Sabtu, 09 November 2013

Jumat, 08 November 2013

Rekaman Kajian Al Ustadz Asykari

KAJIAN KHUSUS (Malam Jum’at) 5 Muharram 1435 H
di Masjid Zaadul Ma’aad Ma’had Ibnul Qoyyim Balikpapan.
Oleh : Ustadz Abul Abbas As Sihri dan Ustadz Abu Muawiyah Askari bin Jamal

01. Asal-Usul Hutsiyyin rafidhah di Yaman_bag1
Click to download in MP3 format (2.34MB)
02. Asal-Usul Hutsiyyin rafidhah di Yaman_bag2
Click to download in MP3 format (2.27MB)
03. Perjuangan Syaikh Muqbil dalam berdakwah kepada Tauhid dan Sunnah
Click to download in MP3 format (1.83MB)
04. Antara Hutsiyyin dan Syiah di Iran
Click to download in MP3 format (2.27MB)
05. Hutsiyyah rafidhah Memerangi kaum Muslimin dan Ahlussunnah
Click to download in MP3 format (1.76MB)
06. Nasehat Untuk Mendoakan Kaum Muslimin dan Ahlussunnah di Dammaj
Click to download in MP3 format (1.46MB)
 
Sumber :  salafybpp.com

Kamis, 07 November 2013

Rekaman Kajian Al Ustadz Usamah Mahri

Ringkasan isi kajian Memuliakan Kedudukan Para Ulama Ustadz Usamah Mahri:
Sesi I:
  • Latar belakang pembahasan ini
  • Pujian ulama terhadap Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah
  • Benci dan mencela ulama ahlussunnah adalah ciri ahlul hawa
  • Kewajiban kaum muslimin untuk berwala kepada para ulama
  • Pembelaan para ulama
  • Kedudukan dan keutamaan para ulama
  • Konsekuensi (kelaziman) dari mencela dan merendahkan ulama
  • Membela kehormatan para ulama lebih daripada membela kehormatan kaum muslimin yang lain
  • Ibrahim Ruhaili -Guru Firanda- mengatakan bolehnya mengambil ilmu dari orang yang tidak membid’ahkan Jahm bin Shofwan, padahal disebutkan Ibnul Qayyim bahwa 500 ulama telah mengkafirkan Jahm bin Shafwan.
Sesi II:
  • Bimbingan para ulama ahlussunnah terhadap kejadian di Penyerangan Kaum Muslimin Dammaj Yaman oleh Syiah Rafidhah dan pelajaran
  • Di antara hak-hak para ulama yang harus kita jaga.
  • Mudharat-mudharat bila hak para ulama tidak ditunaikan.
  • Ibrahim Ar Ruhaili hadanallahu waiyyahu dalam hampir setiap majlisnya dan keadannya baik majlis aqidah, fikih, atau yang lain mesti mencerca dan menjelekkan Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah
Sesi Tanya Jawab
  1. Apa sikap kita terhadap Al-Hajuri pada saat terkena musibah sekarang?
  2. Apakah termasuk mencela ulama ucapan berikut: “Siapa itu Ibnu ‘Utsaimin, ucapan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin tak bisa gugurkan perkataan Syaikhul Islam”?
  3. Apakah pernyataan Firanda sudah sampai kepada para masyayikh?
  4. Apakah menyatakan para ulama sebagai “karang yang kokoh” termasuk sikap berlebihan?
  5. Di Suriah tak ada fatwa jihad para ulama sedang di Dammah para ulama berfatwa berfatwa jihad. Kenapa?
  6. Kaum mukhadzilah itu di Indonesia siapa?
  7. Siapa Dr Abdullatif Orang Lajnah Islamiyah di Ma’rib yang datang ke Bin Baz Center?
  8. Apa tanggapan para ulama terhadap pelecehan ucapan “Jamaah tahdzir”?
Memuliakan Kedudukan Para Ulama 1 Memuliakan Kedudukan Para Ulama 2
Tanya Jawab
 
Sumber : kajian.sunnah.web.id




Kamis, 31 Oktober 2013

Seruan asy-Syaikh Rabi’ Kepada Ahlus Sunnah untuk Dammaj

Bismillahirrohmanirrohim. o

SERUAN KEPADA SEGENAP AHLUS SUNNAH

AGAR MEMBANTU SAUDARA-SAUDARA KITA DI DAMMAJ

 yemen

Oleh : asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali Hafidzahullahu Ta’ala
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه.
أما بعد:
Telah sampai kepada kami berita yang memilukan, peristiwa yang terjadi berupa apa yang dilakukan oleh orang-orang Rafidhah al-Bathiniyyun para musuh Islam, musuh para sahabat yang mulia. Yaitu tindakan mereka dalam bentuk blokade dan pemboikotan terhadap saudara-saudara Ahlus Sunnah di Dammaj, didasari atas kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslimin.
Maka kami wasiatkan kepada saudara-saudara kami di Dammaj agar tetap tegar diatas Sunnah, bersabar, dan memohon pertolongan kepada Allah dalam berjuang melawan kebiadaban dan permusuhan orang-orang Syiah Rafidhah.
Kami wasiatkan pula kepada pemerintah Negara Yaman beserta seluruh Ahlus Sunnah untuk bangkit bersama-sama berjuang melawan kebengisan yang terjadi, dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada yang berwajib. Demikian pula bersegera untuk menuntaskan kebiadaban orang-orang Syi’ah Rafidhah jika mereka memiliki kemampuan untuk melakukannya.
Allah berfirman
﴿وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ﴾.
 “ Sungguh Allah pasti akan menolong orang-orang yang membela (agama) Allah, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa”.
Allah berfirman (artinya) :
﴿وَمَا النَّصْرُ إِلا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ * لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ﴾.
“ Dan tidaklah ada kemenangan kecuali  datang dari sisi Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Hal itu terjadi) agar Allah membinasakan sebagian orang-orang kafir, atau menjadikan diri mereka hina dina, lalu mereka kembali pulang tanpa memperoleh apapun”
Sesungguhnya permusuhan antara Ahlus Sunnah dan Syiah Rafidhah al-Bathiniyyah merupakan permusuhan antara kekufuran melawan Islam. Maka wajib bagi semua Ahlus Sunnah di manapun mereka berada, di negara Yaman ataukah di luar Yaman, agar mereka mengerahkan bantuan untuk menolong saudara-saudaranya. Dan kita memohon kepada Allah, semoga Allah menghancurkan kesombongan Syiah Rafidhah Al Bathiniyyah beserta seluruh musuh-musuh Islam di semua penjuru bumi.
Atas orang-orang Syiah Rafidhah pembangkang lagi bengis tersebut, berlakulah Firman Allah Ta’ala  :
﴿ إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴾.
“Hukuman atas orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, dan membuat kerusakan diatas muka bumi, tentulah ia harus dibunuh, disalib, ataupun dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau juga ia dikucilkan dari tempat tinggalnya. Demikian itu merupakan bentuk kehinaan bagi mereka di dunia, dan kelak di akhirat ia akan mendapatkan adzab yang amat keras”.
Saya memohon kepada Allah Yang Maha Mulia Rabb Penguasa Arsy Yang Agung, semoga Allah menolong Ahlus Sunnah dalam melawan orang-orang Syiah Rafidhah sebagai musuh Allah dan Rasul-Nya. Sungguh Allah Rabbku adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan Doa.
Ditulis oleh : Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali
26/12/1434 H
(31 Oktober 2013 M)

Abu Ziyad Khalid Baqais berkata,
“Aku baru saja keluar dari sisi Syaikhuna Rabi’ al-Madkhali , beliau senantiasa mengikuti berita-berita yang terjadi dengan penuh seksama. Beliau sangat tersentuh dengan peristiwa yang menimpa Dammaj sekarang. Beliau banyak berdoa untuk mereka agar dihilangkan dari mereka petaka yang ada, dan agar mereka diberi kemenangan.”
(00:22 31 Okt 13)
 http://dammajhabibah.net/2013/10/31/seruan-kepada-ahlus-sunnah-untuk-dammaj/

Rabu, 30 Oktober 2013

Kita Tidak Meng-Hajr Manusia Seluruhnya

Bismillahirrohmanirrohim. o
(Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah)

قال فضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي عمير المدخلي حفظه الله:
(إن أهل البدع الآن كثير يملئون الأرض والعياذ بالله! فنحن لا نهجر الجميع إنما هم محل دعوتنا؛ ندعوهم إلى الله بالحكمة والموعظة الحسنة،
Sesungguhnya ahlul bid’ah sekarang ini jumlahnya banyak, mereka memenuhi bumi, wal ‘iyyadzu billaah! Maka kita tidak meng-hajr manusia seluruhnya karena tiada lain merekalah sasaran dakwah kita. Kita dakwahi mereka kepada Allaah dengan hikmah dan nasehat-nasehat yang baik.

وأما الرءوس المدبرة والدعاة إلى الباطل في صحفهم ومجلاتهم وكتبهم وأشرطهم و محاضراتهم وندواتهم ومواقعهم، هؤلاء يحاربون ويحذر منهم ولا يجالسون ولا يقرأ لهم ولا يستفاد منهم.
Dan adapun pimpinan-pimpinan yang memusuhi dakwah dan orang-orang yang menyeru kepada kebatilan baik di dalam buletin, majalah, buku, kaset, muhadhoroh, pertemuan dan website-website mereka, maka mereka inilah yang diperangi, ditahdzir ummat dri mereka, tidak bermajlis dengan mereka, tidak membaca tulisan mereka dan tidak pula mengambil faidah dari mereka.
وعوامهم المساكين المخدوعون هؤلاء ندعوهم إلى الله بالحكمة والموعظة الحسنة، وهذا الكلام يؤيده كلام كثير من أئمة السنة ومعاملتهم؛ أنهم يدعون العوام إلى الله -تبارك وتعالى- ولا يهجرونهم كما يهجرون أئمة السوء وأئمة الشر وأئمة الضلال.
Sedangkan orang-orang awamnya yang masih miskin ilmunya lagi tertipu, maka kita dakwahi mereka ini dengan hikmah dan nasehat yang baik. Ucapan ini dikuatkan pula oleh ucapan dan cara bermuamalah para ulama sunnah. Mereka mendakwahi orang-orang awam ini kepada Allaah  Tabaaroka wa Ta’ala. Para ulama tdk meng-hajr orang-orang awam ini sebagaimana mereka meng-hajr ulama yang jahat, jelek dan sesat.
افهموا هذا!؛ حتى لا يفهم بعضكم أن كل من وقع في بدعة بت هجره لا كلام معه ولا دعوة ولا شيء!لا، الدعوة قائمة حتى للكفار ولليهود والنصارى. والدعوة قائمة لأهل البدع أيضا لكن لا يتميع الإنسان فيذهب يداخلهم ويأنس إليهم حتى يضيع؛
Fahamilah ini! Bahkan, jangan sampai sebagian kalian memahami bahwa setiap orang yang terjatuh ke dalam bid”ah maka ditetapkan pula hajr kepadanya, tidak ada perbincangan dengannya, tidak ada dakwah, dan tidak ada pula nasehat apapun! Tidak demikian! Dakwah tetap harus ditegakkan, meskipun kpd orang-orang kafir, Yahudi dan Nashoro. Dakwah juga harus ditegakkan kepada ahlul bid’ah, tapi seseorang tidak boleh lembek sehingga dia pergi keluar-masuk kepada mereka, kemudian menjadi ramah dengan mereka, hingga akhirnya dia ditelantarkan.
  تخلص لله عز وجل وتحاول إنقاذ هذا الذي وقع في الضلال بكتاب الله وبسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم بالعرض الجيد المقرون بالحجة والبرهان؛ فإن هذا سبب من أسباب الهداية؛ وقد حصل به هداية الكثير في كثير من البلدان.
Ikhlaskanlah dakwah ini hanya kepada Allaah Azza wa Jalla. Dan anda terus berusaha untuk menyelamatkan orang yang terjatuh pada bid”ah ini dengan Kitabullaah dan sunnah Rosulillaah [shallallaahu 'alaihi wa sallam] dengan dialog yang bagus yang diiringi dengan hujjah dan burhan (dalil-dalil). Maka sesungguhnya cara dakwah ini termasuk salah satu sebab dari beberapa sebab turunnya hidayah. Dan sungguh dengan cara ini telah menghasilkan hidayah kepada orang banyak di negeri yang banyak.
جاء الإمام محمد بن عبدالوهاب والدنيا مظلمة فجاهد بالدعوة إلى الله -تبارك وتعالى- وهدى الله على يديه الكثير؛ كانوا قبوريين وخرافيين وضالين واهتدوا على يديه، وشيخ الإسلام ابن تيمية كذلك، وأئمة الدعوة في الهند من السلفيين؛ جاءوا والدنيا مظلمة ونشروا هذه الدعوة فاستجاب لهم الملايين،
Ketika asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab datang, dunia dalam kegelapan. Kemudian beliau berjihad dengan dakwah kepada Allah Tabaaroka wa Ta’alaa, dan Allah memberi hidayah kepada banyak orang melalui kedua tangannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga demikian, begitu pula ulama dakwah di India dari kalangan Salafiyyun. Mereka datang sedang dunia dalam kegelapan, lalu mereka menyebarkan dakwah ini sehingga dakwah mereka diterima oleh jutaan orang.
قال تعالى:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥)
Allaah Ta’alaa berfirman:
“Serulah kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik, dan debatlah mereka dengan debat yang bagus. Sesungguhnya Rabbmu lebih tahu siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dia lebih tahu siapa yang mendapat hidayah”
AnNahl: 125
—————————-(مجموع كتب ورسائل وفتاوى فضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي عمير المدخلي حفظه الله:351-352/2).
(Kiriman dari Al Akh Abu Ishaq Hidayat)

Selasa, 22 Oktober 2013

::: BOLEHKAH PARA PEMULA MEMBACA KITAB-KITAB MANHAJ YANG BERISI BANTAHAN TERHADAP AHLUL AHWA WAL BIDA’? :::

Syaikh al-‘Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah pernah ditanya:


Penanya dari Emirat berkata, “Wahai Syaikh, apa nasihat anda terhadap orang-orang yang baru saja belajar agama, yang menyibukkan dirinya dengan membaca keterangan para ulama yang berisi bantahan-bantahan dan pernyataan-pernyataan (tentang masalah manhaj), padahal dia sendiri belum begitu memahami (agama) bahkan masalah fikih thaharah ataupun (ilmu penting) yang lainnya?”

Jawaban:

Nasihatku untuknya adalah hendaknya dia tafaqquh fiddin (mendalami ilmu agama), baik dalam perkara akidah, syiar-syiar ta’abbudiyah, akhlak, dan manhaj yang dia berjalan di atasnya.


Di antara bentuk tafaqquh dalam hal manhaj ini adalah (dengan membaca) kitab-kitab rudud (bantahan) terhadap ahlil ahwa’ (pengikut hawa nafsu) dan ahli bid’ah yang telah ditulis oleh para ulama salafush shalih dan ulama yang mengikuti jejak mereka. Dan betapa banyaknya mereka (ahlil ahwa wal bida’) di setiap zaman dan setiap tempat.

Tidak boleh bagi seorang pun beralasan dengan minimnya ilmu dalam masalah thaharah dan shalat, untuk menghalangi manusia dari mendengarkan, menuliskan, mengambil faidah dari kitab-kitab rudud, serta membacanya.

Agama ini telah sempurna. Jadi sebagaimana wajib bagi kita untuk tafaqquh fiddin dalam masalah akidah dan syiar-syiar ta’abbudiyah, demikian pula (wajib bagi kita) untuk mempelajari manhaj amaliah dan sunnah, agar kita dapat mengamalkannya dan agar kita dapat mengenali lawan dari sunnah –sehingga kita mampu menghindarinya– yaitu kebid’ahan. Inilah yang semestinya dilakukan.

Jadi, tidak boleh seorang pun mengatakan kepada manusia, “Tinggalkanlah bantahan-bantahan ini, tinggalkanlah ini dan itu, dan hendaknya kalian itu begini!” Orang ini telah berbicara tanpa ilmu. Karena orang yang tidak mengerti kejelekan, akan terjerumus ke dalamnya. Sementara rudud (bantahan-bantahan) itu menerangkan jalan kebaikan (dan memisahkannya) dari berbagai jalan keburukan.

Maka hendaknya seorang pemula (di dalam belajar ilmu agama) itu mendengarkan kaset, membaca kitab, dan mendengarkan dari seorang yang ‘alim di dalam seluruh urusan agama, baik dalam masalah akidah, syariat, sunnah, atau pun manhaj.

Kita tidak akan mengetahui ashabul bida’ dari zaman sahabat sampai zaman kita ini kecuali dengan perantaraan kitab-kitab rudud terhadap mereka. Kalau sekiranya tidak ada kitab-kitab rudud di suatu zaman dan tempat, manusia tidak akan mengetahui siapa ahli bid’ah itu, dan tidak akan mampu untuk memperingatkan manusia dari ahli bid'ah.

Dan menjadi kewajiban bagi para ahli rudud itu untuk mengambil perjanjian dengan Allah untuk tidak berbicara kecuali yang benar. Mereka tidak boleh menuduh seseorang yang mereka tidak memiliki bukti dan pengetahuan atasnya, baik itu melalui tulisan, kaset, atau pun kitab yang dikarangnya. Inilah metode rudud (yang benar). Tanpa bukti-bukti ini, tidak boleh bagi seorang pun untuk membantah hanya berdasarkan prasangka dan tuduhan tanpa kenyataan. Demikianlah.

[http://www.sahab.net/forums/? showtopic=134687]

سئل الشيخ العلامة زيد بن محمد بن هادي المدخلي حفظه الله:

سائل من الإمارات يقول: ما نصيحتكم يا شيخ لمن شغل نفسه من المبتدئين بما بيّن العلماء من الردود والأقوال ولا يعرف حتى فقه الطهارة وغيرها ؟

الجواب:

نصيحتي له أن يتفقَّه في الدين، في عقيدته وفي الشعائر التعبُّدية، وفي سلوكه وفي منهجه الذي يسير عليه، ومن ذلك كتب الردود التي رد بها السلف الصالح و أتباعهم على أهل الأهواء و البدع و ما أكثرها في كل زمان و مكان.

فلا يجوز لأحد أن يتذرَّع بقلة الفقه في الطهارة أو الصلاة يتذرع بذلك ليُحرِم الناس من سماع كتب الردود و كتابتها و الإستفادة منها وقراءتها، وإنما الدين كامل فكما يجب أن نتفقه في العقيدة وفي الشعائر التعبدية نتفقَّه كذلك في المنهج العملي وفي السُّنة لنعمل بها و نتعرف على ضدها لنجتنبه و هي البدعة. فهذا هو الذي ينبغي أن يكون،

فلا يجوز لأحد أن يقول للناس اتركوا هذه الردود واتركوا كذا وكذا وعليكم بكذا، هذا بدون علم يقول، لأنه إن لم يعرف الشر وقع فيه، والردود تبيِّن طريق الخير من طرق الشر، فيسمع الشريط ويقرأ الكتاب ويسمع من العالم في جميع مراتب الدين: عقيدة وشريعة، سُنَّة ومنهج.

و ما عُرف لنا أصحاب البدع من قديم الزمان من عهد الصحابة إلى يومنا هذا إلا بواسطة كتب الردود عليهم. فلو لم توجد كتب الردود في الأزمنة و الأمكنة ما عَرَفَ الناس أهل البدع و لا استطاعوا أن يُحذِّروا من مبتدع. و على أهل الردود عليهم عهد الله و ميثاقه أن لا يقولوا إلا الحق، و لا يتهموا مَنْ ليس لهم عليه بينة و معرفة من كتابته أو مطوياته أو شريطه أو كتابه المؤلَّف. هذي طريقة الردود، وبدون ذلك لا يجوز لأحد أن يرد على سبيل الظن والاتهام بدون حقيقة. نعم

الموقع الرسمي لفضيلة الشيخ زيد بن محمد بن هادي المدخلي

Situs resmi asy-Syaikh Zaid:
http://www.njza.net/MultimediaDetails_ar.aspx?ID=930&size=2h&ext=.ra

Di terjemah oleh:
Ustadz Abu Umar Fuyuz Yaman



# Forward dari WA salafyindonesia #