Minggu, 03 Mei 2015

TERCELANYA SIKAP "TALAWWUN" DALAM AGAMA ALLAH


TAHDZIR DARI DUDUK DENGAN ORANG "MUTALAWWIN"

Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Wahai Saudara-saudaraku dan anak-anakku..

Tidak setiap orang yang berbicara bisa didengar ucapannya.
Seorang yang berakal akan menyeleksi ucapan yang didengarnya, dan tidak menghafalnya kecuali yang terbaik dari ucapan yang dia dengar. Jika dia berbicara, maka dia mengucapkan kalimat terbaik dan terindah dari ucapan yang dihafalnya.

Jadi,  wajib bagi setiap insan untuk memperhatikan dan berhati-hati, terkhusus di zaman ini.

Sesungguhnya ajakan-ajakan kepada kesesatan sangat banyak, Maha Suci Allah dan maha Agung, betapa miripnya malam ini dengan malam kemarin.
Sesungguhnya sunnah itu adalah pintu-pintu yang saling berkaitan.
Jika seseorang sepakat dengan kita dalam mengingkari khawarij akan tetapi menyelisihi kita dalam  menyikapi murji'ah, maka DIA BUKAN seorang SUNNI. Jika dia sepakat dengan kita dalam menyikapi murji'ah akan tetapi dia membela khawarij, maka DIA JUGA BUKAN SUNNI. Jika dia sepakat dengan kita dalam ketaatan terhadap pemerintah kaum muslimin kemudian menyelisihi dalam hal loyalitas terhadap ahlu bid'ah, DIA BUKAN SUNNI. Jika dia sepakat dengan kita dalam semua perkara ini tetapi dia marah ketika ahlu bid'ah di bantah maka DIA BUKAN SUNNI.

Berhujjah itu hanyalah diterima dengan sesuatu yang tidak bisa digugat, yaitu ucapan manusia yang maksum, Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan sebelum itu, firman Rabb kita Tabaraka wa Ta'ala. Adapun ucapan manusia maka setiap mereka bisa diambil ucapannya dan bisa ditolak, diambil ucapannya jika sesuai dengan al-haq dan ditolak kebatilan yang dia telah salah padanya.

Hendaklah diketahui bahwa :

▪ prinsip al-Wala' wa al-Bara' TETAP BERLAKU-alhamdulillah- dan
▫menjauhi pengekor hawa nafsu dan ahlu bid'ah serta membenci mereka, TETAP BERLAKU -alhamdulillah- walaupun mereka dari anak-anak kita.

▪Menjelaskan al-haq yang mereka ada padanya dan menegakkan syari'at Allah Jalla wa 'Ala TETAP ADA,  walaupun terhadap anak-anak kita,
maka dengan cara inilah PEMBELAAN terhadap agama Allah Tabaraka wa Ta'ala.

Jika yang engkau inginkan adalah keridhaan Allah dan negeri akherat, maka WAJIB atasmu menegakkan syari'at Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam.

Majmu'ah Manhajul Anbiya

Sabtu, 02 Mei 2015

KEJAHATAN AL-MA’RIBI DAN AL-HALABI terhadap Dakwah SALAFIYYAH

oleh:. Asy-Syaikh Khalid bin Abdurrahman Al-Mishry hafizhahullah
----------------------------

Asy-Syaikh Muhammad al-’Anjarihafizhahullah menyampaikan pertanyaan berikut:

“Kami memohon faedah penjelasan tentang keadaan dua orang ini, yaitu :Abul Hasan Al-Ma’ribi dan Ali Hasan Al-Halabi, dan sejauh mana bahaya yang ditimpakan oleh keduanya terhadap Dakwah As-Sunnah As-Salafiyyah?”


Asy-Syaikh Khalid ‘Abdurrahman menjawab :

Pertama : Yang berkaitan dengan kedua orang ini.

Orang yang pertama adalah Musthafa bin Isma’il yang sekarang menetap di Ma’rib (Yaman –pent) dan asalnya Mesir.

Sedangkan yang kedua adalah‘Ali bin Hasan bin ‘Abdul Hamid Al-Halabi yang tinggal di Amman, Yordania, asalnya dari negeri Syam.

Dua orang ini awalnya menisbahkan diri kepada Ahlus Sunnah, menampakkan sikap mengikuti As-Sunnah dan berpegang teguh dengannya serta mengaku mengikuti manhaj Salaf.

Karena itu semua, maka mereka mendapatkan tazkiyah (pujian) dari sebagian imam Ahlus Sunnah.

Karena siapa saja yang menampakkan kesesuaian dengan As-Sunnah dan dia tidak melakukan hal-hal yang menyelisihinya, maka (kita harus) berbaik sangka kepadanya.

Sedangkan siapa saja yang menampakkan sebaliknya, maka dia pun akan disikapi berbeda.

Kemudian mulai tampak pada dakwah dua orang ini prinsip-prinsip yang rusak. Lalu keduanya pun terus meletakkan sebagian kaedah-kaedah itu.

Sehingga apabila engkau membaca tulisan dua orang ini atau mendengar ucapan keduanya, seakan-akan engkau membaca tulisan atau mendengar ucapan dari satu orang.

Bahkan termasuk perkara yang mengherankan, keduanya tidak hanya sepakat dalam peletakan kaedah saja, bahkan sampai pada sebagian kalimat yang di atasnya mereka membangun banyak kaedah-kaedah mereka yang rusak.

Jadi mereka sepakat sampai dalam hal menggunakan kalimat yang diungkapkan.

Dan ini termasuk perkara yang telah diketahui, sebagaimana peribahasa mengatakan:

الطُّيُوْرُ عَلَى أَشْكَالِهَا تَقَعُ

 “Burung itu akan hinggap bersama yang sejenis.”

Di antara kaedah yang keduanya berserikat dalam mengungkapkannya, yang pertama dan yang paling jelas adalah sikap tidak merasa butuh atau tidak mau terikat dengan para ulama, serta sikap mencela para ulama, terutama terhadap ulama al-jarh wa at-ta’dil.

Oleh karena itulah engkau tidak menjumpai di masa kita ini seorang pun yang memerangi pembawa bendera al-jarh wa at-ta’dil yaitu Al-Imam Rabi’ – yang dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani bahwa beliau adalah pembawa bendera al-jarh wa at-ta’dil dan beliau memang pantas dan berhak atasnya – engkau tidak akan menjumpai orang yang memerangi imam ini (Asy-Syaikh Rabi’) seperti yang dilakukan oleh kedua orang tadi dalam hal kelancangan terhadap para imam al-jarh wa at-ta’dil dan celaan terhadap keimaman beliau.

Sungguh perkara yang mengherankan –dan ini termasuk besarnya karunia Allah bagi Ahlus Sunnah– yaitu dengan Allah menetapkan tazkiyah terhadap Al-Imam Rabi’ melalui lisan Al-Imam Al-Albani, yang Abul Hasan safar menemui beliau dan dia (Abul Hasan)lah yang bertanya kepada Al-Albani tentang Asy-Syaikh Rabi’, hingga Al-Albani pun mengatakan dalam kaset yang terekam bersama Abul Hasan, yang mana ketika itu Abul Hasan mengatakan:

“Fadhilatus Syaikh, kami mengharapkan Anda untuk menyampaikan kalimat tentang kedua ulama yang mulia ini (Asy-Syaikh Rabi’hafizhahullah dan Asy-Syaikh Muqbilrahimahullah –pent) sebagai bentuk pembelaan terhadap As-Sunnah sebagai bantahan terhadap siapa saja yang mencela keduanya.”

Jadi Allah menetapkan tazkiyah bagi Rabi’ dengan perkataan Al-Albany melalui Abul Hasan si pengobar fitnah itu.

Saya masih ingat ketika saya masih bersama Abul Hasan sebelum munculnya fitnah di Abu Dhabi di provinsi Syahama, dan di sebagian provinsi di sana di tempat seorang pemuda yang namanya Imran yang merupakan penanggung jawab di Daarul Birr, saya masih ingat ketika itu jam 12 malam, dan Abul Hasan ketika itu mengenakan pakaian berwarna hijau dan imamah berwarna hijau juga yang sedang dia letakkan di tangan kanannya, saat itu jam 12 malam ketika kami di rumah Imran.

Ketika itu Abul Hasan mengatakan kepadaku: “Wahai Abu Muhammad, tahukah engkau dengan sebab apa Allah memuliakan kedudukan Asy-Syaikh Rabi’?” Saya pun tersenyum dan mengatakan: “Dengan apakah?” Dia menjawab: “Dengan pembelaannya terhadap manhaj Salaf.”

Namun, kemudian orang yang perlu dikasihani ini (yakni Abul Hasan) mengatakan: “Saya mengetahui berbagai kesesatan Rabi’ sejak bertahun-tahun lamanya.”

 Dia mengatakan hal ini setelah ucapannya tadi beberapa bulan kemudian.

Maksudnya, bahwa diantara prinsip dari dua orang ini adalah mencela para imam al-Jarh wa at-Ta’dil. 

Saya tidak mengatakan celaan terhadap Asy-Syaikh Rabi’ saja. Yaitu jumlah ulama yang telah dicela oleh Abul Hasan dan Ali Al-Halabi sekitar 10 imam kita.

Misalnya Abul Hasan mencela Asy-Syaikh Rabi’, Asy-Syaikh An-Najmi dan seterusnya yang mencapai sekitar 10 ulama, dan jumlah ini sama yang dicela oleh Al-Halabi.

Saya juga masih ingat ketika kami di Al-Masjid Al-Haram setelah shalat isya’ setelah tarawih beberapa tahun yang lalu, ketika itu saya ketemu dengan Ali Al-Halaby dan kami shalat tarawih bersama, kemudian setelah itu dia menggandeng tangan saya menuju hotel, dan dari sana kami menuju Jeddah ketika Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Bannarahimahullah masih hidup.

Diantara ungkapan yang dia lontarkan kepada saya adalah: “Wahai Abu Muhammad,Masyayikh di Najd atau di Al-Haramain mereka mengkritik kami hanyalah semata-mata karena hasad.” Dia juga mengatakan: “Dan termasuk yang paling keras dari mereka adalah Al-Fauzan.” Ungkapan dia ini saya sampaikan bukan secara makna, bahkan persis sesuai lafazhnya. Jadi dia mengatakan: “Dan termasuk yang paling keras dari mereka adalah Al-Fauzan.” Tentu ucapan ini jelas, kita tidak perlu menjelaskannya lagi.

Jadi perkara ini hakekatnya merupakan kaedah yang sama-sama digunakan oleh kedua orang ini, yaitu mencela para imam.

Berikutnya setelah itu adalah dengan keduanya mengeluarkan ungkapan: “TIDAK MENGHARUSKANKU (La yulzimuni).”

Maksudnya ketika para imam menyebutkan penyimpangan si fulan dengan mengatakan: “Si fulan adalah mubtadi’, adapun bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang mubtadi’ adalah karena dia menyatakan demikian dan demikian, dia juga mengatakan dalam kitab ini dan itu demikian dan demikian.”

Ketika itu keduanya yaitu Abul Hasan dan Ali (Hasan) menolaknya dengan mengatakan: “Tidak mengharuskanku untuk menerima jarhnya, walaupun jarh tersebut dijelaskan secara rinci(mufash-shal).”

Coba perhatikan, walaupun jarh tersebut dijelaskan secara rinci!

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah ketika menukil penolakan kabar orang yang terpercaya, beliau menyebutkan bahwa para mubtadi’ yang menolak hadits, di antara dalih mereka adalah dengan mengatakan: “Tidak harus bagi kami untuk menerima riwayatnya.”

Mereka menolak As-Sunnah dengan dalih semacam itu. Jadi kedua orang ini dalam hal ini, mereka menyerupai perkataan ahli bid’ah: “Tidak harus bagiku untuk menerima riwayat orang yang terpercaya.”

Gambarannya misalnya ada seseorang melakukan sebuah bid’ah, apakah mungkin para ulama di bumi bagian timur dan bagian barat bisa mengetahuinya secara langsung bahwa dia telah berbuat ini dan itu? Apakah ini mungkin secara akal?!

Maksudnya apa mungkin secara akal ketika seorang mubtadi’ mengucapkan sebuah bid’ah dan menyimpang dari As-Sunnah dengan sebab sebuah prinsip yang rusak, apakah para ulama Ahlus Sunnah baik yang Arab maupun yang bukan Arab atau yang di bagian bumi yang timur maupun di bagian bumi yang barat bisa mendengar kalimat bid’ah tersebut dan mengetahuinya secara langsung dari mulut pelakunya?! Jadi mereka menilai dengan khayalan.

Jika kita tidak menerima jarh yang terperinci kecuali jika kita sendiri yang harus mendengar kesalahannya, namun jika kita sendiri tidak langsung mendengarnya maka kita tidak menerima, walaupun orang yang terpercaya selain kita telah mendengarnya; kalau demikian, maka engkau tidak akan pernah menjumpai seorang mubtadi’ pun di muka bumi ini.

Kenapa demikian?! Karena tidak mungkin para ‘ulama semuanya mengetahui semua ungkapan yang dikatakan oleh si mubtadi’ ini.

Demikian juga ini termasuk prinsip mereka yang rusak – yaitu prinsip “tidak mengharuskan diriku (La yulzimuni)” – ini menyeret kepada prinsip ketiga, yang kedua orang ini menyepakatinya, yaitu “BERSIKAP LEMBUT DAN KALEM TERHADAP AHLI BID’AH, dan MENCELA DAN BERSIKAP KERAS TERHADAP AHLUS SUNNAH.”

Apakah perlu melihat buktinya di situs mereka?! Tidak perlu, bahkan waspadailah!! Tetapi engkau telah dicukupi oleh orang lain.

Di situs yang bernama kulalsalafiyeen.com engkau bisa menjumpai ungkapan yang paling buruk terhadap sebagian Masayikh Ahlus Sunnah.

Benar-benar ungkapan yang paling kotor, sampai mereka mengatakan tentang Asy-Syaikh Rabi’ bahwa Asy-Syaikh Rabi’ telah berusia lanjut dan terkena penyakit gula, akibat penyakit tersebut beliau tidak bisa menghadapi masalah dengan tepat.

Lihatlah apa yang dikatakan oleh Abul Hasan ketika dia membantah Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi, – yang beliau dikatakan oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz bahwa Ahmad An-Najmy adalah mufti bagian Selatan (Arab Saudi –pent) dan termasuk ulama kibar – dia (Abul Hasan) mengatakan: “Wahai Syaikh yang telah tua renta, seandainya engkau menyadari umurmu (niscaya engkau diam –pent)…” dan seterusnya. Demikianlah mereka mencela para imam Ahlus Sunnah.

Namun ketika mereka membicarakan kelompok-kelompok yang menyimpang dan ahli bid’ah, engkau akan menjumpai sikap lembek dan lembut terhadap ahli bid’ah. Ketika membantah ahli bid’ah, yang saya maksud ketika membantah ahli bid’ah pada sebagian masalah yang muncul, kemudian mereka kembali dan mengatakan: “Alhamdulillah, LINGKUP AS-SUNNAH LUAS.”

Sebagaimana yang dikatakan oleh Abul Hasan: “Mencakup Salafy, mencakup pengikut Al-Ikhwan Al-Muslimun, dan juga mencakup pengikut Jamaah Tabligh.”

Jadi ini merupakan prinsip mereka berdua yang engkau jumpai mereka sepakat atasnya, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja.

Jadi karena penyimpangan maka sepakatlah pendapat keduanya dalam hal ini.

Kemudian setelah itu engkau menjumpai mereka mengatakan: “Kita tidak diharuskan untuk mengikuti ulama kibar dalam menyikapi masalah, tetapi cukup bagi kita untuk berijtihad dan memperhatikan dalil-dalil.”

Hal ini mereka ucapkan dalam bentuk penerapan di alam nyata, walaupun mungkin secara lafazh mereka berlepas diri darinya.

Oleh karena itulah Abul Hasan mengatakan: “Orang-orang yang menyelisihi kami adalah… (suara kurang jelas –pent)” maksudnya orang-orang yang rendah, itu dia katakan ketika dia membicarakan para imam besar.

Dan engkau jumpai Ali Hasan mengatakan: “Mereka ingin mematahkan pena-pena kami.”

Maksudnya: “Mereka tidak ingin kami menulis dan berbicara dalam masalah-masalah ilmiah, mereka ingin merusak pena-pena.”

Jadi mereka bersikap kepada para ulama dengan penuh kesombongan dan merendahkan para ulama.

Demikian juga saya akan akhiri dengan menyebutkan prinsip penting dari prinsip-prinsip rusak dua orang ini, dan prinsip yang ini hakekatnya seandainya keduanya tidak memiliki kecuali prinsip yang rusak ini, niscaya cukup untuk menjelaskan bahaya yang ditimpakan oleh keduanya terhadap dakwah Salafiyah dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya.

Yaitu ketika keduanya sepakat bahwa MENERAPKAN RIWAYAT-RIWAYAT SALAF TERHADAP AHLI BID’AH DI ZAMAN KITA INI TERMASUK SALAH SATU BENTUK SIKAP GHULUW ATAU EKSTRIM.

Jadi jika engkau menjumpai riwayat-riwayat yang mencela Qadariyah, Jabriyah, Jahmiyah, Mu’tazilah, Khawarij, Khawarij Qa’diyah (yang tidak memberontak dengan senjata, tetapi mengkafirkan dan mencela pemerintah dengan provokasi –pent) dan ahli bid’ah yang menyimpang lainnya, apa yang mereka katakan?!

Mereka mengatakan: “Kalian jangan menerapkan riwayat-riwayat ini terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang ini, bahkan menerapkan riwayat-riwayat ini terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang ini merupakan sikap ghuluw dalam agama dan merupakan penyimpangan.”

Ucapan ini apa tujuannya?!

Tujuannya adalah untuk MENGHANCURKAN MANHAJ SALAF, dengan cara setiap kali dibawakan riwayat-riwayat Salaf untuk diterapkan terhadap ahli bid’ah, mereka menyanggah dengan mengatakan: “Tidak bisa, Salaf tidak memaksudkan kecuali terhadap orang-orang yang semisal dengan Jahmiyah dan Khawarij.”

Dari sinilah dalam penerapannya, pintu mereka menjadi terbuka seluas-luasnya bagi ahli bid’ah, seluas antara langit dan bumi.

Oleh karena inilah engkau lihat mereka cenderung kepada ahli bid’ah dan begitu akrab dengan mereka serta tidak mau menghajr ahli bid’ah secara nyata, bahkan mereka memperingatkan masalah hajr dengan berbagai cara dan dalih.

Di antaranya mereka melemparkan syubhat: “BAGAIMANA SEKARANG KITA MENGHAJR, SEMENTARA INI BUKAN LAGI ZAMAN HAJR?!”

Kemudian mereka bergelantungan dengan perkataan yang datang dari Al-Imam Al-Albani yang mereka pahami tidak dengan semestinya, lalu mereka pun melemahkan manhaj Salaf di hati para pengikut mereka.

Oleh karena itulah seandainya tidak terjadi kecuali apa yang kita lihat berupa banyaknya para pemuda yang bodoh jatuh ke pangkuan kedua orang yang jahat dan menyimpang ini, niscaya hal itu cukup untuk menjelaskan betapa besar bahaya dari kedua orang ini terhadap Dakwah Salafiyah dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya.

Maka bagaimana menurutmu bahaya yang ditimbulkan oleh peletakan kaedah-kaedah lainnya (oleh kedua orang tersebut) yang tidak kami sebutkan kecuali sedikit saja, karena untuk menjaga waktu dan meringkasnya.

Saya memohon keselamatan untuk kami dan kalian.
___________________________

Unduh audio disini

https://docs.google.com/file/d/0By37s-7RO_8HWWVvN2c1WUNvZ2ExRzlEQVc0b2R1WmVOX1ZJ/edit

 Sumber :http://miratsul-anbiya.net/

Rabu, 29 April 2015

Daurah Nasional Ulama Ahlussunnah 6-7 Juni 2015 Di Masjid Agung Manunggal Bantul


Daurah Nasional “asy-Syari’ah” ke-11 1436 H/2015 M

Bismillah. Alhamdulillah, dengan pertolongan dan taufik dari Allah, insya Allah
akan hadir kembali…
DAURAH ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH
“ASY SYARIAH” Ke-11
• 1436 H/2015 M •
dengan tema:

“MENANGKAL RADIKALISME BERDASARKAN PEMAHAMAN SALAF“

 dengan pembicara:
1 Asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri (Kuwait)
2 Asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Anazi (Arab Saudi)
3 Asy-Syaikh Usamah bin Sa’ud al-‘Amri (Arab Saudi)
4 Asy-Syaikh Fuad bin Sa’ud al-‘Amri (Arab Saudi)
5 Asy-Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammadi (Yaman)
Kajian umum insya Allah diselenggarakan di Masjid Agung Manunggal, Bantul pada Sabtu-Ahad, 19-20 Sya’ban 1436 H (6-7 Juni 2015); Daurah asatidzah di Ma’had al Anshar, Kamis-Sabtu, 17-26 Sya’ban 1436 H (4-13 Juni 2015). [materi durus insya Allah menyusul]
Kajian ini insya Allah bisa diikuti melalui:
Pamflet Daurah Ilmiah “Asy-Syari’ah” ke-11
Link Ukuran A4 (Resolusi Tinggi)
http://goo.gl/Q220uh
Link Ukuran A3 (Resolusi Tinggi)
http://goo.gl/QzyUYf

Selasa, 28 April 2015

ADAB ADAB PERGAULAN DENGAN TEMAN 31 s/d 36

✒ Berkata Imam Abul Barokat Al Ghozzi Rahimahullah :

3⃣1⃣. MEMELIHARA RASA CINTA DAN PERSAHABATAN.

✏ Salah satu adab yang terpuji dalam bergaul adalah , menjaga kasih sayang yang sudah lama bersemi, dan memelihara persaudaraan yang telah kokoh.
✒ Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda :

✏ " Sesungguhnya Allah mencintai kasih sayang yang telah berlangsung lama. "

[ Ibnu 'Adi,  Didhaifkan oleh Syeh Albani dalam silsilah al ahadits adhdhaifah no 3125 ,dhaif jiddan ]

✏ Suatu hari, datang seorang wanita menemui Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Beliau pun mendudukkan wanita tersebut dan memuliakannya. Ketika ditanyakan kepada beliau kenapa beliau melakukan hal itu, lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menjawab :

✏ " Dahulu wanita ini pernah menemui kami dimasa Khadijah bintu Khuwalid Radhiyallahu 'anha,  Sedangkan menjaga komitmen dalam sebuah perjanjian ( kasih sayang ) ,adalah bagian dari iman."

[ Al Hakim dan Al Qudha'i, Dishahihkan oleh Syeh Albani dalam silsilah al ahadits ash shahihah no 216. ]

✒ Muhammad al Maghazili Rahimahullah berkata :

✏ "Barang siapa yang menginginkan langgengnya kasih sayang orang lain untuk dirinya, maka peliharalah persahabatan dengan teman teman lamanya."

✒ Berkata Penyair :

✏ " Tulusnya kasih sayang dari seorang sahabat terpercaya merupakan kenikmatan yang paling lezat bagi jiwa ...

✏ Barangsiapa yang luput darinya cinta kasih sayang teman yang baik ....

✏ Maka .. dialah makhluk yang paling merugi ..."

✒ Sebagian Ahli Hikmah mengatakan :

✏ " Pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik ..

✏ Karena ... mereka akan mencintai kalian selama kalian masih hidup ...

✏ Dan mereka akan menangisi,  ketika kalian telah mati ... "

3⃣2⃣. TOTALITAS DALAM PERGAULAN.

✒ Abu Utsman al Hyri Rahimahullah pernah ditanya tentang hal ini. Maka beliau menjawab :

✏ " Hendaknya seorang menyisakan sebagian harta yang dia miliki, untuk diberikan kepada saudaranya.

✏ Janganlah dia berlaku rakus,  meskipun itu adalah hartanya sendiri.

✏ Sepantasnya, dia membagi harta itu kepada saudaranya yang membutuhkan.

✏ Akan tetapi janganlah pernah meminta balasan dari mereka.

✏ Menganggap pemberian teman adalah sesuatu yang besar, meskipun wujudnya sedikit

✏ Serta menganggap sedikit apa yang dia berikan kepada teman, meski pada hakikatnya banyak.

3⃣3⃣. MENDAHULUKAN TEMAN DAN MEMULIAKAN MEREKA.

✏ Diantara sikap yang baik dalam bergaul adalah, mendahulukan kepentingan saudara,dan mengutamakan mereka diatas diri sendiri.

✒ Abu Utsman Rahimahullah berkata :

✏ " Barangsiapa yang bergaul dengan manusia,akan tetapi tidak memuliakan mereka, bahkan menyombongkan dirinya,maka ketahuilah, bahwa orang itu pasti kurang akalnya. Sebab dia sedang memusuhi teman bergaulnya sendiri,dan justru menghormati musuhnya. Ketahuilah,saudara saudaranya karena Allah merupakan teman terbaik. Sedangkan hawa nafsu sejatinya adalah musuh terbesar bagi dirinya. "

✒ Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

✏ " Musuh terhebat mu adalah hawa nafsu yang ada dalam jiwamu. "

[ Al Baihaqi,  Syeh Albani berkata dalam silsilah al ahadits adh dhaifah no 1164,  hadits palsu ]

✒ Al Qasim bin Muhammad Rahimahullah berkata :

✏ " Allah telah menjadikan seorang teman yang tulus,sebagai ganti atas kasih sayang seorang pelindung. "

3⃣4⃣. MEMPERHATIKAN KEBUTUHAN TEMAN YANG FAQIR

⚡ Sebuah kewajiban bagi kita untuk mengerti hak hak teman yang faqir. Agar kita dapat membantu menutupi kebutuhan, memperhatikan keperluan mereka.

☀ 'Abdillah bin Abu Aufa Radhiyallahu 'anhu berkata :

☀ " Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah meremehkan seorangpun. Beliau tidak malu berjalan bersama dengan para janda dan orang orang melarat,sehingga beliau bisa memenuhi kebutuhan mereka.
[ An Nasai dan Ad Darimi ]

3⃣5⃣. BAIKNYA PERGAULAN

⚡ Terus menerus beradab kepada temen dan saudara serta mempergauli mereka dengan pergaulan yang baik.

☀ Imam Al Junaid Rahimahullah pernah berkata ketika ditanya tentang apa itu adab :

⚡ " Adab adalah pergaulan yang baik,

⚡ Adapun kiat dalam mempergauli ulama dan orang yang bodoh,  memiliki aturan yang berbeda. Seperti ucapan Yahya bin  Mu'adz Ar Razi Rahimahullah :

⚡ " Sesungguhnya para ulama beribadah kepada Allah dengan hati hati mereka ...

⚡ Dan pada umumnya manusia menyembah Allah dengan jasad jasad mereka ...

⚡ Adapun orang orang bodoh,  mereka menyembah Allah hanya dengan lisan lisan mereka ..

⚡ Para ulamalah yang mampu menggabungkan ke tiga cara tersebut dalam beribadah kepada Allah. Mereka menyembah Allah dengan hati, anggota badan dan lisan mereka."

3⃣6⃣. MENJAGA RAHASIA

⚡ Diantara adab yang baik dalam bergaul adalah menjaga rahasia saudara.

☀ Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam :

⚡ " Mintalah pertolongan dari Allah atas kebutuhan hidup kalian, dengan menyembunyikan rahasia. Karena kebanyakan para pemilik kenikmatan pasti di dengki. "
[ Ath Thobarani dan Al 'Uqalli,  dishahihkan oleh Syeh Albani dalam silsilah al ahadits ash shahihah no 1453 ]

☀ Sebagian Ahli Hikmah Rahimahumullah berkata :

⚡ " Dada dada orang yang mulia adalah kuburan bagi setiap rahasia "

⚡ Dan dikisahkan, suatu ketika ada seorang laki laki menyampaikan sebuah rahasia kepada temannya.

⚡ Setelah selesai menceritakan rahasia miliknya tersebut.

⚡ Dia bertanya kepada temannya tadi,

⚡ " Apakah engkau menghafal rahasiaku ?

⚡ Temannya menjawab :

⚡ Tidak sama sekali, bahkan aku telah melupakannya."

☀ Seorang penyair berkata :

⚡ " Orang yang mulia, bukanlah dia menyebarkan aib teman yang diketahuinya, ketika telah berpisah ...

⚡ Akan tetapi , orang yang mulia adalah , mereka yang rasa cintanya abadi kepada sang teman ...

⚡ Selalu menjaga rahasia sahabatnya, baik ketika berjumpa, ataupun setelah berpisah ..."

☀ Wallahu Ta 'Ala A'lam Bishshowab

✂ Copas Dari Kitab Terjemah :

" Adaabul 'Isyrah Wa Dzikrush Shuhbah Wal Ukhuwwah Karya Imam Abul Barokat Badruddin Muhammad Al Ghazzi Rahimahullah "

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia




1. CIAMIS
Bersama :  Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed حفظه الله
Tema: Prinsip Kebersamaan Dalam Meraih Kebahagian Hidup Bernegara

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
2. SEMARANG
Bersama :  Al Ustadz Abdur Rouf حفظه الله
Tema: Cepatlah menikah sebelum kalian terfitnah ~ Download Audio di Sini
*
Bersama :  Al Ustadz Idral Harits حفظه الله
Tema: Kitab Ad-Daa’u wad-Dawaa’u
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
3. KENDARI
Bersama :  Al Ustadz Usamah Faishol Mahri حفظه الله
~ Khutbah Jum’at ~ Download Audio di Sini
~ Ta’lim Ba’da Maghrib di Masjid Babut Taqwa Lapulu ~ Download Audio di Sini
~ Talim Bada Maghrib di Masjid Nurul Falah Kemaraya ~ Download Audio di Sini
~ Manhaj Ahlussunnah di Dalam Menghadapi Berbagai Fitnah ~ Download Audio di Sini
~ Menyingkap Kebatilan Agama Syi’ah Rafidhah 01 ~ Download Audio di Sini
~ Menyingkap Kebatilan Agama Syi’ah Rafidhah 02 ~ Download Audio di Sini
~ Menyingkap Kebatilan Agama Syi’ah Rafidhah 02 (TJ) ~ Download Audio di Sini
~ Talim Ba’da Isya di Masjid Nurul Mulia Perumnas Poasia ~ Download Audio di Sini
*
Bersama :  Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh حفظه الله
~ Akhlaq Para Ulama 01 ~ Download Audio di Sini
~ Akhlaq Para Ulama 02 ~ Download Audio di Sini
~ Akhlaq Para Ulama 03 ~ Download Audio di Sini
~ Akhlaq Para Ulama 04 ~ Download Audio di Sini
~ Akhlaq Para Ulama 04 (TJ) ~ Download Audio di Sini
~ ISIS dan KHILAFAH ISLAMIYYAH dalam Pandangan Islam 01 ~ Download Audio di Sini
~ ISIS dan KHILAFAH ISLAMIYYAH dalam Pandangan Islam 02 (TJ) ~ Download Audio di Sini
 ***
4. AMBON
Bersama :  Al Ustadz Abu Ishaq Muslim حفظه الله
~ Khutbah Jum’at ~ Download Audio di Sini
~ Radikalisme isis ~ Download Audio di Sini
~ Taushiyyah Ba’da Maghrib ~ Download Audio di Sini
~ Taushiyyah Ummahat ~ Download Audio di Sini
*
Bersama :  Al Ustadz Abu Mu’awiyah Askari حفظه الله
~ Taushiyyah Ba’da Subuh ~ Download Audio di Sini

~ Ses 1 Radikalisme Syi’ah ~ Download Audio di Sini
~ Ses 2 Radikalisme Syi’ah ~ Download Audio di Sini
***
5. BANJAR BARU

Bersama :  Al Ustadz ‘Abdul Haq Balikpapan حفظه الله
~ Taushiyyah I – Bahaya Berpaling dari Agama Alloh ~ Download Audio di Sini
~ Taushiyyah II – Kiat-kiat untuk Menjadi Wali Alloh ~ Download Audio di Sini
~ Kajian Kitab ‘Umdatul Ahkam Bab Dukhul al Khola wal Istithobah hadits ke-11 sd ke-14 ~ Download Audio di Sini
~ Kajian Kitab ‘Umdatul Ahkam Bab Dukhul al Khola wal Istithobah hadits ke-15 dan Tanya Jawab ~ Download Audio di Sini
~ Kajian Ummahat Asbab Sa’adatil Usroh halaman 27 sd 29 – Senantiasa menghadirkan rasa cinta dan kasih sayang di tengah keluarga ~ Download Audio di Sini
***
6. PURBALINGGA

Bersama :  Al Ustadz Saiful Bahri حفظه الله
~ Larangan bertabarruj kepada Selain Suami ~ Download Audio di Sini
***
7. SLIPI

Bersama :  Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed حفظه الله
~ Sebab-Sebab Berpalingnya Seseorang dari Al Haq 01 ~ Download Audio di Sini
~ Sebab-Sebab Berpalingnya Seseorang dari Al Haq 02 ~ Download Audio di Sini
***
8. CILEUNGSI

Bersama :  Al Ustadz Abdul Mu’thi Balikpapan حفظه الله
~ Hasungan Untuk Istiqamah ~ Download Audio di Sini
~ Inkarul Munkar Prinsip Mulia dalam Agama Islam ~ Download Audio di Sini
***
 Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan

Kamis, 23 April 2015

INILAH AQIDAH HUTSI MAJUS PEMBERONTAK DUKUNGAN IRAN

 

INDONESIAKU BUKA MATA:

REVOLUSI HUTSY YAMAN REVOLUSI SYI’AH KHUMAINIYAH (INILAH AQIDAH HUTSI MAJUS PEMBERONTAK DUKUNGAN IRAN)

Hutsi adalah firqah yang menisbahkan kepada Badrudin al-Hutsi.
Memiliki pemikiran al Jarudiyah, pecahan dari sekte Zaydiyah Syiah yang memilki kesamaan dengan pemahaman al Imamiyah Itsna Asy’ariyah yang saat ini bercokol di Iran, Iraq dan Libanon.

Badrudin Hutsi memilki keturunan yang paling tersohor yaitu:

Husein Badrudin ((pemimpin Hutsi yang telah tewas)) dan Abdul Malik Badrudin yang saat ini menggantikan kakaknya ((Husein)) sebagai Jendralnya Hutsi.

Beberapa waktu yang lalu, salah satu Hutsi tertangkap oleh tentara Presiden dan terjadi wawancara:

Siapa namamu?
Said Miftah.

Dimana kamu berperang??
Aku berjihad dan tertangkap.
Aku berjihad bersama Sayyidi Husein ((yang telah tewas))

Kenapa selalu menyebut Husein Badrudin??
Karena dia dari keluarga Al Mahdi ((yang akan muncul di akhir zaman))

Siapa itu Al-Mahdi??
Ya itu Sayyidi Husein Badrudin

Husein Badrudin berjalan di atas manhaj siapa??
Berjalan bersama Imam Ali ((Ibn Abi Thalib)), Imam Hasan dan Husein ((radhiyallahu ‘anhum)) dan para Imam Ahlul Bait.

Abu Bakar, Utsman, dan Umar ((radhiyallahu ‘anhum))??
Kita tidak butuh dengannya.
Kami berlepas diri dari mereka.

Bukankah mereka para khulafa’?
Khulafa kami adalah Ali, Hasan, Husein, para Imam Ahlul Bait dan Sayyidi Husein Badrudin, shalawat dan salam tercurahkan kepada mereka.

Kepada siapakah taat Wali Amr??
Kepada Sayyidi Husein Badrudin dialah Wali Amr kami.
IMG-20150418-WA0000
Gambar 1. Hakekat Revolusi Hutsy adalah Mensyi’ah Rafidhahkan (baca: Meng-Iran-kan) Yaman.

Loh, bukannya Husein Badrudin telah tewas???
Dia berada di lindungan Allah.
Dia tidak mati.

Terus dimana dia sekarang ((Husein Badrudin))?
Akan datang dan muncul

Apakah dia Imam Mahdi??
Ya dia adalah Mahdi Sayyidi Husein Badrudin.
Semua manusia dibawah naungannya.
Yang tidak beriman terhadap Sayyid Husein adalah kafir.
Yang memerangi Sayyidi Husein maka telah kafir.

apa mauqifmu terhadap Husein Badrudin??
Tentu Shalawat dan salam atasnya.
Watch “Wawancara dengan Pemberontak Hutsiyun” on YouTube – Wawancara dengan Pemberontak Hutsiyun: http://youtu.be/v-ddfIyno7Y
———–

http://tukpencarialhaq.com/2015/04/23/indonesiaku-buka-mata-revolusi-hutsy-yaman-revolusi-syiah-khumainiyah-inilah-aqidah-hutsi-majus-pemberontak-dukungan-iran/#more-8841

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia


1. MAGELANG
Bersama :  Al Ustadz Muhammad as Sarbini حفظه الله
# Taklim Umum (Membahas Kitab Bayan)
~ Download Audio di Sini
# Taklim Ummahat (Syarah Ushul 3) ~ Download Audio di Sini
# Kitab Tauhid ~ Download Audio di Sini
*
# Khutbah Jumat ~ Download Audio di Sini
# Tausiyyah – Peranan Orangtua dalam Tarbiyah Anak ~ Download Audio di Sini + Tanya Jawab ~ Download Audio di Sini

# Ushul Sunnah Membahas tentang masalah Mizan ~ Download Audio di Sini
***
2. BEKASI

Bersama :  Al Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal حفظه الله
Tema : Indahnya Dakwah Islam Di Atas Bimbingan Rasulullah ~ Download Audio di Sini
# Khutbah Jumat ~ Download Audio di Sini
# Tausiyyah – Meminta Perlindungan Kepada Allah ~ Download Audio di Sini
***
3. MAJALENGKA

Bersama :  Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf حفظه الله
# inaayatu Tamyyu ‘ala Manhaj Salaf ~ Download Audio di Sini
# Praktek Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah ~ Download Audio di Sini
*
Bersama :  Al Ustadz Abu Ibrohim Muhammad ‘Umar As-Sewed حفظه الله
Tema : Jadilah di Dunia seperti Orang Asing/Musafir
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 + Tanya Jawab ~ Download Audio di Sini
***
4. SEMARANG

Bersama :  Al Ustadz Abdurrouf حفظه الله
Tema : Cepatlah Menikah Sebelum Engkau Terfitnah ~ Download Audio di Sini
*
Bersama :  Al Ustadz Muslim حفظه الله
Tema : Keutamaan Ittiba’u Sunnah ~ Download Audio di Sini
***
5. CILEUNGSI
Bersama :  Al Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal حفظه الله
Tema : Hiasi Diri Kita dengan Tawadhu, Qana’ah dan Zuhud
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
6. WONOGIRI
Bersama :  Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy حفظه الله
Tema : Tanda-Tanda Su’ul Khotimah ~ Download Audio di Sini
Tema : Kejahatan Sikap Lembek Terhadap Manhaj dan Dakwah Salafiyyah
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
7. PURBALINGGA

Bersama :  Al Ustadz Ridwanul Barri حفظه الله
Tema : Bahjatul Qulub Al Abror; bab Larangan Meminta Kematian ~ Download Audio di Sini
*
Bersama :  Al Ustadz Maimun Aliyastawi حفظه الله
Tema : Fadhlul Islam; bab Islam adalah Agama yang Tengah-tengah ~ Download Audio di Sini
***
8. BANTUL

Bersama :  Al Ustadz Mukhtar Ibn Rifa’i La Firlaz حفظه الله
Tema : Mewaspadai Makar Yahudi dan Nasoro ~ Download Audio di Sini
Tema : Pendidikan Anak Pertemuan ke 3 ~ Download Audio di Sini
***
Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan

Rabu, 22 April 2015

NASEHAT EMAS IMAM al-WADI RAHIMAHULLAH TA’ALA BAGI SALAFIYIN



Soal: Apa nasehat Anda bagi kami, ya Syaikh? 

Jawaban: 

Perkara yang saya nasehatkan kepada kalian sebelum segala sesuatu adalah:
  • Takwallah Subhanahu waTa’ala dan
  • Ikhlas untuk meraih wajah Allah ‘Azza waJalla.
Adapun setelah itu, saya nasehatkan kepada kalian untuk:
  • Gigih dan bersungguh-sungguh dalam mencari dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat:
  • Menjalin tali persaudaraan di antara kalian, serta
  • Berta’awun di atas kebaikan dan ketakwaan.
Saya nasehatkan pula:   agar kalian berlaku lemah lembut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam bersabda, “Tidaklah sikap lemah lembut diletakkan pada sesuatu melainkan akan menghiasinya. Dan tidak dicabut dari suatu perkara melainkan semakin mengotorinya.”
Beliau juga bersabda, “Berilah kabar gembira, jangan menyebabkan orang lain lari. Mudahkan urusan jangan mempersulit.”
Kalian, in syaa Allah, berjalan di atas kelemah-lembutan. Bukanlah suatu persyaratan, semua manusia menerima dakwah kalian. Mungkin satu dua orang yang menerima dakwah kalian pada waktu itu, karena kalian menyeru mereka perkara yang menghalangi manusia dari syahwat yang haram.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam bersabda, “Jannah dikelilingi perkara-perkara yang dibenci. Sementara Neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan hawa nafsu.”

Kalian  … , dakwah kalian tidak seperti dakwah (kelompok-kelompok) yang lain, dakwah mereka yang membolehkan segala apa yang mereka inginkan semata-mata agar manusia mengikuti mereka. Dakwah kalian tidak dibangun di atas prinsip ini. Dakwah kalian mengajak umat untuk berpegang dengan al-Quran dan as-Sunnah. Dakwah syumuliyah (yang segala aspek kehidupan dengan berpegang al-Quran dan as-Sunnah). “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara menyeluruh.”

Umat manusia merasa berat jika kalian ajak mereka untuk berpegang dengan al-Quran dan As-Sunnah. Namun setelah itu, kalian akan mendapati kelegaan dan ketentraman untuk berpegang dengan al-Quran dan as-Sunnah.
Ini yang hendak saya sampaikan kepada kalian. Saya memohon kepada Allah agar mengampuni kami, kalian, dan seluruh kaum muslimin.
Segala puji kesempurnaan hanya bagi Allah Rabb alam semesta ini.

Sumber:

http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=4158

Alih bahasa: Ustadz Abu Bakar Jombang

http://forumsalafy.net/?p=5943

Selasa, 21 April 2015

TAWADHUNYA SYAIKH AL UTSAIMIN RAHIMAHULLAH




Penanya: Wahai Syaikh, apa pendapat Anda tentang Syaikh Adnan Ar’ur?
Asy-Syaikh: Beberapa orang telah mengkritiknya dan saya sendiri tidak mengenalnya, hanya saja beberapa manusia telah mengkritiknya.

Penanya: Ya, Asy-Syaikh Al-Fauzan, Asy-Syaikh Al-Ghudayyan dan Asy-Syaikh Muhsin Al-Abbad serta selain mereka telah membantahnya, apakah Anda menasehati untuk mengambil ilmunya ataukah tidak?
Asy-Syaikh: Ketiga ulama tersebut menurut kami terpercaya.
Penanya: Bahkan Asy-Syaikh Rabi’ juga telah membantahnya.
Asy-Syaikh: Saya katakan: ketiga ulama tersebut menurut kami terpercaya.
Penanya: Apakah kami tidak boleh mendengar ucapannya, wahai Syaikh?
Asy-Syaikh: Ya.
Penanya: Apakah kami tidak boleh mendengar ucapannya? Para ulama tersebut menasehati kami agar tidak mendengarkan kaset-kasetnya (tidak jelas).
Asy-Syaikh: SEANDAINYA PARA ULAMA TERSEBUT MENASEHATIKU, NISCAYA AKU AKAN MENERIMA NASEHAT MEREKA.
Penanya: Jazakallahu khairan, wahai Syaikh.
Asy-Syaikh: Karena mereka adalah para ulama yang terpercaya.
Penanya: Baarakallahu fiik, wahai Syaikh.
Asy-Syaikh: Wa fiikum.

Sumber audio:
###


Alih bahasa: Abu Almass ,Senin, 2 Ramadhan 1435 H

http://forumsalafy.net/?p=4177

Sabtu, 18 April 2015

BEDA USTADZ DZULQARNAIN DENGAN SYAIKH SHALIH AL FAUZAN


Ustadz Dzulqarnain hadahullah berkata :

"Jangan sibukkan kalian dengan fitnah,

bantahan, 

hajr, 

tahdzir,..
 
jangan sibukkan dengan masalah Yaman,.." dan perkataan lain yang semisalnya...

 Sedangkan Syaikh Al 'Allamah Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah berkata:

Tidak boleh bagi seorang yang berilmu untuk DIAM,

 bahkan WAJIB untuk mengingkari dua kelompok (yang menyimpang yaitu mutasyaddidun dan mumayyiun, - red) 

dan menjelaskan kelompok yang benar kepada ummat agar mereka tidak menyesatkan ummat.

- agar orang-orang yang MUTASYADDID (terlalu keras, kaku) tidak menyesatkan ummat, lalu mengeluarkan mereka dari jalurnya.

-dan agar orang-orang yang MUTASAAHIL (bergampang-gampangan), yang MUMAYYI' (lembek) tidak menyesatkan ummat, lalu mereka menyia-nyiakan agama mereka.

▶ Maka WAJIB atas para ulama untuk MENJELASKAN hal ini. 

Dan WAJIB atas PARA PENUNTUT ILMU SYAR'I dan WAJIB pula atas SETIAP MUSLIM yang belajar di setiap forum ceramah untuk menjelaskan HAL INI PADA PARA MURIDNYA,

TERKHUSUS PADA MASA SEKARANG INI YANG SEMAKIN MENDESAK KEBUTUHANNYA.

(Sumber : Al Wasthiyyah fil Islam, hal 18)

WA Ashhabus Sunnah

Jumat, 17 April 2015

Kita Tidak Memboikot Manusia Seluruhnya


(Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah)

قال فضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي عمير المدخلي حفظه الله:
(إن أهل البدع الآن كثير يملئون الأرض والعياذ بالله! فنحن لا نهجر الجميع إنما هم محل دعوتنا؛ ندعوهم إلى الله بالحكمة والموعظة الحسنة،

Sesungguhnya ahlul bid’ah sekarang ini jumlahnya banyak, mereka memenuhi bumi, wal ‘iyyadzu billaah! Maka kita tidak meng-hajr manusia seluruhnya karena tiada lain merekalah sasaran dakwah kita. Kita dakwahi mereka kepada Allaah dengan hikmah dan nasehat-nasehat yang baik.


وأما الرءوس المدبرة والدعاة إلى الباطل في صحفهم ومجلاتهم وكتبهم وأشرطهم و محاضراتهم وندواتهم ومواقعهم، هؤلاء يحاربون ويحذر منهم ولا يجالسون ولا يقرأ لهم ولا يستفاد منهم.

Dan adapun pimpinan-pimpinan yang memusuhi dakwah dan orang-orang yang menyeru kepada kebatilan baik di dalam buletin, majalah, buku, kaset, muhadhoroh, pertemuan dan website-website mereka, maka mereka inilah yang diperangi, ditahdzir ummat dri mereka, tidak bermajlis dengan mereka, tidak membaca tulisan mereka dan tidak pula mengambil faidah dari mereka.


وعوامهم المساكين المخدوعون هؤلاء ندعوهم إلى الله بالحكمة والموعظة الحسنة، وهذا الكلام يؤيده كلام كثير من أئمة السنة ومعاملتهم؛ أنهم يدعون العوام إلى الله -تبارك وتعالى- ولا يهجرونهم كما يهجرون أئمة السوء وأئمة الشر وأئمة الضلال.

Sedangkan orang-orang awamnya yang masih miskin ilmunya lagi tertipu, maka kita dakwahi mereka ini dengan hikmah dan nasehat yang baik. Ucapan ini dikuatkan pula oleh ucapan dan cara bermuamalah para ulama sunnah. Mereka mendakwahi orang-orang awam ini kepada Allaah  Tabaaroka wa Ta’ala. Para ulama tdk meng-hajr orang-orang awam ini sebagaimana mereka meng-hajr ulama yang jahat, jelek dan sesat.

افهموا هذا!؛ حتى لا يفهم بعضكم أن كل من وقع في بدعة بت هجره لا كلام معه ولا دعوة ولا شيء!لا، الدعوة قائمة حتى للكفار ولليهود والنصارى. والدعوة قائمة لأهل البدع أيضا لكن لا يتميع الإنسان فيذهب يداخلهم ويأنس إليهم حتى يضيع؛

Fahamilah ini! Bahkan, jangan sampai sebagian kalian memahami bahwa setiap orang yang terjatuh ke dalam bid”ah maka ditetapkan pula hajr kepadanya, tidak ada perbincangan dengannya, tidak ada dakwah, dan tidak ada pula nasehat apapun! Tidak demikian! Dakwah tetap harus ditegakkan, meskipun kpd orang-orang kafir, Yahudi dan Nashoro. Dakwah juga harus ditegakkan kepada ahlul bid’ah, tapi seseorang tidak boleh lembek sehingga dia pergi keluar-masuk kepada mereka, kemudian menjadi ramah dengan mereka, hingga akhirnya dia ditelantarkan.

  تخلص لله عز وجل وتحاول إنقاذ هذا الذي وقع في الضلال بكتاب الله وبسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم بالعرض الجيد المقرون بالحجة والبرهان؛ فإن هذا سبب من أسباب الهداية؛ وقد حصل به هداية الكثير في كثير من البلدان.

Ikhlaskanlah dakwah ini hanya kepada Allaah Azza wa Jalla. Dan anda terus berusaha untuk menyelamatkan orang yang terjatuh pada bid”ah ini dengan Kitabullaah dan sunnah Rosulillaah [shallallaahu ‘alaihi wa sallam] dengan dialog yang bagus yang diiringi dengan hujjah dan burhan (dalil-dalil). Maka sesungguhnya cara dakwah ini termasuk salah satu sebab dari beberapa sebab turunnya hidayah. Dan sungguh dengan cara ini telah menghasilkan hidayah kepada orang banyak di negeri yang banyak.

جاء الإمام محمد بن عبدالوهاب والدنيا مظلمة فجاهد بالدعوة إلى الله -تبارك وتعالى- وهدى الله على يديه الكثير؛ كانوا قبوريين وخرافيين وضالين واهتدوا على يديه، وشيخ الإسلام ابن تيمية كذلك، وأئمة الدعوة في الهند من السلفيين؛ جاءوا والدنيا مظلمة ونشروا هذه الدعوة فاستجاب لهم الملايين،

Ketika asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab datang, dunia dalam kegelapan. Kemudian beliau berjihad dengan dakwah kepada Allah Tabaaroka wa Ta’alaa, dan Allah memberi hidayah kepada banyak orang melalui kedua tangannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga demikian, begitu pula ulama dakwah di India dari kalangan Salafiyyun. Mereka datang sedang dunia dalam kegelapan, lalu mereka menyebarkan dakwah ini sehingga dakwah mereka diterima oleh jutaan orang.
قال تعالى:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥)
Allaah Ta’alaa berfirman:
“Serulah kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik, dan debatlah mereka dengan debat yang bagus. Sesungguhnya Rabbmu lebih tahu siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dia lebih tahu siapa yang mendapat hidayah”
AnNahl: 125
—————————-(مجموع كتب ورسائل وفتاوى فضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي عمير المدخلي حفظه الله:351-352/2).

(Kiriman dari Al Akh Abu Ishaq Hidayat)

http://tukpencarialhaq.com/2013/10/31/kita-tidak-meng-hajr-manusia-seluruhnya/

Rabu, 15 April 2015

KISAH NYATA TENTANG ORANG HUTSI YAMAN

 ( Gambar Ilustrasi )

~Sepenggal Kisah Dari Medan Jihad di Yaman~

Salah seorang mujahidin yang berjaga jaga di Aden, tepatnya di daerah jaulah suzuki menceritakan sebuah kejadian yang menggetarkan hati... 
 Beliau berkisah: 

Suatu saat kami sedang di medan perang melawan syiah hutsi ....
Dan kami berhasil menawan salah seorang diantara mereka, kemudian dia kami interogasi:

"Apa pendapatmu tentang Aisyah رضي الله عنها?"

Maka ia menjawab: "Ia terlaknat!"(Semoga Allah melaknati orang ini)

Setelah itu kami bertanya kembali:

"Apa pendapatmu tentang Sahabat Mu'awiyah رضي الله عنه ...?"

Ia menjawab: "Kafir...!"

Kemudian ia berkata:

"Kalau kalian membunuhku maka saya akan masuk syurga Firdaus yang paling tinggi dan bila kalian melepaskanku maka saya akan kembali memerangi kalian...!"
Kemudian saudara kita ini meneruskan ceritanya: maka kami bunuhlah orang ini dan semoga Allah melaknatinya ...

Demi Allah...!
tidak berlangsung lama setelah kami bunuh, badannya membusuk dan keluarlah bau yang sangat tidak mengenakkan darinya...!

Demi Allah...!
kami tidak mampu menguburkannya karena baunya yang sangat busuk tersebut...!
Kemudian kami menggali lobang dan berusaha mengguburkannya dengan penuh kesulitan sedangkan  peperangan terus berkecamuk...
Setelah kami kembali dari medan perang, dalam waktu yang tidak terlalu lama, jasad orang tersebut muncul kembali dipermukaan tanah...

Ya Allah...!
Sampai bumi pun tidak mau menerima jasadnya...!

Dalam peperangan tersebut kami berhasil membunuh 7 orang dari mereka, setelah itu kami kuburkan 2 mayat dalam satu lobang, begitu kami melangkah untuk menguburkan mayat yang ke 3 ternyata mayat 1 dan 2 yang telah kami kuburkan sebagian anggota tubuhnya muncul kembali kepermukaan tanah...!

Bumi pun tidak mau menerima jasad mereka...!

Akhirnya kami dengan susah payah mendatangkan traktor dan kami timbun mayat mayat mereka dengan tanah...!

Dan demi Allah...!

Kami hampir saja mati karena harus menahan bau yang luarbiasa busuknya ...!

WA Majmu,ah Ahlus Sunnah

-----------------------------------------------------------------

Oleh : Asy-Syaikh Abul Khoththob Thoriq Darman As-Zintaani -hafidzahullah-
____________

أبو الخطـــاب طــارق درمـــان الزنتاني.
سأل أحد المجـــاهدين أحد الحوثيين مــاذا تقول في أم المؤمنين عـــائشة رضي الله عنها فسبهـــا ولعنهــا فقتل الأخ السلفي الحوثي المجــــرم فدفنوه فأصبحــوا وقد لفظتــه الأرض.!
(من حساب الشيخ على الفيسبوك)

   Berkata Asy-Syaikh Abul Khoththob Thoriq Darman Az-Zintaani

Salah seorang Mujahidin bertanya kepada salah seorang dari (pasukan syi'ah rofidhoh) hutsiyyun (yang tertangkap):

"Apa yang kamu katakan tentang Ummul Mukminin 'Aisyah -semoga Allah meridhoinya-? 

Maka hutsi itu MENCELA DAN MELAKNATNYA.
Lalu al-akh Salafy itu membunuh hutsi jahat tersebut lalu mereka menguburnya.
❗DI KEESOKAN HARI MEREKA MENDAPATI BUMI TELAH MEMUNTAHKANNYA (MENGELUARKANNYA DARI LIANG KUBUR).
..!!
___________

اللهم أحينــا و أمتنـــا على الإسلام و السنــة...



"Ya Allah...hidupkan dan matikan kami di atas Islam dan Sunnah.."

Sumber:
_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد

WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net