Minggu, 13 April 2014
Sabtu, 12 April 2014
Ruju’ Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah , Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Ruju’ Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah
(Kata Pengantar Buku Meredam Amarah Terhadap Pemerintah)
(Kata Pengantar Buku Meredam Amarah Terhadap Pemerintah)
Oleh: Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -Hafidzahullah-
Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak pernah terikat dengan pribadi manapun kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga tidak pernah terikat dengan organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat dengan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu ‘anhum dan seluruh Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengkaji ilmu dan mengamalkannya di atas sumber-sumber tersebut. Karena itu, mereka senantiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan para ulama.
Namun para Salafiyyun (pengikut dakwah Salafiyah) bukanlah orang-orang yang ma’shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka sangat mungkin untuk tergelincir dalam berbagai kesalahan dan penyimpangan Dan sebagai realisasi dari sikap tunduk mereka di hadapan kebenaran, setiap terjadi penyimpangan dari jalan yang lurus atau penentangan terhadap ulama, segeralah mereka saling mengingatkan dan meluruskannya. Sehingga kritik, koreksi, teguran, atau bantahan ilmiah adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sejarah perjalanan dakwah ini. Sebaliknya sikap taqlid, membebek dan ikut-ikutan sama sekali tidak dikenal oleh Ahlussunnah dan Salafiyyun.
Hidupnya budaya kritik ilmiah akan memperlihatkan siapa yang benar-benar berdiri sebagai Ahlussunnah dan siapa yang hanya ikut-ikutan. Bagi mereka yang menolak kritik dan tidak mau rujuk pada kebenaran, maka mereka adalah pengikut hawa nafsu atau ahlul ahwa. Bagi Ahlus Sunnah, teguran dan kritik akan segera membawanya kembali kepada Al Haq. Sedangkan pengikut hawa nafsu, mereka akan menentang ilmu dan nasehat ulama dengan berbagai alasan. Mereka berani menarik-narik makna ayat dan hadits agar mencocoki hawa nafsu, bahkan berani mencela para ulama agar ditolak fatwanya.
Dengan prinsip ini, maka kami membuat pernyataan ruju kepada kebenaran dan kembali kepada prinsip dakwah Salafiyyah setelah kami mengalami berbagai ketergelinciran. Yakni saat kami menjalani jihad di Ambon (Maluku) dan Poso (Sulteng), karena dalam jihad tersebut kami banyak terjatuh pada penyimpangan-penyimpangan lain yang tidak sejalan dengan Manhaj Salaf.
Tanpa terasa kami terjerumus ke dalam berbagai penyimpangan yang bermuara pada satu titik yaitu politik massa atau penggunaan potensi massa dalam perjuangan. Sungguh kesesatan seperti inilah yang terjadi pada Ahlul bid’ah dan hizbiyyun dari kalangan Ikhwanul Muslimin, Quthbiyyin (pengikut Sayyid Quthb) dan Sururiyyin (pengikut Muhammad Surur) dan lain-lain. Dengan penyimpangan yang kami jalani saat itu, muncullah tindakan-tindakan persis seperti yang dilakukan Ikhwanul Muslimin, diantaranya :
- Sistem komando yang meluas menjadi organisasi yang digerakkan dengan sistim imarah dan bai’at.
- Lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas dalam organisasi.
- Demonstrasi, unjuk rasa dan yang sejenisnya menjadi hal yang biasa.
- Mencari dukungan politis dari berbagai kelompok dengan tidak memperhatikan apakah mereka Ahlus Sunnah, orang awam atau Ahlul Bid’ah.
- Dari sinilah timbul ide untuk mengadakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dengan mengundang tokoh-tokoh politik dan Ahlul Bid’ah.
- Mulai menggampangkan dusta dengan dalih bahwa perang adalah tipu daya.
- Bermudah-mudahan dalam maksiat seperti fotografi dan ikhtilath karena mengimbangi orang awam.
- Mengingkari kemungkaran dengan menggunakan gerakan massa dan kekerasan dan seterusnya.
Tidak cukup hanya membubarkan diri dan meninggalkan penyimpangan-penyimpangan yang kami telah terjerumus padanya, namun kami mempunyai kewajiban untuk menerangkan kepada masyarakat bahwa apa yang kami lakukan dahulu bukanlah dari Manhaj Salaf. Karena ketika itu kita mengibarkan bendera Dakwah Salafiyyah dan Ahlus Sunnah, maka kami khawatir penyimpangan-penyimpangan tersebut dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai bagian dari Dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Inilah sesungguhnya yang paling penting!
Untuk itulah saya (Muhammad Umar as Sewed) sebagai salah satu mantan dari Dewan Ustadz di FKAWJ yang membawahi LJ, menerjemahkan buku berjudul Al Wardul Maqtuf fi Wujubi Tha’ati Wulati Amril Muslimin Bil Ma’ruf, yang ditulis oleh Syaikh Abu Abdirrahman Fauzi al Atsari *), yang berisi tentang bagaimana seharusnya seorang Salafi Ahlussunnah bersikap kepada penguasanya.
Ini merupakan salah satu realisasi dari sikap rujuk kami.
Dalam buku ini dimuat prinsip-prinsip Ahlus SUnnah yang berkaitan dengan tatacara memberi nasihat dan beramar ma’ruf nahi munkar kepada penguasa. Juga diterangkan tentang kewajiban taat kepada penguasa selama perintahnya bukan berupa kemaksiatan. Mudah-mudahan dengan ini kita telah melaksanakan kewajiban yang Allah perintahkan kepada orang yang terjatuh dalam kesalahan dan penyimpangan, sebagaimana firman Nya.
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَٰئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [QS Al Baqarah: 160]Dengan demikian apa yang telah kami lakukan, yang bertentangan dengan prinsip-prinsi Manhaj Salaf, kami bertaubat kepada Allah dan menyatakan dengan tegas bahwa itu bukan Manhaj Ahlus Sunnah, tetapi kekeliruan dan ketergelinciran kami. Hujjah tetap pada Al Quran dan As Sunnah, bukan pada apa yang dilakukan oleh FKAWJ atau LJ atau siapapun yang mengaku Ahlus Sunnah.
Akhirnya, kami – bersama segenap para ustadz yang dulu terlibat dalam FKAWJ/LJ – berharap kepada Allah agar mengampuni kita semua. menerima amal ibadah dan jihad kita dan membalasnya dengan kebaikan-kebaikan dan Jannah. Juga kami memohon maaf kepada semua pihak dari kaum muslimin umumnya dan Salafiyyin khususnya atas kesalahan kami pada masa lalu itu.
Muhammad Umar As Sewed
(Dikutip dari terjemahan Al Ward Al Maqtuf fi Wujubi Tha’ati Wulati Amri Al Muslimina bi Al Ma’ruf, penulisan Abu Abdirrahman Fauzi al Atsari. Pengantar oleh Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan. Penerbit Maktabah Ahlul Hadtis 1419 H, Bahrain bekerjasama dengan Maktabah At Taubah, Riyadh. Edisi Indonesia Meredam Amarah terhadap Pemerintah, Menyikapi Kejahatan Penguasa Menurut Al Quran dan As Sunnah. Penerjemah Al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad
Umar As Sewed. Penerbit Pustaka Sumayyah, Jl. Mangga Komplek Pasar Banjarsari Blok F Lantai 1 no 10-11 Pekalongan Tel (0285) 429410 HP/SMS 081 5872 1440. Email pustakasumayyah@plasa.com. Cetakan Pertama, Muharram 1427 H/Februari 2006)
*) Catatan Penting
Pernyataan taubat ini sesungguhnya telah lama saya tulis, namun sayang sekali karena satu dan lain hal buku yang memuat taubat tersebut tak kunjung diterbitkan oleh Maktabah Salafy Press, sampai dengan tutupnya penerbit Maktabah Salafy Press.
Alhamdulillah, buku tersebut akhirnya diterbitkan oleh Pustaka Sumayyah. Namun sangat disayangkan kembali terlambatnya penerbitan buku terjemah ini sampai pada waktu penulisnya (Syaikh Fauzi Al Atsary) mendapatkan teguran dari syaikh Rabi’ ibn Hadi al Madkhali, (dari Sahab.net).
Mengingat buku ini adalah buku yang bagus dan dipuji syaikh Shalih bin
Fauzan Al Fauzan dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kaum muslimin secara umum dan khususnya orang-orang yang sedang berupaya menelusuri jejak Sunnah, maka saya menerjemahkannya sebagai teguran dan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah kami lakukan di masa Laskar Jihad, bahkan kami memuat waktu itu pujian-pujian para ulama pada penulis buku tersebut. Maka dengan catatan ini saya menyatakan berlepas diri dari kesalahan dan
penyimpangan Syaikh Fauzi Al Atsary yang terjadi kemudian.
Cirebon, 8 Mei 2006
Muhammad Umar As-Sewed
http://salafycirebon.com/ruju-kepada-kebenaran-adalah-ciri-ahlus-sunnah.htm
Jumat, 11 April 2014
PEMILU
Keterangan: situs-situs rujukan yang kami sebutkan linknya adalah situs berbahasa arab, hanya ada satu yang memiliki translate resmi bahasa inggris. Mohon dimaklumi.
Tidak asing lagi bahwa hampir semua negara islam atau negara yang mayoritas penduduknya muslim diuji dengan keberadaan sistem demokrasi dalam memilih para pemimpin. Temasuk diantaranya Yaman. Sebuah negara yang terletak di kawasan Timur Tengah berbatasan langsung dengan Arab Saudi dan Oman. Berpenduduk sekitar 25 juta jiwa.
Silahkan merujuk profil singkatnya di link berikut: http://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%A7%D9%84%D9%8A%D9%85%D9%86 Atau: http://id.wikipedia.org/wiki/Yaman
Karena Yaman memakai sistem demokrasi, maka harus ada beberapa partai yang bertarung berebut kursi kepemimpinan. Dan di Yaman ada sekitar 26 partai yang bertarung untuk berebut kedudukan ini.
Lihat profil partai di Yaman pada link berikut: http://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%AD%D8%B2%D8%A7%D8%A8_%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%8A%D8%A7%D8%B3%D9%8A%D8%A9_%D8%A7%D9%84%D9%8A%D9%85%D9%86%D9%8A%D8%A9
Diantara partai-partai tersebut …..
Ada partai yang berkiblat atau berisi tokoh Ikhwan Muslimin, seperti Partai At-Tajammu’ Al-Yamany lil Ishlah, yang secara singkat dikenal dengan Partai Ishlah. Partai ini memiliki unsur kemiripan dengan PKS di Indonesia.
Salah satu tokoh partai ini adalah Abdul Majid Az-Zindany, pimpinan Jami’ah Al-Iman, Shan’a. Dia merupakan salah satu tokoh inti demontrasi panjang di Yaman pada beberapa tahun silam.
Lihat porfil partai ini pada link berikut: http://goo.gl/W6jTvnAtau situs resminya: http://al-islah.net (atau versi Inggrisnya: http://al-islah.net/new/EN/).
Adapun profil Az-Zindany maka pada link berikut: http://goo.gl/aGIm8yAda partai yang berkiblat kepada ideologi sosialis komunis, seperti Partai Al-Isytiraky Al-Yamany. Tentang ideologi sosialis komunis tentu sudah sering kita dengar. Sebuah ideologi yang dibuat oleh Karl Mark (seorang Yahudi), lalu diadopsi oleh Stalin CS dan lain sebagainya, dan sampai ke Indonesia dengan nama PKI.
Lihat profil partai ini pada link berikut: http://goo.gl/aGIm8yAda partai yang berkiblat kepada ideologi syi’ah, bahkan diantara tokoh pendirinya adalah seorang syi’ah rafidhah yang berafiliasi kuat kepada rafidhah itsna asyariyah di Iran. Partai tersebut adalah Partai Al-Haq. Diantara tokohnya adalah Badruddin Al-Hutsy dan Husain Al-Hutsy.
Tentang kejahatan Husty di Yaman, tidak asing lagi bagi dunia. Apalagi bagi masyarakat Yaman, para Ulama Yaman, dan para penuntut ilmu yang ada di Yaman. Pengusiran, pembunuhan, dan perusakan adalah ciri khas mereka dari masa ke masa. Bahkan beberapa tahun silam, Departemen Dalam Negeri Yaman telah menyatakan Kelompok Hutsy ini merupakan bahaya laten bagi negara. Dan ini terbukti pada saat ini.
Lihat profil partai ini pada link berikut: http://goo.gl/tep8xjDan ada pula partai yang muncul belakangan, yang karenanya para ulama Ahlus Sunnah Yaman mengeluarkan pernyataan tentang partai ini. Sebuah partai yang mengaku sebagai partai salafy. Partai tersebut adalah Partai Ittihad Ar-Rasyad, kemudian secara singkat dikenal dengan Partai Ar-Rasyad.
Tokoh dari partai ini adalah beberapa orang mantan murid dari Syaikh Muqbil rahimahullah.
Mungkin ada yang bertanya: Bagaimana bisa murid syaikh Muqbil berpikiran mendirikan partai politik??
Jawabannya: Mereka telah membelot dari didikan Syaikh Muqbil rahimahullah pada masa Syaikh masih hidup. Mereka ikut bergabung kepada suatu yayasan yang ‘berjudul’ Yayasan Ihsan dan Yayasan Hikmah. Kedua yayasan ini menginduk kepada Ihya’ At-Turats Kuwaitiyah, yang mana cabangnya juga ada di Indonesia.
Mereka sudah berulang kali dinasehati oleh Syaikh Muqbil, akan tetapi mereka tidak peduli. Pembelotan mereka dari jalan salaf inilah yang menyebabkan mereka kukuh membela At-Turats. Yang akhirnya mengantarkan mereka untuk mendirikan partai dan ‘bergoyang politik’ demi mengejar tamaknya kedudukan.
Untuk sebagian orang, tidak asing lagi apa itu At-Turats dan apa itu Sururiyah.
Demikian jawaban secara singkat tentang ‘membelotnya’ tokoh-tokoh di atas dari didikan Syaikh Muqbil rahimahullah.
Profil partai ini bisa dilihat pada link berikut: http://goo.gl/XEM6J9 Atau situs resminya: http://alrshad.net
Perlu diketahui …
Yaman pun juga mengalami masa yang distilahkan oleh sebagian orang dengan ‘darurat untuk memilih demi membendung sebagian partai atau tokoh berbahaya’.
Kita sudah melihat beberapa bahaya di atas. Ada partai syi’ah rafidhah, ada partai sosialis komunis.
Yang agak ‘mendingan menurut kamus sebagian orang’ adalah Partai Ishlah (yang mirip PKS), dan Partai Rasyad (yang mengaku salafy).
Namun…
Mari kita tengok sejenak, apa sikap para ulama ahlus sunnah mengahadapi situasi ini.
Apakah mereka menganjurkan memilih Partai Ishlah?
Apakah mereka menganjurkan memilih Partai Rasyad?
Tidak yang pertama, tidak pula yang kedua. Mereka tetap berjalan sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alihi wa salam dan diwarisi oleh para ulama, kurun demi kurun.
Mereka lebih berkosentrasi dalam mendidik masyarakat agar dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Mereka justru serius menanamkan kepada masyarakat untuk kokoh berpegang kepada Allah Ta’ala dan ajaran-Nya dalam menghadapi berbagai problema hidup. Karena dengan sikap itulah keselamatannya akan terjaga. Terjaga dari kekeliruan, dan setelahnya menjadi sebab datangnya kemudahan dan pertolongan Allah Ta’ala.
Para ulama Yaman justru mengeluarkan banyak pernyataan bahwa Partai Rasyad bukan dari salafy, bahkan partai ini dan orang-orangnya menyimpang dari jalannya salafy. Para ulama dan salafiyin Yaman menyatakan berlepas diri dari partai yang mengaku salafy ini.
Silahkan dilihat pada link-link berikut:
تبين حال حزبي الرشاد اليمني والنور المصري وعمرو خالد المصري والقرضاوي وطالبان الأفغاني (Penjelasan tentang hakikat Partai Rasyad Yaman, Partai Nur Mesir, Amr bin Khalid Al-Mishry, Al-Qrdhawy, dan Taliban Afghanistan), oleh Syaikh Muhammad Al-Wushaby -berupa suara-: http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|2682&d=download
كلمة عن الحزب الجديد (Pernyataan tentang partai baru -Partai Rasyad-), oleh Syaikh Muhammad Al-Imam -berupa suara-: http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|1967&d=download
براءة السلفيين في اليمن من الحزبية (Salafiyun di Yaman berlepas diri dari perpartaian), sebuah jawaban dari Syaikh Muhammad Al-Imam -berupa tulisan-: http://www.olamayemen.com/index.php?article_id=7881
براءة أهل السنة من حزب اتحاد الرشاد اليمني (Ahlus Sunnah berlepas diri dari Partai Rasyad Yaman), sebuah pernyataan sikap dari Syaikh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i -berupa tulisan-: http://www.olamayemen.com/index.php?article_id=4307
الاستقامة و البراءة من حزب اتحاد الرشاد (Istiqamah dan sikap berlepas diri dari Partai Rasyad), oleh Syaikh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i -berupa suara-: http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|2819&d=download
كلمة للشيخ البرعي حفظه الله حول حزب اتحاد الرشاد اليمني (Pernyataan Syaikh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i seputar Partai Rasyad), ceramah oleh Syaikh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i: http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|2818&d=download
الحزب الجديد (Partai baru), ceramah oleh Syaikh Utsman As-Salimy: http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|2718&d=download
القول الرشيد في الرد على من سمى نفسه بالحزب السلفي الجديد (Pernyataan bijak dalam menyangkal orang-orang yang menamakan dirinya: Partai Salafy Baru), oleh Syaikh Muhammad Bamusa -berupa suara-: http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|267&d=download
Apa yang kita pahami dari sikap para ulama di atas??
Pertama: Mereka tidaklah ikut berpartisipasi dalam demokrasi, meski situasinya seperti ini. Dan tidak pula mereka menganjurkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
Dan inilah yang kami saksikan langsung dengan mata kami dan kami dengar langsung dengan telinga kami.
Kedua: Mereka begitu keras menyikapi partai yang mengaku salafy. Lalu, kira-kira apa sikap mereka terhadap partai yang selain itu, semacam Partai Ishlah yang memilki unsur kemiripan dengan PKS???
Inilah sedikit kisah dan pelajaran dari ulama Yaman dalam menghadapi situasi ‘ancaman partai atau tokoh berbahaya’ dalam kancah politik.
Semoga sajian ini memberikan bahan untuk renungan, sehingga bisa mendapatkan bimbingan dari Allah Ta’ala dalam mengambil langkah yang tepat.
Hanya kepada Allah Ta’ala kita memohon petunjuk.
Sumber : thalibmakbarRENUNGAN
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Buktinya banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya.
Jangankan sehari lima waktu, bahkan seminggu sekali pun terlupa.
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. karena orang pintarpun sering tidak mampu menemukannya.
Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga kuliah di Universitas Eropa atau Amerika, dapat melangkahkan kaki Ke Jepang dan Korea, dengan semangat yang membara.
Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid.
Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Maka berbahagialah dirimu bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di mesjid.
Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.
Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu. Dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.
Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid. Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.
Semoga Allah Memberi HidayahNya Buat Kita dan Keluarga... Aamiin
WA SalafyBojong
Kamis, 10 April 2014
Selasa, 08 April 2014
Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia
Berikut Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia Hari Sabtu dan Ahad Tanggal 05-06 Jumadal Akhirah 1435H/05-06 April 2014H, Makassar, Semarang, Yogyakarta Magelang dan Cileungsi
Sabtu 05 Jumadal Akhirah 1435H/05 April 2014 Bersama Al Ustadz Azhari Asri Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
Ahad 06 Jumadal Akhirah 1435H/06 April 2014M Bersama Al Ustadz Abu Dihya Kamal Al Atsary Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
————————————————————————————————————————————————————-
Ahad 06 Jumadal Akhirah 1435H/06 April 2014M Bersama al Ustadz Rifai (Ngawi) Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
—————————————————————————————————————————————————————-
Ahad 06 Jumadal Akhirah 1435H/06 April 2014M Bersama Al Ustadz Usamah Mahri Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
Sesi 3 Download
4. Magelang
Ahad Malam Senin 07 Jumadal Akhirah 1435h/06 April 2014M Bersama Al Ustadz Usamah Mahri Hafizhahullah
Kajian Kitab Riyadhus Shaalihin Hadits ke 1 Download
————————————————————————————————————————————————————
Ahad 06 Jumadal Akhirah 1435H/06 April 2014M Bersama Al Ustadz Ayip Syafrudin Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
SUMBER “PANITIA KAJIAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH INDONESIA DI BERBAGAI TEMPAT” JAZAAHUMULLAHU KHAIRAA
Kisah pemuda yang meninggalkan sihir dengan seorang raja yang zhalim
Dari Shuhaib Ar-Rumi radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah sallahu alaihi wasallam bersabda:
"Ada seorang raja pada zaman sebelum kalian. Ia memiliki seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah tua, berkatalah ia kepada sang raja, 'Sesungguhnya usiaku telah tua dan ajalku telah dekat. Karena itu, utuslah kepadaku seorang anak muda agar aku ajari sihir.' Maka diutuslah seorang pemuda yang kemudian ia ajari sihir. Dan jalan antara raja dan tukang sihir itu ada seorang rahib. Pemuda itu mendatangi rahib dan mendengarkan pembicaraannya. Sang pemuda begitu kagum kepada rahib dan pembicaraannya. Begitu ia sampai kepada tukang sihir -karena terlambat- serta merta ia dipukulnya seraya ditanya, 'Apa yang menghalangimu?' Dan bila sampai di rumah, keluarganya memukulnya seraya bertanya, 'Apa yang menghalangimu (sehingga terlambat pulang) ?' Lalu iapun mengadukan halnya kepada sang rahib. Rahib berkata, 'Jika tukang sihir ingin memukulmu, katakanlah, aku terlambat karena keluargaku. Dan jika keluargamu hendak memukulmu, maka katakanlah, aku terlambat karena (belajar dengan) tukang sihir'.
Suatu kali ia menyaksikan binatang besar dan menakutkan yang menghalangi jalan manusia sehingga mereka tidak bisa menyeberang. Maka sang pemuda berkata, 'Saat ini aku akan mengetahui, apakah perintah ahli sihir lebih dicintai Allah taala ataukah perintah rahib.' Setelah itu ia mengambil batu seraya berkata, 'Ya Allah, jika perintah rahib lebih Engkau cintai dan ridhoi daripada perintah tukang sihir maka bunuhlah binatang ini sehingga manusia bisa menyeberang.' Lalu ia melemparnya, dan binatang itupun terbunuhkemudian ia pergi. Maka ia beritahu halnya kepada rahib, lalu sang rahib berkata, 'Anakku, sekarang engkau telah menjadi lebih mulia daripada diriku. Kelak engkau akan diuji. Jika engkau diuji maka jangan engkau tunjukkan diriku.'
Selanjutnya pemuda itu bisa bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan segala jenis penyakit. Allah taala menyembuhkan mereka melalui kedua tangannya.
Alkisah ada pejabat raja yang tiba-tiba buta. Ia mendengar tentang pemuda itu. Maka ia membawa hadiah yang banyak untuk pemuda itu seraya berkata, 'Sembuhkanlah aku dan engkau boleh memiliki semua ini.' Pemuda itu menjawab, 'Aku tidak bisa menyembuhkan seseorang. Yang bisa menyembuhkan adalah Allah Azza wa Jalla. Jika anda beriman kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, niscaya ia akan menyembuhkanmu.' Ia lalu beriman dan berdoa kepada Allah dan sembuh. Kemudian ia datang kepada raja dan duduk di sisinya seperti sedia kala. Sang raja bertanya, 'Wahai fulan, siapakah yang menyembuhkan penglihatanmu?' Ia menjawab, 'Tuhanku'. Raja bertanya, 'Saya?' 'Tidak, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah,' tegasnya. Raja bertanya, 'Apakah kamu memiliki tuhan selain diriku?' Ia menjawab, 'Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.'
Demikianlah, ia terus-menerus disiksa sampai ia menunjukkan kepada si pemuda. Pemuda itupun didatangkan. Sang raja berkata, 'Anakku, sihirmu telah menapai tingkatan kamu bisa menyembuhkan orang buta, sopak, dan berbagai jenis penyakit lainnya.' Sang pemuda menangkis, 'Aku tidak mampu menyembuhkan seorang pun, Yang Menyembuhkan hanyalah Allah Azza wa Jalla. Raja bertanya, 'Aku?' 'Tidak', ia menjawab.'Apakah kamu mempunyai tuhan selain diriku?' tanya sang raja. Ia menjawab, 'Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah'. Lalu iapun terus disiksa sampai ia menunjukkan kepada rahib.
Maka didatangkanlah sang rahib. Sang raja berkata,'Kembalilah kepada agamamu semula!' Ia menolak. Lalu ditengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua. Kepada pejabat raja yang dulunya buta juga dikatakan, 'Kembalilah kepada agamamu semula!' Ia menolak. Lalu ditengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua. Kepada sang pemuda juga dikatakan, 'Kembalilah kepada agamamu semula!' Ia menolak. Lalu dengan beberapa orang ia dikirim ke gunung ini dan itu. (Sebelumnya) raja berpetuah, 'Ketika kalian telah sampai ke puncak gunung maka bila ia kembali kepada agamanya (maka biarkanlah ia). Jika tidak maka lemparkanlah dia!' Merekapun berangkat. Ketika sampai di ketinggian gunung, sang pemuda berdoa, 'Ya Allah, jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendak-Mu.' Tiba-tiba gunung itu mengguncang mereka, sehingga semuanya tergelincir. Lalu sang pemuda datang mencari sampai bisa bertemu raja kembali. Raja bertanya, 'Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?' Ia menjawab, 'Allah menjagaku dari mereka.'
Kembali ia dikirim bersama beberapa orang dalam perahu kecil. Raja berkata, 'Jika kalian telah sampai di tengah lautan (maka biarkanlah ia) jika ia kembali kepada agamanya semula. Jika tidak, lemparkanlah ia ke tengah laut yang luas dan dalam!' Sang pemuda berdoa, 'Ya Allah, jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendak-Mu.' Akhirnya mereka semua tenggelam dan sang pemuda datang lagi kepada raja. Raja bertanya, 'Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?' Ia menjawab, 'Allah menjagaku dari mereka.'
Lalu sang pemuda berkata, 'Wahai raja, kamu tidak akan bisa membunuhku sehingga engkau melakukan apa yang aku perintahkan, Jika engkau melakukan apa yang kuperintahkan, engkau akan bisa membunuhku.' Raja penasaran 'Perintah apa?' Sang pemuda menjawab, 'Kumpulkan orang-orang di suatu padang yang luas, lalu saliblah aku di batang pohon. Setelah itu ambillah anak panah dari wadah anak panahku, lalu ucapkan Bismillahi rabbil ghulam (Dengan Nama Allah, Tuhan sang pemuda). Maka (raja memanahnya) dan anak panah itu tepat mengenai pelipisnya. Pemuda itu meletakkan tangannya di bagian yang kena panah lalu meninggal.
Maka orang-orang (yang melihat) berkata, 'Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda.' Lalu dikatakan kepada raja, 'Tahukah anda, sesuatu yang selama ini anda takutkan? Kini sesuatu itu telah tiba, semua orang telah beriman'. Lalu raja memerintahkan menggali parit-parit di beberapa persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamnya. Dan sang rajapun bertitah, 'Siapa yang kembali ke agamanya semula, maka biarkanlah ia. Jika tidak maka lemparkanlah dia ke dalamnya.' Maka orang-orang pun menolaknya sehingga mereka bergantian dilemparkan ke dalamnya.
Sehingga tibalah giliran seorang wanita, bersama bayi yang sedang disusuinya. Sepertinya ibu itu enggan untuk terjun ke dalam api. Tiba-tiba sang bayi berkata, 'Bersabarlah wahai ibuku, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran.' "
(HR. Ahmad dalam Al-Musnad 6/16-18, Muslim dan an-Nasa'i dari hadits Hammad bin Salamah. Dan An-Nasa'i serta Hammad bin Zaid menambahkan, yang keduanya dari Tsabit. Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari jalan Abdurrazaq dari Ma'mar dari Tsabit dengan sanad darinya.
Ibnu Ishaq memasukkannya dalam Sirah dan disebutkan bahwa nama pemuda itu adalah Abdullah bin At-Tamir).
"lihat juga kitab: <
Dikirim oleh Al-Akh Abu Hatim Al-Jagiry (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)
BERIKUT (SEBAGIAN)PROFIL SINGKAT SYI'AH
1. pendirinya adalah abdullah bin saba, seorang yahudi yg pura2 masuk islam pada zamannya ali radhiallahu 'anhu.
2. keyakinan2nya yg sangat menyesatkan:
A. ali adalah Allah.
Mereka juga mengatakan :
"bahkan ketika imam syafi'i meninggal,dia dalam keadaan bingung apakah Allah sebagai Rabb (Tuhan) kita ataukah ali? ".
Dan padahal Ali radhiallahu 'anhu saat itu membunuh dan memerangi orang2 yg mengatakan beliau adalah Allah.
B. ali adalah nabi setelah rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. padahal tidak ada nabi setelahnya, sebagaimana sabdanya:
((لا نبي بعدي)) رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة مرفوعا.
C. menyatakan bhw jibril 'alaihis salam telah berkhianat terhadap risalah Allah, karena seharusnya wahyu disampaikan kepada ali, akan tetapi disampaikan kpd nabi muhammad shalallahu alaihi wasallam. dan yg seperti ini mirip keyakinan yahudi yg menjadikan jibril sbg musuh mereka.
D. islam adalah syi'ah sehingga selain syi'ah adalah kafir dan wajib diperangi.
dari keyakinan yg poin D ini melazimkan:
#. selain syi'ah najis. sehingga semua orang yg shalat di masjid mereka haruslah disiram air dan di pel untuk menghilangkan najisnya.
#. halal darahnya ahlus sunnah, hartanya, dan kehormatannya. bahkan ahlus sunnah dianggap sebagai teroris karena membenci ahlul bait. padahal sebaliknya ahlus sunnah loyal dan cinta ahlul bait dengan cinta yang syar'i.
#. mereka berkeyakinan bahwa barang siapa bisa membunuh ahlus sunnah mk bagi mereka surga firdaus / surga yg paling tinggi, dibawah 'arsy Nya.
E. bolehnya kawin kontrak(mut'ah). bahkan sbg ibadah dan jihad bagi mereka. Dengan keyakinan mereka ini menimbulkan anggapan bahwa nikah kontrak bukanlah zina.
Dan sebenarnya nikah mut'ah sudah mansukh (terhapus), dan setelah terhapusnya nikah mut'ah setelah yaumul fath tidak ada satu sahabat pun yang membanggakan dan berkata : "alhamdulillah ana dah pernah mut'ah sebelum hukum dihapus".
kawin kontrak adalah kawin dg mahar tertentu untuk masa tertentu, misalkan: aku nikahi kamu untuk satu minggu dgn mahar 100ribu.
akibat kawin kontrak timbullah:
#. hobi zina dan akhlak pezina, tamak dg syahwat. Dan rata2 kaum laki2 mereka membidik kampus sbg ladang dakwah shg mendapatkan mahasiswi untuk bermut'ah.
#. HIV tersebar walaupun wanita itu memakai cadar.
#. anak hasil zina sangat banyak dan terlantar. di iran didapati panti penampungan anak hasil kawin kontrak yg tidak mengenal bapak dan ibuknya.
lebih dari 2000 anak didapati terlantar.
#. Dst.
F. tolong menolong dgn kafir yahudi dan loyal dgn mereka. terlebih ketika memerangi ahlus sunnah.
G. dalam shalat:
#. shalat tidak bersedekap (=istirsal).
#. memukul paha tiga kali sebelum salam sbg penghinaan terhadap abu bakr, umar, ustman.
#. sujud di atas batu karbala.
#. sujud tidak dgn dahi di tanah tapi dgn salah satu pipinya.
#. boleh sujud ke segala arah (bingung menentukan kiblat).
#. tidak disyari'atkan shalat jum'at.
#. shalat tarawih adalah bid'ah, karena umar yg membikin-bikin. Bahkan org syi'ah pernah menyerang salah satu masjid di yaman utara yg sedang shalat tarawih.
H. mengkafirkan sebagian besar shahabat yang bukan ahlul bait dan bahkan mengkafirkan istri nabi kita sekaligus sbg ummul mukminin 'aisyah radhiallahu 'anha.
mengkafirkan ayahanda 'aisyah abu bakr yang beliau adalah sebaik-baik makhluk setelah rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.
ketika mereka berziarah ke kuburan baqi' di dekat masjid an-nabawi mereka menginjak2, meludahi, dan melempari batu pada kuburan para shahabat dan shahabiyah.
I. syari'at haji mereka adalah di iraq.
J. ghuluw (berlebihan) terhadap habib dan syeikh mereka, yang masih hidup atau yang sudah di kuburan. Bahkan sebagian mereka menyimpan dan memakan atau mengoles badannya dengan kotoran tinja habib/syeikhnya dg harapan mendapat barakahnya.
K. ketika sakaratul maut tidak mengucapkan syahadat tetapi "yaa husain yaa zaenab...." atau "yaa ali..."
L. tidak bersyahadat dengan syahadat kita semestinya. bahkan syahadat kita dianggap belum sah oleh mereka.
M. menganggap Al-Qur'an yg sekarang adalah palsu dan kurang. dan yg asli dan lengkap akan dibawa imam mahdi yg mereka tunggu-tunggu. keyakinan ini mengakibatkan:
#. mereka tidak mau membaca dan menghafal al-qur'an.
#. hati mereka sakit dan bahkan hati mereka mati.
#. sulit mendapat hidayah, kecuali yg masih Allah Ta'ala kehendaki untuk mendapat hidayah.
#. bodoh karena tidak tahu dalil tetapi berfatwa tanpa dalil (mereka termasuk ruwaibidhoh).
#. Dst.
N. ulama-ulama mereka suka berkumpul untuk memalsukan hadits. mereka tidak mengambil shahih bukhari muslim yg merupakan kitab terbaik setelah al-qur'an.
O. Madzhab mereka yg paling terkenal dengannya syi'ah yaitu at-tuqyah (bolehnya berbohong).
P. Dst.
Bahkan ulama sepakat bahwa syi'ah (rafidhoh) bukan termasuk firqoh islam.
Ahlussunnah di iraq, Syria, yaman, sudah diserang dan dibantai oleh syi'ah.......
Semoga Allah Ta'ala menjaga negeri kita dari rongrongan syi'ah...Aamiin.
Semoga Allah Ta'ala membantu pemerintah kita untuk membasmi mereka dan aqidahnya dan segala penjuru dunia juga bisa membasmi mereka.
Ditulis oleh:
Abu ahmad abdurrahman
al-wuluhany
Kisah antara seorang laki-laki dengan sepupunya
Terdapat sosok seorang laki-laki, yang mana dia termasuk bagian dari tentara kaum muslimin pada perang Yarmuk (Yarmuk adalah sebuah lembah di daerah Syam yang mana terjadi di situ peperangan antara kaum muslimin dengan orang-orang musyrikin Roma pada masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-shiddiq — radhiyallahu 'anhu —.pent).
Pergi dalam rangka mencari anak pamannya (sepupunya.pent) di antara bergelimpangnya orang-orang yang terbunuh dan terluka, dan dia membawa bejana yang berisi penuh dengan air. Dia menyusuri sekian pasukan yang telah bergelimpangan di medan perang tersebu demi mencari anak pamannya. Sampai akhirnya dia bertemu jua dengan anak pamannya itu, tidak lain dalam keadaan yang sangat kepayahan (karena luka-lukanya.pent).
Maka berkatalah dia kepada anak pamannya itu, "apakah kamu ingin minum?". Anak pamannya tidak bisa menjawabnya (dikarenakan parah lukanya dan payah badannya.pent), lalu ia mengisyaratkan bahwa dia menjawab, "iya, saya ingin minum". Akan tetapi dia mendengar rintihan yang menyayat hati dari seorang laki-laki yang berada di sekitarnya, dengan jiwa yang tidak berdaya maka anak pamannya tadi mengisyaratkan untuk mendatangi sumber rintihan itu dan memberi minum padanya lebih dulu. Lalu pergilah laki-laki tadi mendatangi sumber rintihan itu, dan bertanya, "Apakah kamu ingin minum?". Dia menjawab, "iya (dengan suara yang kian melemah menyayat hati)". Disaat ingin meminumkan orang yang kedua ini, terdengarlah rintihan yang lebih menyayat lagi dari arah lain, maka berkatalah laki-laki itu (yang merintih kedua tadi.pent), "Pergilah, temui dia, kasih dia minum, cepat..!! Dan berikanlah kepadaku sisanya".
Maka pergilah dia menemui suber suara rintihan maut tadi, disaat dia sampai tujuan, dia tidak lagi menemukan rintihan itu melainkan sebuah jasad yang terbujur dengan ruh telah tercabut menghadap Sang Kholiq (inna lillaah wa inna ilaihi raji'un). Maka kembalilah dia kepada sumber rintihan yang ke dua tadi, dan dia tidak menemukan orang itu, melainkan sebuah jasad yang telah terpanggil nyawanya menghadap Sang Kholiq (inna lillaah wa inna ilaihi raji'un). Lalu dia kembali menemui anak pamannya tadi dan dia menemukannya juga tidak lain dan tidak bukan hanya jasad yang terbujur dan ruhnya telah terpanggil menemui ROBB SANG MAHA KUASA (inna lillaa wa inna ilaihi raji'un).
Inilah yang di namakan mahabbah, dan inilah yang namanya shodaqoh, dan persabatan seperti inilah yang akan dapat memperbaiki umat dan memakmurkan Negara.
***cintailah saudaramu sebagaimana kamu cinta pada dirimu sendiri***
Telah benar sabda Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam:
لا يحب أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
(Di terjemahkan dari kitab: "Mufrodul 'alam"/47 [Maktabah al-'shriyyah].
Dikirim oleh Al-akh Habib Mochtar (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)
Pergi dalam rangka mencari anak pamannya (sepupunya.pent) di antara bergelimpangnya orang-orang yang terbunuh dan terluka, dan dia membawa bejana yang berisi penuh dengan air. Dia menyusuri sekian pasukan yang telah bergelimpangan di medan perang tersebu demi mencari anak pamannya. Sampai akhirnya dia bertemu jua dengan anak pamannya itu, tidak lain dalam keadaan yang sangat kepayahan (karena luka-lukanya.pent).
Maka berkatalah dia kepada anak pamannya itu, "apakah kamu ingin minum?". Anak pamannya tidak bisa menjawabnya (dikarenakan parah lukanya dan payah badannya.pent), lalu ia mengisyaratkan bahwa dia menjawab, "iya, saya ingin minum". Akan tetapi dia mendengar rintihan yang menyayat hati dari seorang laki-laki yang berada di sekitarnya, dengan jiwa yang tidak berdaya maka anak pamannya tadi mengisyaratkan untuk mendatangi sumber rintihan itu dan memberi minum padanya lebih dulu. Lalu pergilah laki-laki tadi mendatangi sumber rintihan itu, dan bertanya, "Apakah kamu ingin minum?". Dia menjawab, "iya (dengan suara yang kian melemah menyayat hati)". Disaat ingin meminumkan orang yang kedua ini, terdengarlah rintihan yang lebih menyayat lagi dari arah lain, maka berkatalah laki-laki itu (yang merintih kedua tadi.pent), "Pergilah, temui dia, kasih dia minum, cepat..!! Dan berikanlah kepadaku sisanya".
Maka pergilah dia menemui suber suara rintihan maut tadi, disaat dia sampai tujuan, dia tidak lagi menemukan rintihan itu melainkan sebuah jasad yang terbujur dengan ruh telah tercabut menghadap Sang Kholiq (inna lillaah wa inna ilaihi raji'un). Maka kembalilah dia kepada sumber rintihan yang ke dua tadi, dan dia tidak menemukan orang itu, melainkan sebuah jasad yang telah terpanggil nyawanya menghadap Sang Kholiq (inna lillaah wa inna ilaihi raji'un). Lalu dia kembali menemui anak pamannya tadi dan dia menemukannya juga tidak lain dan tidak bukan hanya jasad yang terbujur dan ruhnya telah terpanggil menemui ROBB SANG MAHA KUASA (inna lillaa wa inna ilaihi raji'un).
Inilah yang di namakan mahabbah, dan inilah yang namanya shodaqoh, dan persabatan seperti inilah yang akan dapat memperbaiki umat dan memakmurkan Negara.
***cintailah saudaramu sebagaimana kamu cinta pada dirimu sendiri***
Telah benar sabda Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam:
لا يحب أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
(Di terjemahkan dari kitab: "Mufrodul 'alam"/47 [Maktabah al-'shriyyah].
Dikirim oleh Al-akh Habib Mochtar (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)











