelek-jelekan Ishaq bin Rahuyah, maka tuduh agamanya, ragukan agamanya. Apabila engkau melihat seorang datang dari Bashrah, lalu dia menjelek-jeleakkan Wahb bin Jarir, maka tuduh agamanya. Dan ucapan para ulama as salaf yang semakna dengan ini banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa mereka menjadikan orang-orang tertentu dari kalangan tokoh-tokoh sunnah yang membenci kepadanya, itu menjadi pertanyaan besar tentang orang ini. Kenapa dia membencinya?

Kalau orang ini yang nampak darinya adalah pembelaan gigih terhadap sunnah, keras terhadap bid’ah dan ahlul bid’ah, kenapa kamu membencinya? Kenapa kamu membencinya? Itu berarti tanda keburukan. Oleh karena itu para ulama dari tokoh-tokoh sunnah yang gigih berpegang teguh kepada sunnah pada zaman-zaman fitnah di masa ini, itupun dijadikan sebagai tanda untuk menguji seseorang. Apakah dia berjalan di atas sunnah atau tidak.

Seperti al ‘allamah Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullahu ta’ala, yang al imam Al Albani rahimahullaahu ta’ala memberi pujian kepada beliau yang beliau tidak pernah memberikan pujian itu kepada yang lain, حامل لواء الجرح والتعديل
“Hamilu liwa’il jarh wat ta’dil”  Pembawa panji jarh wa ta’dil pada masa ini, Rabi’ bin Hadi Al Madkhali. Berpuluh-puluh tahun, ketika para pencela-pencela beliau ini, yang ada sekarang ini, yang mengaku-ngaku ahlussunnah sekarang ini, mereka itu belum lahir, syaikh Rabi’ sudah menegakkan dakwah tauhid, menyebarkan dakwah sunnah. Bukan hanya di Arab Saudi, beliau berkeliling. Beliau menghabiskan umurnya fi nashri dakwah, fi nashri sunnah, dalam menyebarkan sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Orang-orang yang disebut sbg masyaikh ABG, baru gede begitu, baru muncul berbicara tentang syaikh Rabi’,  aneh, aneh! Beliau sudah berdakwah orang ini baru muncul, baru lahir. Seperti Ali Hasan Al Halabi belum ada wujudnya, syaikh Rabi’ sudah berdakwah. Ali Hasan Al Halabi salah satu syaikh rodja, radio rodja, tv rodja dan yang semisalnya mereka itu belum lahir, belum ada wujudnya di dunia sementara Syaikh Rabi’ sudah menyebarkan dakwah sunnah. Dan nama beliau telah populer dikenal oleh para ulama, dan tidak ada yang bisa memberi rekomendasi, memberi pujian untuk menunjukkan keilmuan seseorang kecuali para ulama.

Yang memuji syaikh Rabi’ bukan orang-orang yang sepantaran beliau, tetapi yang diatas beliau, guru-guru beliau. Asy syaikh bin Baz, asy syaikh Al Albani, ini guru-guru syaikh Rabi’ ketika masih di al jami’ah al islamiyyah, mereka yang memuji. Lalu kemudian datang orang-orang terbelakang ini, entah siapa yang memberi rekomendasi, siapa yang memberi pujian, berani-beraninya berbicara tentang syaikh Rabi’ yang para ulama memuliakan dan mengagungkan beliau.

Ini akhirnya dijadikan sebagai tanda untuk menguji seseorang. Apabila engkau melihat ada seorang yang hidup di zaman millenium ini, menjelek-jelekkan syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah, tuduh agamanya walaupun mereka mengaku ahlussunnah.


Seorang tokoh bid’ah yang bernama Firanda ini, subhanallah ini orang tidak punya rasa malu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:
إذا لم تستحي فاصنع ما شئت
idzaa lam tastahyi fasna’  maa syi’ta
“Apabila engkau tidak punya rasa malu, lakukan apa yang kamu inginkan”
Ini orang tidak punya rasa malu. Ahlul bid’ah dibela, para ulama memberi peringatan dari berbagai penyimpangan ihya’ut turots, anak muda ini muncul, membela ihyaut turots. Dengan berbagai macam dalih, bukan dalil!
“Ulama yang memuji ihya’ut turots lebih banyak, daripada yang mencerca”
Apakah itu dalil? Buka dalil, itu dalih. Walaupun satu orang yang mencerca, kalau dia mendatangkan bukti, dalil, hujjah, maka ucapannya harus diterima. Ini merupakan hal yang ma’ruf dalam ilmu al jarh wat ta’dil. Walaupun seribu alim, lalu kemudian datang seorang alim, imam jarh wa ta’dil mencerca seorang perawi dengan hujjah, maka orang ini tercela. Didahulukan perkataan yang mencerca daripada yang memuji. Karena yang memuji tidak memiliki ilmu yang dimiliki oleh yang mencerca ini, dan itu hal yang ma’ruf.

Padahal dia mengetahui, penyimpangan-penyimpangan ihya’ut turots. Dia tahu itu, na’am. Dia mengetahui siapa itu mufti ihya’ut turots, Abdurrahman Abdul Khaliq. Dia tahu  penyimpangan-penyimpangannya. Namun seperti perkataan seorang حبك شيئا يعمي ويصم
‘hubbuka syai’a yu’mi wa yushim
“Kecintaanmu kepada sesuatu menyebabkan kamu menjadi bisu dan tuli.”

Ini, dia tahu siapa Abdurrahman Abdul Khaliq na’am. Sampai sempat terlepas pada tulisannya itu ketika dia menyebutkan tentang masalah fiqhul waqi’ bahwa mereka yang menyebarkan tentang fiqhul waqi’ ini adalah dari kalangan hizbiyyun. Menuduh ulama tidak mengerti fiqh realita yang ada pada masa ini. Sadar tidak sadar ketika dia mengucapkan ini, kemudian saya terangkan setelah itu:

“Lha itu kan perkataan Abdurrahman Abdul Khaliq. Abdurrahman Abdul Khaliq yang menuduh pada ulama tidak memahami fiqhul waqi’. Dari ucapan kamu ini, harusnya mengilzamkan antum untuk mengatakan bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq hizbi, menuduh para ulama tidak mengerti fiqh realita, fiqhul waqi'”, mestinya kan begitu. Tapi lain dia, menghindar. Ini orang seperti belut, mau ditangkap lepas lagi, licin lisannya, wallahul musta’an, wallahul musta’an sangat disayangkan. Orang-orang yang dikenal mereka memiliki bid’ah, mereka memiliki penyimpangan, para ulama tidak merekomendasi. Ini orang membela, ini orang membelanya, memujinya.

Giliran asy syaikh Rabi’, para ulama ketika memuji beliau, dan beliau tidak mengharapkan pujian itu, tapi para ulama memberikan pujian kepada beliau. Baru ada beberapa kalimat dari ucapan beliau, itu dia simpulkan sendiri bahwa dari ucapan syaikh Rabi’ ini menunjukkan bahwa syaikh Rabi’ berpemikiran khawarij. Coba bayangkan! Berpemikiran khawarij. Ini ucapannya Firanda ini, menuduh syaikh Rabi’ berpemikiran khawarij, membawa pemikiran khawarij, membawa paham khawarij.

Persis sama seperti Abruddahman Abdul Khaliq. Abruddahman Abdul Khaliq mengatakan “ISIS (dalam bahasa Arab disebut DAIS) dan al madaakhilah, maksudnya orang-orang yang condong kepada syaikh Rabi’ itu bagaikan  wajhan li umlatin wahidah (bagaimana membahasa Indonesiakan itu? Seperti koin dengan dua sisinya ini). Wajhan li umlatin wahidah, artinya sama. Al madaakhilah, ISIS sama” itu ucapan Abdurahman Abdul Khaliq.


Firanda mengatakan “Syaikh Rabi’ berpaham khawarij” ini sama ini! Ini Firanda, Abdurrahman Abdul Khaliqnya Indonesia ini, na’am. Lalu mereka-mereka yang jelas-jelas terjatuh dalam penyimpangan berusaha diberi udzur. Baru-baru ini memuji Zakir Naik, diberi udzur, kesalahan-kesalahannya diberi udzur. Syaikh Rabi’ dicari-cari kesalahannya. Ada yang masih kira-kira memungkinkan, para ulama belum menghukumi, dia sudah memposisikan dirinya seakan-akan sebagai seroang alim menghukumi syaikh Rabi’ berpaham khawarij. Laa haula walaa quwwata illa billah.سبحانك هذا بهتان عظيم
Subhanaka hadza buhtanun adzim. Maka orang ini berbahaya, oleh karena itu para ulama menjadikan tokoh-tokoh sunnah itu sebagai seseorang yang selalu dijadikan sebagai tanda orang yang cinta kepadanya menunjukkan dia ahlussunnah. Orang yang benci kepadanya, menjelek-jelekannya, menuduhnya dengan berbagai macam tuduhan yang bathil, ini merupakan tanda bahwa dia bukan dari ahlussunnah, Allahul Musta’aan.
Disebutkan oleh para ulama:’ min ‘alaamaat ahlil bid’ah al waqii’at fi ahlil atsar
“Diantara tanda ahlul bid’ah adalah mencerca ahlul atsar, ulama as sunnah”

Ini Baarakallahu Fiik.

———

Tulisan ini adalah transkrip Ceramah Al Ustadz Askary hafizhahullah, disela-sela pembahasan kajian shahih bukhari pada malam selasa 28 Syawal Syawal 1437 H || 02 Agustus 2016 || Masjid Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan.

———

Download dan dengar audio disini:

http://www.salafybpp.com/rekaman-kajian/barometer-bagi-para-pencela-tokoh-sunnah

https://telegram.me/AudioThalabIlmuSyar_i




" BUKANKAH DZULQORNAIN MASIH MENDAPAT REKOMENDASI DARI SYAIKH FAUZAN & SYAIKH WASIYULLOH 'ABBAS ? "



Disampaikan oleh:

Al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh - حفظه الله -

Soal :

Tolong berikan nasehat untuk kami salafiyyin yang ada di Ambon,  terkait masalah fitnah MLM ataupun fitnah yang lainnya ataupun dalam perkara-perkara yang terkait dengan da'wah ?

Jawab : Ana fikir fitnah MLM Dzulqornain dan yang bersamanya sudah selesai dalam pengertian sudah jelas perkaranya.

Syaikhuna Rabi, حفظه الله sudah berbicara,  bertahun-tahun Asaatidzah menahan diri menunggu fatwa dari Masyayikh,

 Syaikhuna Ubaid حفظه الله juga sudah berbicara,

Syaikhuna Muhammad bin Hadi حفظه الله juga telah berbicara,

Syaikhuna Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhary حفظه الله juga demikian.

Maka saya nasehatkan kepada Salafiyyin, "Tinggalkan orang ini dan yang bersamanya, jauhi majelis-majelisnya,  jauhi media-medianya, sibukkan dengan ilmu, sibukkan dengan da'wah.

Dari berbagai syubhat yang sampai kepada kami dari orang-orang yang membela Dzulqornain,  saya tidak mendapatinya kecuali syubhat-syubhat yang menandakan kepada : "Kalau bukan Kejahilan maka Kesombongan".

Kejahilan dia termakan syubhat semisal, "Bukankah Dzulqornain masih direkomendasi oleh asy-Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله ?

Ini saya melihat dia jahil tentang Kaidah-kaidah agama. Kalau alasannya bahwa Dzulqornain masih direkomendasi oleh Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله atau mungkin ada yang lainnya Wasiyulloh 'Abbas,

Perlu Anda juga berlaku adil : Zakir Naik seorang da'i Ikhwani, pemikiran Ikhwani dari negeri India,  seorang kristolog, juga direkomendasi oleh Wasiyulloh 'Abbas,  berarti konsekwensinya, "kan selama masih ada yang merekomendasi ya kita terima".

Zakir Naik seorang yang mengatakan bahwa, " Saya tahu ada seribu perkara di alam semesta ini yang Allah عزوجل tidak mampu melakukannya",  jangankan seribu,  satu saja, ada satu masalah di alam ini yang Allah عزوجل tidak mampu melakukannya", ini adalah : "ucapan Kufur",  sekali lagi :" ini adalah ucapan Kufur", bagaimana dengab seribu masalah ?

Zakir Naik, orang yang mengatakan bahwa, "Ketika dia hendak menegakkan hujjah kepada orang-orang hindu, dalam dialognya dia mengatakan :

 "Brahma itu artinya Pencipta,  yang menciptakan alam semesta,  sementara Robb kami Allah عزوجل juga sebagai pencipta Al-Khaliq,  maka kami umat Islam tidak keberatan untuk dinamakan Tuhan kami dengan nama Allah عزوجل Al-Khaliq atau Brahma, hanya saja kami umat Islam tidak rela kalau Brahma yang dimaksud adalah yang memiliki kepala empat seperti yang diyakini oleh umat Hindu".

"Whisnu artinya pengatur alam semesta, Allah Tuhan kami juga mengatur alam semesta,  kami umat Islam tidak keberatan Tuhan kami Allah di beri nama Whisnu".

Kalau ada yang mengatakan, "La ia mungkin Syaikh Wasiyulloh 'Abbas tidak tahu masalah itu",
~  ya sama saja,  mungkin saja Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله tidak tahu tentang hakikatnya Dzulqornain yang telah :

di ketahui oleh Syaikh Robi' حفظه الله
di ketahui oleh Syaikh 'Ubaid حفظه الله
dan Syaikh Muhammad bin Hadi حفظه الله
Kenapa anda bisa bersikap ilmiyah yang ini, yang pertama tidak bisa...???

Ihyaut Turots sebuah Yayasan di atas manhaj Khawarij,  di akui bahkan oleh Abdullah Zain ketika duduk berdialog dengan saya dikediaman dia di pondok pesantrennya dan di pondok pesantren kami,  melalui berbagai data yang saya sampaikan,  ia pun mengakui bahwa Ihyaut Turots berada di atas manhaj Khawarij.

Kalau anda berjalan diatas kaidah pertama, "bahwa Dzulqornain masih ada yang merekomendasinya,"   ketahuilah bahwa, "Ihyau Turots mendapatkan rekomendasi :
dari Syaikh bin Baz رحمه الله
dari Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله
dari Syaikh Abdul Muhsin al-'Abbad رحمه الله ,
apakah kemudian, "kalau begitu ya sudah kenapa kita mentahdzir Ihyaut Turots ? Ali Hasan al-Halaby juga demikian, tidak demikian kaida islam

من علمَ حجة على من لم يعلم


"Seorang yang memiliki (data) ilmu tentang suatu perkara,  dia adalah hujjah terhadap yang tidak tau".

Barokallohufikum...

Ini permasalahannya, ketika misalkan dijelaskan kepada Anda bahwa :
~ Ihyaut Turots adalah adalah Jam'iyyah ( yayasan ) yang mengajarkan atau menyeru kepada pemberontakan kepada pe guasanya,
~ Tokoh - tokoh Ihyaut Turots mengkafirkan beberapa pimpinan negara-negara kaum muslimin,
~ Ihyaut Thurots bekerjasama tokoh-tokohnya dengan Syi'ah Khumaini,
terus Anda megatakan, "ia tapi direkomendasi oleh Syaikh Abdul Muhsin al-'Abbad حفظه الله , Syaikh Abdurrozak juga masih datang memenuhi undangan muhadharah atau dauroh mereka".
Masya Allah...barokallohufikum...
 ini contoh Syubhat yang ada.

Sumber audio : Kajian Ilmiyah Ambon | Sabtu & Ahad, 16-17 Shafar 1437H ~ 28-29 Nopember 2015 M. Link: http://bit.ly/1RjNfeT (Versi Full)

Diambil dari :
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
ForumBerbagiFaidah [FBF]
www.alfawaaid.net

 Di transkrip oleh :
Thuwailibul 'Ilmi Syar'i
Mateng ( Mamuju Tengah )

 Majmu'ah
 Alhaqqu Ahabbu Ilaina


~ BAHAYA ISIS TERHADAP KAUM MUSLIMIN DAN NKRI ~



BISMILLAAHI WALHAMDULILLAAH

Hadirilah Dengan Mengharap Pahala Allahu ta 'ala Semata - TABLIGH AKBAR - Kajian Islam Ilmiyyah Ahlussunnah Wal Jama'ah Di Semarang - Insya Allah

MATERI :
 ~ BAHAYA ISIS TERHADAP KAUM MUSLIMIN DAN NKRI ~

PEMATERI :
asy Syaikh Dr Khalid Azh Zhafiri Hafizhahullah ( Imam & Khatib Di Kementerian Wakaf Kuwait )

HARI :
Hari Selasa  6 Dzulqo'dah 1437 H - 9 Agustus 2016 M

WAKTU :
Dimulai Jam 09 : 00 Wib s/d Sebelum Zhuhur Insya Allah

TEMPAT :
Masjid Kampus Undip
Jl. Prof Soedharto , Tembalang , Semarang Jateng

Live Insya Allah Di :

www.SalafySemarang.com

KAJIAN GRATIS KHUSUS UNTUK PRIA !

INFORMASI :

Hasan - 085225003939

TurutAndil MenShare :

WA - AHLUSSUNNAH SEMARANG -
- www.AhlussunnahSemarang.com
- www.yukngajisemarang.blogspot.com